
Semangat menggebu-gebu Lia langkahkan kakinya masuk kedalam rumah tempat dimana orang-orang sakit berkumpul berbagai macam tipe penyakit ada didalamnya tempat ini juga sangat khas dengan para ibu-ibu melahirkan
"kali ini semua harus kelar ,apapun hasilnya aku terima , setidaknya aku tau mengapa dan kenapa aku diputusin ! pikirnya
mata yang setengah bulat itu mulai celingukan melototi di sekitar hentakan kakinya berjalan dengan sangat pelan mengelilingi di sepanjang koridor ,ia berpapasan dengan salah satu seorang dokter berperawakan kurus tinggi kumis tipis menempel di atas bibirnya
"mmma'af dok boleh nanya ? ucap Lia terbata
"iya ada apa ? sahut dokter terdengar ramah
"apakah dokter tau dimana ruangan tempat dokter muda yang namanya Muhammad Fadil anwar ? tanya Lia
"dokter muda ,,oh dek koas ,iya berada di ruang UGD ! jawab dokter
"terimakasih dok ! ucap Lia berlari menuju ruang UGD
Lia berlarian pergi ke ruang UGD dimana tempat itu telah ia lewati sebelumnya sebab ruang UGD berada paling depan dekat pintu masuk ,mau tak mau ia harus kembali memutar arah kakinya
"masuk gak ya ,UGD kan tempat orang sakit mendadak ,apa pura'pura sakit aja ya ?? ah bodo ah yang penting masuk dulu ! pikirnya sembari melangkah masuk
terlihat fadil dengan seragam putihnya tengah membungkuk berbicara dengan seorang pasien yang tengah duduk di kursi roda
nyali Lia pun mulai ciut ia terdiam bingung entah apa yang harus dilakukannya , berpura sakit atau langsung menghampiri ? ia bengong berdiri tepat di tengah pintu masuk tiba-tiba sebuah bed brankar dengan seorang bapak-bapak berbaring di atasnya tengah mengerang kesakitan
"awh,,sakit ! jerit Lia saat tubuhnya di tabrak ranjang berkaki roda tersebut karna ia tak mendengar panggilan yang memintanya untuk menepi
"ma'af mbak ,jangan berdiri disitu menghalangi jalan ! tegur salah satu perawat
malu bercampur kesal Lia memutuskan untuk keluar niatnya untuk menemui fadil pun ia urungkan padahal tinggal menyapa saja fadil akan menoleh kearahnya namun lagi-lagi ia gagalkan karna kecerobohannya sendiri langkah gontai muka lesu berjalan menuju parkiran
" uh vina kemana lagi , katanya nungguin aku disini ! gerutu Lia sambil menatap kearah halaman luas dengan roda dua berjejer rapi disepanjangnya
"kamu cari aku ? terdengar suara lembut dari seseorang yah seseorang yang membuatnya gila itu
Lia membalikkan badannya nafasnya mulai menderu tak beraturan didalam rongga mulutnya berusaha mencoba merangkai kata namun lagi-lagi tak dapat ia ungkapkan ia memilih diam menunggu sosok yang berdiri didepannya itu lebih dulu mengeluarkan kata
fadil tersenyum iapun berusaha tenang agar semua berjalan sesuai keinginannya semalaman ia berlatih mengatur satu persatu huruf A sampe Z takut salah ngomong yang nantinya akan membuat wanitanya lari terbirit-birit seperti halnya kemaren
tangannya perlahan meraih lengan Lia dan mulai mengucapkan kata-kata
__ADS_1
"ma'af telah menuduhmu selingkuh ! ucapan fadil langsung disela Lia
"enggak kamu enggak sal.. ! ucap Lia terhenti
"ssst ,diam lah biarkan aku mengatakan sesuatu ! ucap fadil membungkam bibir Lia dengan jemari telunjuknya
"aku rasa diantara kita gak perlu saling menjelaskan karna ku pikir itu semua hanya kesalahpahaman ,,saat ini hanya ada satu pertanyaan yang harus kamu jawab ?? ucap fadil menatap wajah yang sedari tadi membeku
"apa ! sahut Lia terdengar gugup
"apakah kamu masih mencintaiku ?? pertanyaan itu langsung Lia jawab tanpa harus berpikir
"masih ,sangat m e n c i n t a i m u ,! ucap Lia dengan tubuh masih mematung
tangan fadil mulai meraih tubuh mungil itu dan mendekapnya begitu erat hampir setengah jam lamanya tanpa peduli dengan suara tiupan peluit sang mamang parkir rentetan suara klakson serta sejuta omelan dari orang yang hendak lewat dihadapannya itu yang sedari tadi meminta kedua sejoli itu untuk berpindah tempat
"ehemm ,,! suara deheman itu menghentikan kemesraan mereka
"eh anu ma'af dok ,saya ! ucap fadil terbata bukan takut melainkan malu
fadil mengikuti berjalan di belakang dokter tersebut sembari berpaling melambaikan tangan kearah Lia, berbagai macam comehan kata-kata kasar dari dokter tersebut tak ia pedulikan sebab suasana hatinya saat ini tengah bahagia tak bisa digambarkan oleh apapun
sementara Lia terus tersenyum-senyum nyengir hampir kayak orang stres semua beban pikirannya yang galau itu sirna ditiup angin kebahagiaan yang tak terkira itu
" woy Lia ,,cepat naik ,jangan bikin malu gue ! teriak vina
"ups sorry vina ,kapan kamu datang ! ucap Lia loncat-loncat menghampiri vina
"kenapa lo jadi gila gini si ? celetuk vina
"hhoo vina,,bisa cubit aku gak ,aku gak ingin bangun dari mimpi ini ? ucap Lia begitu songong nya
"plis jangan lebay usia lo udah bukan abg labil lagi ,,! umpat vina
"dia meluk aku vin,,hoho serasa melayang diatas awan ! Lia terus mengoceh membuat vina menarik paksa tubuh Lia tuk segera naik keatas sepeda motor
__ADS_1
"ckckck ,sebelum kawin gue pernah pacaran tapi gak segila lo ! ucap vina geleng-geleng kepala
dengan pikiran masih meawang keangkasa Lia duduk di belakang cengar-cengir tanpa sadar sudah sampai depan rumahnya
seorang wanita paruh baya duduk di teras siap menerkam Lia dengan pertanyaan
"darimana saja kamu , janjinya cuma jemput vina sebentar ,ibu tunggu sampe habis semua sayuran kamu gak dateng'dateng ! omel ibunya
"hhe ma'af bu ,vina ngajak aku jalan'jalan ? ucap Lia berbohong
"what ,,kok gue yang kena si ! sela vina gak terima
Lia berpaling berulang kali memicingkan matanya kearah vina berharap mengerti akan maksudnya
"iya bu ,,tadi aku mengajaknya jalan'jalan ! ucap vina
"harusnya kalian ngomong sama ibu dulu ,biar ibu gak nungguin ! ucap ibunya
"ya bu ma 'af ! sahut mereka bersamaan
kedua bersahabat itu masuk kedalam kamar
dengan loncatan singa Lia menerjang kasur setengah empuk itu
"gue baru sadar ,kalo gue bisa punya temen gila kayak gini ! ucap vina tepuk jidat melihat sahabatnya itu loncat-loncat di atas kasur
__ADS_1