
" hai sell ? sapa fadil
hey,,mas fadil tumben kesini ,mau cari gaun buat Lia ya ?tanya selly menduga-duga
gak ,,mamah gak kasih tau kamu ? jawab fadil
gak ,, emang ada apa ?tanya selly balik
mamah ingin kamu kerumah,bentar lagi oma dateng ,! kata fadil ketus
ah yang bener,,uh aku kangen banget sama oma ! seru selly
bentar aku selesaikan ini ,,dulu tunggu gak sampai 5 menit kok ? pinta selly
iapun masuk kedalam ruangan tempat terkumpulnya gaun-gaun pesenan para pelanggan karna ia sedang mengemas baju pesenan pelanggannya
dengan muka juteknya fadil duduk menunggu sambil menopang dagunya menatap patung yang berbalut gaun cantik itu tiba-tiba muncul pikiran di kepalanya "ni gaun cocok kali ya untuknya,, hemm sangat cantik kalo iya pake"
baru aja ia membayangkan bagaimana cantiknya Lia memakai gaun itu
saat bersamaan Lia berdiri tepat didepannya
ia mengira itu hanya halusinasinya saja
ia berulang kali mengucek-ucek bola matanya yang coklat itu" pergi kau bayangan ,,bikin tambah rinduku aja" fadil mengebas-ebaskan tangannya menyuruh sesosok bayangan itu pergi padahal itu beneran Lia yang berdiri didepannya
"hey ,,ini aku ? ucap Lia mengeryitkan dahi merasa heran
jadi ini, beneran kamu ? ucap fadil
terus, kamu pikir siapa ? ketus Lia
ah , kupikir bayangan mu ,barusan ngehayalin kamu make gaun itu hhe! fadil nyengir sambil menunjuk gaun di patung itu
senyum mengembang terpampang jelas di wajah Lia
kamu ngapain kesini ? tanya Lia yang baru sadar kalo fadil berada di butik selly
eh,emh..anu "ucap fadil terbata
mungkin mau cariin kamu gaun kali ? vina menyela ucapan fadil sambil memberi kode kedipan mata dari vina
ah ,tepat sekali katamu vin ! ucap fadil berbohong
gak jadi surprise dong, ? kata vina
fadil menggigit bibirnya melihat raut wajah wanitanya begitu senang "ma'af aku berbohong padamu" batinnya
sementara Lia mendekat ke arah fadil dengan senyum sumringahnya
" gak usah beliin aku gaun ,simpan saja uangnya buat keperluan kampusmu ! ucap Lia sengaja menolak sebelum fadil benar-benar membelikan gaun itu
ayo mas fadil kita berang...! ucap selly terpotong saat ia baru keluar dari ruangan melihat Lia dan vina berada di dalam butiknya
ia kaget bukan main
vina yang sudah paham dengan situasi ini hanya terdiam tak memberi komentar apapun
berbeda dengan Lia mulai merasa curiga iapun menanyakan hal tersebut
kalian janjian ya ? mau kemana ?
ah gak,,ini apah emh,tadi fadil ku telpon karna aku perlu bantuannya mau nganter pesenan pelanggan ku ! ucap selly terbelit-belit
di telpon,,oh jadi kamu bukan mau beliin aku gaun ? kata Lia kecewa
bu bu ,,bukan em maksudku,
Lia berpaling cepat serta berlari meninggalkan fadil yang belum menyelesaikan omongannya itu
ia berlari menabrak beberapa patung yang ia rasa menghalangi jalannya itu
ck ck ,,sok'sok an pake lari segala ,ampe patung kena imbasnya " gumam vina
fadil mencoba mengejarnya meski ia berlari sangat cepat namun ia kehilangan jejak iapun terus menyusuri pinggiran jalan raya itu berharap dapat menemukan Lia
setelah berlarian sana-sini cukup melelahkan kakinya membuat ia berhenti sejenak
ah huh,,huh,,," kemana perginya huhh,gumamnya dengan nafas tersengal
astaga baru ingat,! ucap fadil kembali berlari ia pergi ke tempat biasa Lia datangi jikalau sedang marah dan sedih
yah kelapangan sepakbola yang kebetulan tak jauh dari butik selly
__ADS_1
tebakannya sangat jitu Lia memang berada di lapangan sepakbola
dilihatnya wanitanya itu sedang duduk dengan menekuk lututnya ia segera menghampiri
"tebakanku memang benar ,kamu pasti kesini ! ucap fadil
namun tak ada sahutan dari Lia yang semakin menundukkan kepalanya
"ma'af bukan maksudku bohongin kamu ! tapi
"tapi, tapi apa ? tiba-tiba Lia menyahut
tapi jika aku jujur ,aku takut menyakiti perasaanmu ? ucap fadil lirih
"lebih sakit jika kamu berbohong ,
iya , aku tau salah , ma'afin aku ! ucap fadil memohon
kenapa harus berbohong , meski jujur itu menyakitkan,akan lebih baik daripada berbohong!! ucap Lia agak emosi
ma'af,sekali lagi maaf,aku pastikan gak akan terulang kembali "kata fadil menarik dan menggenggam jemari Lia
ma'afin aku ya ! ucap fadil tulus
setelah beberapa kali kata ma'af terucap dari mulut fadil hati Lia perlahan mulai luluh
jelasin , kenapa kamu berada di butik selly ?
bla bla bla ,,fadil menjelaskan semuanya mengapa dan kenapa
Kenapa gak jujur dari awal,, ?setidaknya aku bisa mengerti situasinya , selama kamu jujur tentang apapun itu ,aku gak akan pernah marah sama kamu , percaya lah ! ucap Lia
iya aku janji mulai sekarang dan seterusnya aku akan selalu jujur ,,! ucap fadil tulus
***
sementara di tempat selly
tring..tring...
selly melihat nama panggilan "mamah" dari layar ponsel milik fadil
selly segera menjawab pertanyaan tersebut
hallo ,tante
ini selly ya ?
iya tante ini selly ,
kalian sudah dimana ?
ma'af tante selly gak bisa kesana teman selly dari jauh datang menemui ku !
terus fadilnya mana ?
oh tadi selly meminta bantuannya tuk mengantarkan pesanan selly , ma'af ya tante ! ucap selly beralasan yang sama seperti ucapannya pada Lia
oh begitu ya,,gak papa sayang gak perlu minta maaf segala ,nanti bilangin sama fadil segera jemput oma , beliau sudah menunggu di bandara,, !
biar selly aja yang jemput tante, takut kelamaan nunggu fadil ,
ah baiklah sayang,,jadi ngerepotin hhe
gak kok tante ! baiklah tante ,, sampai jumpa dirumah ,
percakapan berakhir ,vina sedari tadi mendengar langsung bertanya
gue dengar lo mau ke bandara ? jemput siapa ?
neneknya fadil beliau minta di jemput ,itu sebabnya fadil kesini atas keinginan mamahnya ,jemput aku buat bantuin beliau menyambut kedatangan nenek !
vin mau ikut aku atau ..!
ah gak sell ,gue pulang aja ?
__ADS_1
akhirnya mereka sama-sama keluar namun memiliki jalan masing-masing
vina pulang kerumahnya, di susul selly yang berbeda arah tujuan ke bandara
*****
jam 17.20 fadil melirik jam tangannya berencana ingin pulang namun ia mengurungkan niatnya ketika mendengar suara keroncongan dari perut Lia
krok krok..
"ups,,sepertinya ada yang kelaparan nih ? ledek fadil
"siapa juga yang kelaparan , mereka sedang dangdutan dalam perutku ,jadi itu tadi suara gendangnya ,!
"ada2 aja kamu ,yuk ?
kemana ?
ya cari makan lah,,biar dangdutannya berhenti di perut mu ! ucap fadil tertawa kecil
tanpa penolakan dari Lia , justru sebaliknya Lia malah nyelonong jalan duluan seolah ia yang mengajak makan
" kamu memang unik "gumam fadil
kedua sejoli itu berjalan sambil gandengan tangan sambil menikmati ramainya suasana sore yang dipadati para pejalan kaki lainnya
"kita kesana yuk !
Lia menunjuk kearah gerobak mamang sate yang mangkal di pinggiran jalan raya itu
fadil mengangguk pasrah dan mengiyakan saja kemauan wanitanya meski sebenarnya ia ingin menolak ,karna ia berniat mengajak Lia makan di tempat favoritnya
__ADS_1