
Pagar besi menjulang tinggi itu perlahan terbuka secara otomatis moge pun melanglang buana masuk kedalam dan berhenti tepat didepan rumah yang sangat megah bak istana ini membuat nyaliku ciut seketika melihat rumah segitu mewahnya
kakipun serasa berat enggan untuk turun dari moge karna tingkat rasa percaya diriku turun drastis
"gak mau turun nih ! ucap fadil menungguku turun
"eh iya ,kamu duluan deh yang turun , ! sahutku dengan bokong masih nempel erat di jok moge
"kenapa ,masih gugup ! memalingkan wajahnya kearah ku
"iya ! kepalaku menunduk
"kenapa harus gugup si sayang , ! ucapnya menarik lembut daguku
"percaya deh semua akan baik² aja ,yuk turun , papah pasti udah nungguin kita di dalam !
aku mencoba meyakinkan diri dan perlahan menurunkan satu persatu kaki disusul fadil yang langsung menarik lengan ku melangkah masuk menaiki teras berlantaikan keramik kristal itu
tiba-tiba pintu terbuka seolah tau kami datang seorang lelaki berperawakan tinggi agak gemuk dengan kumis tipisnya berdiri tersenyum menyambut kedatangan kami
"eh yang di tunggu ² udah datang ,,ayo masuk ! ucap hangatnya
aku merasa kikuk disambut sebegitu ramahnya rasa gugup pun hilang berganti dengan kepercayaan diri yang siap melebarkan sayapnya memasuki rumah megah itu namun saat kakiku mulai mencoba melangkah
"siapa pah ,fadil udah balik ya pah ! teriak seseorang dari dalam
"fadil,, !
mata melotot kaget menatapku raut terlihat jelas wajah bu Rinawati nampak kesal melihat ku mulutnya siap melontarkan kalimat pedas sepedas ceker setan level 15
"ngapain kamu ngajak si tukang sayur ini kesini,,bikin tambah gerah suasana aja ,! senyum sinis mengerikan
"mamah ,,kok gitu bukannya di suruh masuk ,fadil sengaja bawa nak Lia kesini buat ngenalin ke kita ! sergah pak anwar
"ngenalin ,cuihhh ..gak sudi mamah ! ucap bu Rinawati memalingkan badannya berlalu masuk
aku menunduk tak dapat berbicara fadil menggenggam erat jemariku mencoba menguatkan ku sembari menongakkan kepala ku dan tersenyum
"jangan di ambil hati ya , ! ucapnya
"mewakili mamahnya fadil om minta maaf ,om harap kamu jangan mesukin ke hati ,! pak anwar menyunggingkan senyumnya
__ADS_1
"iya om gak papa , ! sahutku tersenyum mencoba tegar
"nah ,, sekarang kita masuk yuk ,nanti kakimu besar kelamaan berdiri ,kayak kaki om nih bengkak kayak gajah hhaa! canda pak anwar
helaan napas panjang mengiringi langkah kaki selangkah demi selangkah memasuki ruangan bergaya modern ala eropa itu decak kagum tak henti-hentinya berbisik dalam hatiku
"uwaahhh , mewahnyaa "
"silahkan duduk nak,! ucap pak anwar
"iya om ! sahutku agak kikuk
"aku ngambil minuman duluan ya ? bisik fadil
aku menarik ujung baju fadil menggelengkan kepalaku mengisyaratkan agar ia tak meninggalkanku , tangganya mengusap rambut ku dan kembali berbisik
"aku gak lama kok' ,bentar aja
ia beranjak pergi meninggalkan aku yang tengah duduk gelisah ini sebab seorang lelaki yang sangat berwibawa itu duduk di depanku siap menginterogasi ku seolah² aku ini seorang pria yang ingin melamar wanitanya
"owh ya nak Lia ,fadil itu mewarisi sifat om dulu ,kalo udah sayang ama satu cewek ,setianya kebangetan ,, gak bakal tuh di selingkuhin , dia takut banget malah kalo kamu deket cowok lain ,denger kamu jalan ma cowok lain aja uhh..hh langsung banting pintu dia ? ucap pak Anwar memulai percakapan
"iya beneran ,, jangan kasih tau dia ya ,,hhha ! tawa pecah pak anwar
"owh ya satu lagi dia itu...
tring tring tring
nada ponsel milik pak anwar berdering dengan tiba-tiba membuat percakapan itu terhenti beliau bangkit berdiri ijin pamit kepada ku untuk mengangkat telpon tersebut
aku tersenyum mengangguk , beliau pun beranjak pergi
seperginya beliau, aku meraih bantal hias yang ada di kursi empuk itu untuk membekap mulutku yang sudah tak tahan ingin berteriak rasa kegirangan mendengar ucapan beliau barusan yang mengatakan kalo fadil banting pintu saking cemburunya sama aku ketika jalan ma cowok lain
"huhh ya'ampun segitunya " pekikku
setelah merasa puas meluapkan rasa girangku
aku melepas bantal mengembalikan ketempat semula sembari lirik sana sini menatapi di sekeliling ruang tamu itu, tiba-tiba mataku tertuju pada bingkai foto yang terpajang di dinding nampak sebuah foto keluarga ,karna teramat jauh akupun berdiri mendekat kearah bingkai tersebut agar jelas terlihat
"wahh imutnya ,uh gemes ! ucapku sambil menyentuh wajah imut yang berada dalam bingkai foto itu tengah tersenyum di peluk ayah ibunya
"ternyata tampannya udah dari orok ya ,gak berubah malahan sekarang makin tampan ! gumamku
__ADS_1
hatiku yang semula merekah bak bunga mekar ini berubah seketika kuncup nan layu ketika mendengar perbincangan antar ibu dan anak yang sangat jelas terdengar di kupingku sebab keberadaan ku tak jauh dari mereka tangannku mulai gemetaran memegang bingkai foto itu
"fadil , dengerin mamah dulu
"apa si mah ?
" mamah bener² gak suka sama cewek sayur itu
"namanya Lia mah ,
"terserah lah mau Lia kek siapa kek , yang jelas mamah gak suka, mamah tuh inginnya kamu nikah ma selly ,kamu anak satu'satunya mamah ,kalo bukan kamu siapa lagi yang akan menuruti keinginan mamah ,kakak yang mana ? adik yang mana ? gak ada sayang cuma kamu doang harapan satu'satunya mamah ,
"mah aku sayangnya cuma sama dia , menikah pun hanya ingin sama dia ,,cinta itu gak bisa di paksain mah
"gini aja sayang ,,kita bikin perjanjian kamu mau gak ?
"perjanjian apa ?
" menikah lah dengan selly jika dalam sebulan kamu tetap gak bisa menerimanya kalian bisa bercerai dan setelahnya kamu boleh menikahi Lia ,walau hanya sebentar seenggaknya terkabul keinginan mamah dan ibunya selly tuk menyatukan kalian
"mamah sudah gak waras ya ,,menikah itu sesuatu yang sakral mah,jangan dijadikan mainan yang kalo udah gak senang langsung di buang ,aku ingin menikah sekali seumur hidup dengan wanita yang kucintai
"fadil ,, pikirkanlah baik² , selamanya hubungan kamu dengan cewek sayur itu gak kan pernah mendapat restu dari mamah ,restu akan mamah berikan dengan senang hati jika setelah kamu bercerai dari selly ,maka dari itu menikah lah dengan selly meski hanya sebentar ,,
"iya mah aku akan menikah dengan ..
aku berlari kembali duduk menutup telingaku dengan kedua tangan tak ingin mendengar lanjutan perkataan fadil itu ,
aliran darah ku seketika membeku serasa ada yang memutud salurannya , aku menggigit bibir sangat kencang menahan rasa sakit mendengar perbincangan yang tak sengaja kudengar itu ,
__ADS_1