MUNGKIN SUDAH TAKDIR

MUNGKIN SUDAH TAKDIR
AMNESIA SEMENTARA


__ADS_3



" duh,,pusing ! ucapku ******* kepala mencoba bangkit kepalaku amat puyeng terasa berkunang-kunang hingga tak mampu bangkit dan duduk , dengan samar kulihat tirai dinding bercorak bunga mawar yang tergantung di atas pintu kamar serasa tak asing bagiku , bola mataku perlahan mulai terlihat jelas melototi seisi kamar



"kapan aku pulang,, bukannya aku di cafe mas rico ,kok tiba'tiba udah di kamar aja " gumamku merasa heran



mataku tertuju kearah jarum jam pendek yang menunjukkan pukul 09.05 kulihat sinar matahari memantulkan cahayanya di sela ventilasi jendela membuat ku kaget



"hah,ini udah pagi ,,kapan malamnya ? perasaan kemarin aku ma vina ke cafe ,terus pulangnya kapan ya !! ucapku mencoba mengingat



"duhh kok' ,,aku bisa amnesia gini si ,!


ah iya ,telpon vina ! ucapku berniat menghubungi vina ,kuputar kepala tengok kanan dan kiri tak ku temukan tas kecil yang ku pake saat menjemput vina kemaren karna di situlah letak ponsel ku berada



dengan kepala yang masih terasa pusing kupaksakan berdiri serta berjalan keluar tuk menanyakan pada ibu , langkahku langsung tertuju kearah dapur karna biasanya pagi begini ibu pasti sedang melakukan rutinitas nya yaitu memasak "loh ,,kok gak ada ,,apa udah di serambi ya ? pikirku


akupun menuju serambi tempat biasa keluarga kecil kami tuk makan bersama


dugaanku memang benar , kulihat ibu menata mangkok berisi kuah yang penuh uap,disisi kiri ibu terlihat arfan duduk dengan sendok ditangannya, namun satu sosok lelaki tengah duduk dengan posisi membelakangiku hingga wajahnya tak terlihat



"Lia ,baru aja ibu mau kekamarmu ,! tegur ibu dengan senyum mengembang namun secara bersamaan lelaki itu memutar kepalanya menengok kearah ku



"kamu ,,! mataku melotot kaget setengah mati dibuatnya setelah wajah si lelaki itu menatap kearah ku,wajah yang sangat gak ingin kulihat itu tersenyum palsu padaku



" ayo nak sini ,,duduk kita makan bareng mumpung masih hangat ! pinta ibu


aku melongo dan otakku berpikir keras mempertanyakan mengapa Evan berada dirumahku hal apa yang membuat ia disini



"loh ,,kok bengong ,ayo buruan duduk ! pinta ibu lagi


akupun duduk dengan melipat kedua kakiku bak orang yang tengah melakukan semedi ,sebab kami tak memiliki meja makan beserta kursi kami makan hanya duduk di lantai beralaskan tikar bambu



"kamu gak sekolah fan ? tanyaku



"yaelah ,,kakak ini pikun apa o'on si ,ini hari minggu ka ! jawabnya



"ups,,hhe lupa ! sahutku sambil nyengir



"ayo nak Evan ,di makan , ma'af seadanya,,hanya ini yang kami punya , ! ucap ibu menawarkan



"gak papa kok tante ' , malahan ini makanan kesukaan saya ! jawab Evan



"jangan panggil tante,,panggil ibu aja ! pinta ibu



"ah ,,iya tan ,,eh ibu ! ucap Evan terbata



kulihat Evan tampak lahap menikmati masakan ibu ,meski terlihat urakan tetapi ia sangat menghormati dan menghargai masakan yang di buat ibu , buktinya ia tanpa malu-malu melahap semua makanan itu bahkan membuat ku kehilangan ikan kembung masak kecap buatan ibu yang masuk daftar paling favorit ku



kami sangat menikmati masakan yang ibu buat hingga habis tak bersisa , selesai makan ibu membereskan tempat makan tersebut sementara aku berjalan mengantar Evan menuju pintu luar ,


"eh,cowsek ,, ngapain kamu kerumah ku sepagi ini , jangan'jangan "pengen numpang makan ya " ucap ku



"sepagi ini,, udah dari kemaren malem kali ! jawabannya membuat ku semakin bingung tentang suatu hal yang terjadi apa yang menimpaku semalam



"jadi kamu nginep ,, emang apa yang terjadi padaku ?



"hemm,,lo inget ' inget aja ndiri, ! ucap Evan berlalu masuk kedalam mobilnya



aku berdiri di teras terdiam melongo mencoba mengingat tiba-tiba

__ADS_1



bugh...


satu lemparan keras yang sengaja Evan lemparkan mendarat tepat mengenai jidatku



"aduhh ,,! teriakku mengusap jidat


aku mengambil sesuatu yang ia lempar itu berniat melempar balik saat hendak melempar balik Evan lebih dulu menutup kaca mobilnya



"uh ,awas aja kalo ketemu nanti ,bakal ku balas ! ucapku geram sambil menghempaskan barang yang Evan lemparkan tadi yang tanpa kusadari barang itu adalah tas kecil milik ku yang kucari tadi



"untung selamat kamu sayang , maafin bunda ya ,,udah menyakiti kamu ! ucapku membelai tas tersebut sembari membukanya tujuan ku langsung mengarah ke telpon genggam



" tut..tut..tut..



"hallo ,vin kamu dimana ?



"emh,,dirumah !



"kamu, baru bangun ?



,,hoamhh.. emh iya nih masih ngantuk ,ada apa ?



"kemaren ada sesuatu gak,, yang terjadi padaku ?



"hah,,lo lupa ya ? kemaren lo ketiduran terus di anter sama Evan



"hah yang bener ,,



,yaiyalah ,lo bener'bener gak ingat ?




"what,,,Evan nginep dirumah lo ! ngapain ?



"nah itu dia yang ingin kutanyakan padamu vin ,



"gue kira setelah nganter lo iya langsung pulang ,, kemaren badan gue rasa capek banget jadinya gue biarin Evan nganter lo ,dan gue juga pulang terus langsung tiduran !



"dia nginep dan sekarang baru aja pulang ,aku berasa amnesia vin , samasekali gak inget apapun



"bentar ,gue kerumah lo aja ya ,biar enak ngomongnya ,



vina memutuskan telpon sementara aku tetap pada tempat duduk semula tanpa bergeser sedikitpun ,aku kembali terus mencoba mengingat



"Lia ,,nak Evan udah pulang ! ucap ibu mengagetkan



"ah iya bu ,baru aja ? sahutku



"waduhh,udah pulang ya , padahal ibu pengen ngasih ini ,tanda terimakasih ibu padanya ! ucap ibu menenteng rantang berisi ikan masak kecap yang tampaknya sengaja ibu bikin kembali buat Evan



" terimakasih kenapa bu ?



"loh ,, kamu lupa ya ,kemarin malem iya mengantarmu pulang ,kamu tak sadarkan diri hingga iya menggotong tubuhmu terus masuk kedalam kamar , sebenarnya iya pengen pulang ,tapi ibu larang sebab udah tengah malam !



"ibu tau gak,, alasan mengapa iya mengantar ku sampe semalem itu ?

__ADS_1



"katanya ,iya bla bla bla...


! panjang lebar ibu menceritakan semuanya mengapa dan kenapa ?



tak berapa lama suara motor yang sangat tidak asing di telinga ku itu datang di kendarai oleh vina ,



"Lia,ayo buruan ,lo harus cerita ama gue ,,sejak kapan lo bisa deket ama Evan ,terus cowok lo gimana ?? vina bertanya 2 hal sekaligus



akupun menceritakan semuanya cerita tentang Evan dan juga cerita tentang Kandasnya hubungan ku dengan fadil, sebagai sahabat vina sangat marah saat mendengar fadil memutuskan ku secara sepihak ,,namun sebaliknya ia terus tertawa saat bercerita tentang Evan




*****


FLASH BACK



Evan berniat mengantar Lia pulang ,namun saat perjalanan pulang ,ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan kondisi Lia yang nampaknya tak seperti orang tidur pada umumnya,sebab ia berulang kali tak sengaja nabrak jalan berlobang hingga mobilnya bergoyang dadakan ,namun bukannya gerakan refleks kaget atau terbangun justru malah sebaliknya tubuh Lia terlihat nampak semakin lunglai tak berdaya seperti orang pingsan


Evan meraba bagian kening Lia


"bussyet dingin banget ,,apa darahnya gak jalan ya ! pikirnya


Evan terus menggoyang-goyang pundak Lia mencoba membangunkannya tetapi tak ada respon samasekali membuat ia cemas dan memutar balik arah menuju rumah sakit


sesampainya di rumah sakit Evan bergegas turun dan membopong tubuh Lia sambil berlari kecil menuju ruang UGD



"dok ,,tolong wanita ini pingsan tak sadarkan diri udah hampir satu jam gak bangun'bangun ! ucapnya sembari membaringkan Lia



dengan memutup tirai dinding ,dokter dibantu dengan perawat langsung memeriksa tubuh mungil itu tak berapa lama dokter itu membuka tirai tersebut dan menjelaskan tentang yang membuat Lia pingsan dikarenakan ada suatu obat yang Lia konsumsi secara berlebihan hingga akan menjadi racun dalam tubuhnya dokter pun melakukan tindakan tuk mengeluarkan racun tersebut setelah menunggu 4 jam lamanya akhirnya Evan bisa membawa Lia pulang



"dok kok belum bangun juga ,! ucapnya



"tenang dek ,, tubuhnya masih dalam proses pemulihan,bentar lagi juga sadar , setelah sadar kamu bisa membawanya pulang ,! ucap dokter menjelaskan



dokter pun pergi berlalu meninggalkan ruangan itu seperginya beliau, tak lama Lia mulai siuman


bak orang linglung Lia celingukan melototi disekeliling ruangan yang tengah ia tempati itu ,namun ia diam tak bersuara sedikitpun tanpa bertanya "mengapa ia berada di rumah sakit" layaknya pertanyaan orang-orang ketika baru nyadar akan keberadaannya di ruang pasien tersebut



"ayo kita pulang ! ajak Evan merangkul pundak Lia mencoba menurunkan Lia dari ranjang


namun sekali lagi Lia tetap terdiam membisu seribu bahasa entah apa yang membuatnya seperti itu ,bahkan ia menurut apa saja yang Evan katakan seolah orang yang tengah kena hipnotis



" kenapa nih anak ,,tak rewel kayak biasanya,,apa masih dalam proses pemulihan ya ,seperti kata dokter barusan " gumam Evan sambil terus memegang pundak Lia mengajaknya keluar tuk masuk kedalam mobil


setelah masuk mobil, Evan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan standar bisa dikatakan sangat pelan, tiba-tiba Lia tersenyum kearah Evan dan ia menyandarkan kepalanya dengan sengaja ke pundak Evan


Evan sangat kaget dibuatnya ,tapi ia tak memberontak dan tetap membiarkan Lia menyandarkan kepala di pundaknya tak berapa lama Lia tertidur pulas hingga saat sampai di halaman rumah Lia,Evan mencoba membangunkan Lia , tapi Lia malah semakin menempelkan kepala di bahu bidang Evan itu merasa tak tega , akhirnya Evan memutuskan mengangkat tubuh Lia dengan sangat hati-hati agar tak membangunkan Lia












"






__ADS_1



__ADS_2