MUNGKIN SUDAH TAKDIR

MUNGKIN SUDAH TAKDIR
MERAJUT KEMBALI


__ADS_3



Flash Back




"thanks bro ,! ucap fadil



"sama'sama bro ! sahut Evan



fadil pun masuk kedalam mobilnya sepanjang jalan ia mencerna semua cerita Evan tentang kesalahpahaman tersebut



"kalo aja tau dari awal jadinya gak bakal seruwet ini ! gumamnya



mobilnya melaju kencang melintasi berbagai macam gedung hingga ia mulai memasuki halaman rumahnya ,ia turun sambil menenteng tas masuk kedalam rumahnya yang tak terkunci itu sebab kedua temannya terlebih dulu pulang nyantai di depan TV



"woy dil ,baru pulang lo ? tegur heru dengan remote control di tangannya



"wah lo pada enak 'enakan ya pulang gak nunggu gue ? celetuk fadil



"bukannya lo yang nyuruh kita pulang duluan , katanya mau apa jo ! ucap heru



"mau nyamperin ceweknya yang udah ogah ama dia ,haha ! timpal tertawa geli



"sialan lo ! ucap fadil kesal sembari melempar tas



fadil pergi menaiki anak tangga bukan menuju kamarnya melainkan kamar mamahnya yang bersebelahan dengan kamarnya



krekk...!


fadil memegang gagang pintu melangkah masuk mengambil laptop milik mamahnya sebab ada tugas yang harus kerjakan namun laptop tersebut lowbat iapun mencari charger membuka satu persatu laci meja rias tempat biasa bu Rinawati membuat berbagai macam benda kecil dari benang jahit lengkap dengan jarumnya ,pulpen ,serta benda kecil lainnya


saat membuka laci paling bawah akhirnya ia menemukan charger laptop itu namun saat mengambil matanya terbelalak



"inikan HP gue ,kok disini ,,berarti ...! ucapnya mengambil ponsel itu



ia teringat perkataan Lia yang mengatakan kalo iya yang memutuskan hubungannya


fadil pun mulai menyimpulkan bahwa itu semua berkaitan dengan mamahnya



"pantes Lia menuduh gue ,, ternyata ulah mamah ! gumamnya





*******


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 fadil bergegas pergi menjemput papahnya yang sudah menunggunya di bandara



"loh dil ,papah kira mamah mu yang jemput !



"mamah sibuk pah !

__ADS_1



" ayo pah buruan ,



"kenapa buru'buru kita mampir makan dulu ,



"enggak pah ,,aku mau ketemu Lia



" dasar bocah tengil ,,cewek mulu dipikiran mu



"pah kalo mamah nanya ,jangan bilang kalo aku ketemu sama Lia



"beres ,,



layaknya seorang teman fadil sangat santai ngobrol dengan papahnya itu ia selalu terbuka hingga tak ada satu hal pun yang ia tutupi


termasuk menceritakan tentang asmaranya



setelah mengantar pak anwar pulang tanpa mengganti pakaiannya fadil langsung otw gas kuy ketempat Lia



"assalamualaikum ,! ucap fadil tanpa mengetuk karna pintu tak di tutup



"wa'alaikummsalam " sahut arfan dari belakang nampak masih menggunakan baju seragam sekolahnya



"eh arfan baru pulang ! tanya fadil




"ah yang bener ! ucap fadil merasa senang



"kalo dikasih ceban si ,bakal lebih dari itu ceritanya ! ucap arfan mengeluarkan jurus palaknya



fadil pun mengeluarkan 2 lembar kertas biru bernominal angka 50.000 mata arfan langsung biru sebiru duit tersebut namun baru aja tangan arfan meraih ujung kertas itu



"eh eh arfan ,ngapain kamu ? teriak Lia handuk dikepalanya



"hhhe ,ini kembaranku pengen kasih duit ,masa' rezeki di tolak ! ucap arfan nyengir lebar



"caeelahh ,,emang aku gak tau sifat kamu apah ,,pasti malak kan ! celetuk Lia



tak mau kena kasus pertengkaran antara sesama saudara kandung arfan berlalu pergi masuk kedalam kamarnya



"arfan gak malak kok' ,,aku sendiri yang sengaja pengen kasih dia ! kilah fadil



"udah gak usah bohong ,! ucap Lia terkekeh



"habis mandi ya ! tanya fadil melihat handuk kecil yang masih nyangkut di kepala serta handuk yang melilit di dadanya



"huff ....!!

__ADS_1


pekik Lia langsung berlari masuk kedalam kamar ia sangat tak menyadari akan kain handuk yang masih melekat ditubuhnya itu ,sebab saat keluar dari kamar mandi ia langsung beranjak menuju luar bermaksud hendak mengambil sendal jepit tapi eh ternyata ia menyaksikan pemalakan sang adik dengan sang pujaan alhasil ia langsung menghampiri dan merampas wkwkwk



"uhh,,bikin malu aja ,, dulu rico sekarang fadil ,hohooo ! rengeknya


tak mau ambil pusing iapun bergegas mengambil pakaian seadanya tanpa polesan make up ia kembali keluar



"ma'af nunggu lama ? ucap Lia sembari duduk di lantai yang tak ada kursi nya itu



" gak nyampe 5 menit kok! ucap fadil tersenyum lebar



" kita duduk di serambi depan aja yuk ! ajak Lia



mereka keluar duduk kembali di meja panjang beratap pohon itu , perasaan rada canggung membuat suasana hening masing-masing dari mereka tertunduk diam



"emm,kok gak pake kalung yang ku kasih waktu itu ,cincin juga enggak ! sebuah pertanyaan fadil lontarkan suasana pun mulai mencair



"ah iya kusimpan ,takut di rampok ! ucap Lia berbohong ,padahal sengaja ia lepas karna kesal saat diputusin fadil



"ada'ada aja kamu ,,aku ngerti kok ' pasti kesel terus kamu lepas iyakan ! tebak fadil



"kok tau ? cengir Lia



"ya taulah ,,kamu itu gak handal dalam hal berbohong ! ucap fadil mengusak rambut Lia



kedua sejoli itu mengungkapkan keluh kesahnya dan saling mulai terbuka mengeluarkan semua apa yang tengah mereka rasakan



"udah malem nih , mending sekarang kamu pulang ! pinta Lia



"bentar lagi,, masih kangen , apalagi besok udah mulai deadline tugas referat menumpuk , kemungkinan bakal susah ketemu ! kata fadil dengan muka melasnya



"gitu ya ,,bakal kangen berat dong ?? sahut Lia lirih



"HP kamu mana ? tanya fadil



"ngapain ,gak perlu di cek ,toh semua isi chatnya dari vina doang ! Lia mengira fadil akan menginterogasi ponselnya



"geer amat si,,aku mau nge save nomer HP ku ! celoteh fadil tersenyum geli



"kirain ,, ! ucap Lia cemberut berlalu masuk kedalam mengambil ponselnya









__ADS_1



__ADS_2