
Suasana gelap gulita akibat pemadaman listrik bergilir masing-masing para warga penghuni desa itu ramai menyalakan lampu pelita yang terbuat dari kaleng bekas susu berbahankan minyak tanah
sementara kelima koas yang sejatinya anak kota ini tampak kebingungan sebab lampu pelita yang di kasih kan pemilik rumah penginapan mereka itu tiba-tiba padam tanpa mereka ketahui apa sebabnya
"gimana nih ,uhh tugas kita belum selesai lagi! Anisa menggaruk kepalanya tampak gusar
"tau gue,,! jojo mengangkat bahunya
"pake senter ponsel lo dil ,kan cuman punya lo tuh yang masih hidup ! tunjuk doni kearah ponsel yang berada dalam genggaman fadil
"gak bisa,,entar lowbat trus gimana kalo gue mau nelpon cewek gue ! protes fadil
"Oh my Gouuuddd,,lo egoisme banget si dil,,kan masih bisa besok² telpon cewek lo,tugas kita ini lebih penting tauu ! wajah doni memerah berapi-api merasa kesal
"wadaww,, ngeri muka lo don kalo marah gini , jadi takut gue ! fadil menyentuh mode senter di layar ponselnya
amarah doni mencair seketika para koas pun kembali melanjutkan tugas yang mereka kerjakan dari sore itu ,tugas laporan yang akan mereka berikan ke dokter bimbingan satu jam kemudian akhirnya tugas melelahkan itu selesai berbarengan dengan meredupnya laptop yang baterainya di sedot ponsel milik lelaki tampan itu ia sangat takut kalo ponselnya mati tak bernyawa
"untung nih laptop bersahabat dengan gue hhha ! fadil terkekeh membuat heru berkomentar
"iya dil sangat bersahabat ma lo ,gak dengan kita² ,!
"tau nih ,,untung aja , laptopnya bertahan ! sela jojo
"ma'af ya man teman ,,hhhee ,,gue mau nelpon cewek gue dulu ahh ! fadil berdiri
"eits,, kalo lo bawa ponselnya gimana dengan kita ,gelap coy ! sergah heru merentang kedua tangannya
nampaknya fadil tak peduli dan kembali melanjutkan langkahnya namun bukannya ke kamar arahnya malah menuju pintu luar ia membuka pintu berjalan dengan senter yang masih menyala menyusuri jalan setapak desa yang tengah di landa pemadaman listrik
"sit,sita coba lihat deh ,itu kayaknya dokter ganteng deh
"mana ,mana la !
kedua gadis yang kebetulan berpapasan dengan fadil nampak heboh ketika melihat lelaki yang menurut mereka ganteng , walhasil mereka menghampiri fadil
"mm malam dok ! tubuh sedikit membungkuk sembari tersenyum
"iya malam juga , ! membalas tersenyum mencoba ramah
"dokter mau kemana ! tanya salah satu gadis tersebut agak kikuk
"saya mau cari kios ada gak dekat sini ? pertanyaan yang langsung berbalas tanpa jeda
"oh ada dok di ujung sana ,cuman kalo malam gini biasanya udah tutup pagi nanti baru buka , emang dokter mau beli apa ?sapa tau saya bisa bantu ,,kalo bisa ,,! gadis yang belasan tahun itu ngerocos
"saya mau beli lilin ,!
"lilin ,disini gak ada lilin setiap kali mati lampu kita pasti pake lampu pelita ,bahkan di setiap rumah pasti memiliki lampu itu , masa' iya di rumah bu asri gak ada (pemilik rumah yang di tempati anak² koas)
"ada , tapi gak mau nyala ,
"emmm,minyaknya habis tuh dok ,gini aja dok ,,dokter pulang dulu,entar saya kesana bawain minyak buat ngisi !
__ADS_1
tanpa menolak fadil malah sangat cepat mengiyakan kedua gadis itu pun secepat kilat menghilang dari pandangan pemilik mata sayu itu ,fadil kembali ke rumah disambut muka batu para keempat koas tak lama ketukan pintu terdengar kedua gadis itu datang dengan sebotol minyak tanah well lampu pun menyala meski gak seterang lampu listrik namun di situasi genting cahaya lampu kuning itu sangat berguna
"tut...tut..tut.
"hallo (suara berat)
"udah tidur ya ?
"eh iyaa
"ya udah ,,tidur lagi gih ,
"ah enggak gak udah gak ngantuk lagi kok ,malah langsung seger denger suara kamu (suara semangat agak dipaksakan)
"hehmmh,, yang bener kalo gitu vc aja ya ??
seketika panggilan langsung fadil matikan tanpa permisi sembari mengganti ke mode vc
******
"jjja jangan ,yah mati ,? panggilan berakhir
"duhh gimana ini ,
tentu saja si cewek biduan ini kelabakan karna situasi nya saat ini tak memungkinkan untuk menerima panggilan video call , pipi yang di bertato ileran itu rambut keriting kribo gak karuan akibat jepit gulungan rol ,serta yang lebih parahnya mata kanannya tak bisa di buka karna arfan menularkan virus sakit mata
"pura² tertidur aja kali ya ??? ah gak mungkin kan tadi bilang nya udah segeran ,,ah iya matikan aja ,entar siang bilang habis batre ,,
"ma'afin pacarmu ini ya ? jemarinya menyentuh fitur "matikan "
" uugrhhh,,gara² arfan nih,,
keesokkan paginya Lia bangun membuka perlahan mata yang semakin memerah serta agak merapat nampak bengkak disisi bawahnya
aduhhh sakitt ,,! jeritnya
ia berjalan menuju pintu sengaja menunduk takut bertatapan dengan cermin besar lemari yang berada di samping tempat tidurnya
ia tak berani menatap wajahnya sendiri yang ancur tak berbentuk itu
"hhhhaa ,,! tawa keras tanpa dosa dari sang penular berakibat jotosan di pundaknya
"awww sakit kak ! jeritnya memegang bahunya
"lagian ,orang sakit gini ,di ketawain,,gak nyadar apa keadaan kita tuh sama ? omel Lia
"mending ketawa daripada nangis ,,!sanggah arfan
Lia berlalu menuju dapur walau sesakit apapun matanya tak dapat mengalahkan rasa lapar di kerongkong perutnya si ibu yang melihat kondisinya sangat miris
"nak ,,kenapa gak di periksa aja si ,,?
"ahh gak bu , ngeliat cermin aja malu , apalagi di liat orang ,lagian udah kasih di tetes mata , bentar lagi juga sembuh !
"hhhhmmhh.. (mengehela nafas) kakak adik sama aja keras kepalanya ,,kalo gak sembuh² gimana ??kalo nak fadil datang dadakan gimana hayoo !
__ADS_1
"ahh ibuu ,,
cemberut sembari mengambil piring makan dengan lahapnya seolah sudah gak makan berhari-hari berbeda dengan arfan yang lebih memilih minum karna gak nafsu makan otaknya dipenuhi rasa ketidaksabaran ingin segera bersekolah bukan tuk belajar melainkan pengen ketemu seseorang yang sampai saat ini masih berstatus gebetan wkwkwk
"alhamdulillah saye kenyang nih ,! bersendawa
Lia pun keluar sekedar menyapa alam yang tak diberi sinar oleh sang matahari sebab kabut awan hitam menutupinya
"owh hujan cepat lah turun ,aku mau mandi ! teriaknya
ia tak mau mandi sebab kamar mandinya terdapat cermin yang nemplok di dinding ruang sempit yang hanya muat satu orang yang tentunya mau jongkok maupun berdiri tetap bakal bertatapan dengan cermin itu
"makasih ya allah ,, engkau telah menurunkan hujan yang penuh rahmat ini ,
loncat-loncat kegirangan saat hujan turun dengan derasnya sekejap membasahi tubuhnya satu persatu pot bunga ia angkat ke tengah agar air hujan dapat menyentuh bunga indah yang ia rawat penuh kasih sayang itu
"awhhh...(sangat nyaring)
teriakan menggema terdengar sangat lantang di telinga si ibu yang tengah mencuci piring beliau pun bergegas keluar di susul arfan yang ikutan kaget
"kenapa nak ?si ibu menghampiri anak gadisnya yang terduduk dengan kaki terlipat sebelah serta pot pecah berserakan
"jatoh tergelincir bu ,, ! ucap Lia dengan muka menahan sakit
"hhhhha ,,lagian pake mandi hujan segala ,gak ingat umur ! arfan tertawa cekikikan melontarkan kata-kata yang cukup menjengkelkan Lia
"husshh,, bukannya bantuin kakakmu berdiri malah ketawa !
dengan berjalan hanya sebelah kaki di bantu ibu dan adiknya masuk kedalam kamar lengkap lah sudah deritanya dari sakit mata yang hampir gak bisa jelas melihat dunia ,tulang punggung berasa remuk di tambah kaki bengkak serta luka akibat pot yang terbuat dari tanah liat itu jatuh tepat di kakinya
"hhu hu huu,,gimana ini ,,apa bisa sembuh dalam 2 minggu ,,kalo gak gimana gak bisa ketemu ayang embeb dong ho ho ho,,uhhh ! tangisan pilu merengek penuh kesengsaraan
__ADS_1