
"Awh ,duh sakit ! jerit pasien tengah di tusuk jarum infus sama fadil
"ma'af bu ! ucap fadil
"gimana si ,dari tadi salah mulu ? omel si pasien
berulang kali fadil gagal memasang jarum infus karna tak nemu pembuluh darah vena milik sang pasien, selebihnya karna hati yang tengah dilanda kegalauan , padahal ini bukan pertama kalinya ia melakukan pemasangan infus , setelah 3 kali akhirnya pemasangan infus sukses ia lakukan meski seribu omelan dari sang pasien , beruntungnya ia tak didampingi oleh sang dokter pembimbing , kalo tak wkwkwkwk gak kebayang bakal kena semprot
dengan muka lesu fadil keluar dari ruang pasien,dalam hatinya terbesit rasa bersalah membuat si pasien mengeluh kesakitan karna kesalahannya yang tak fokus itu
"ma'af dek! ucap fadil tak sengaja nubruk orang
"ya gak papa ! jawab si adek
fadil begitu linlung tak karuan ,karna hatinya dipenuhi oleh bayangan wanitanya yang tengah mesra dengan cowok lain
"ughhh, kenapa dia mulu sih masuk di pikiran gue " ucap kesalnya
fadil kembali melangkah menuju bangsal tiba-tiba sosok wanita yang sangat ia rindukan sekaligus membuatnya galau itu lewat dari hadapannya, dag dig dug debaran jantungnya ia mencoba serileks mungkin siap pasang muka jutek menggulirkan bola matanya menatap kearah samping tepi tembok mengira Lia akan menyapanya , namun diluar perkiraannya dengan santainya Lia berlalu begitu saja dari hadapannya tanpa melihat kearahnya sebab Lia tertunduk tengah asyik berkutat dengan ponsel ditangannya
"bussyet ,dia gak ngeh ama gue gitu !! gumam fadil memalingkan badannya memandang belakang tubuh Lia yang tengah berjalan menuju ruang pasien
sebenarnya ia ingin sekali menghampiri Lia melampiaskan semua rasa kesal serta rasa rindu yang tak tercurah kan ,namun karna situasi yang tak memungkinkan baginya yang harus fokus dengan tugasnya terpaksa harus ia tahan
*****
" vin ,kamu dimana ? tanya Lia dalam telpon
"nih diruangan mutiara A21 ,emang lo udah dimana ! tanya vina kembali
"nih udah di lorong dekat ruang intan ! jawab Lia
"oh ,lo tunggu disana ,biar gue jemput ! ucap vina sembari menutup telpon
Lia berdiri menunggu vina ,ia ingin membesuk rico kakak vina yang tengah di rawat akibat kecelakaan kecil
"hey,,gue kira lo nyasar ! ucap vina
"hampir aja vin,abisnya banyak banget nama ruangnya ! oceh Lia
mereka ngobrol sambil berjalan menuju kamar rico tengah di rawat, Lia kembali menemui salah satu teman sejawatnya fadil yaitu jojo
"hey jo ! tegur Lia
"oh hey Lia,, ! jawab jojo
"kok ' kamu disini , bukannyaa.. ! ucap Lia terhenti karna di sela oleh jojo
"oh ,iya nih kebetulan kami dapat tugas pembagian rs jejaring disini, tuk 3 minggu kedepan kami bakal stay disini, ! ucap jojo menjelaskan
"berarti fadil juga disini dong ? tanya Lia
"so ' pasti ! sahut jojo tersenyum
"hemm, segitu mudahnya ia melupakan aku ! sungut Lia menunduk terdengar lirih dengan suara sangat pelan
__ADS_1
"maksud lo ,lupain lo gimana ? tanya jojo mengerutkan keningnya
tiba-tiba jojo dipanggil perawat yang ingin memerlukan bantuannya ,jojo pergi menyusul perawat yang memanggilnya itu tanpa menunggu jawaban dari Lia
"udah deh galaunya ,mending lo cepet move on ,! ucap vina
"dari kemaren juga pengen move on ,,tapi susah banget vin ,! rengek Lia
" entar gue cari cowok buat lo ,biar cepet move on ! ucap vina
"gak mau ah vin, untuk saat ini hatiku masih tertutup untuk yang lain ! ucap Lia lirih
"gila lo ,gimana bisa ngelupain ,kalo gitu mah ,percuma !gerutu vina
kedua bersahabat itu tiba di kamar pasien sang kakak yang bernama rico yang tengah duduk dengan tali infus terjerat di punggung tangan kanannya
" nih ,ibu nitip sup jagung buat mas ! ucap Lia
sembari membuka ranteng
"ayo mas ,dimakan ,,dari tadi kan mas enggak mau makan , gara'gara gak selera ma menu sajian rumah sakit ,! bujuk vina
"gimana mau makan ,susah nih ! sahut rico mengangkat tangan yang terinfus itu
"sini biar gue suapin mas ! pinta vina menarik mangkuk ranteng dari tangan Lia
saat vina hendak mengangkat sendok
"tring,trig,tring dering panggilan masuk berbunyi terlihat no tak dikenal menghubunginya awalnya ia hiraukan ,namun panggilan itu terus berulang terpaksa ia jawab ternyata telpon tersebut dari Evan meminta ia tuk menjemputnya di parkiran mobil
"Lia ,mohon bantuannya ! pinta vina menyodorkan mangkuk tersebut
vina pergi menjemput Evan , seperginya vina Lia mencoba memberi suapan pertama namun rico agak ragu membuka mulutnya , mereka tengah berada di situasi sama'sama canggung
"emm,kalo mas gak mau ,apa nungguin vina aja ya ? ucap Lia sembari meletakkan mangkuk tersebut
"siapa bilang gak mau ,,lo nya aja yang lemot ! ucap rico berpura ketus mencoba menahan rasa canggungnya
"lemot gimana ,buka mulut aja enggak gimana mau nyuapin ,takut di racunin ? gerutu Lia ngegas
"udah gue lagi sakit ,gak mau debat ama lo ,,sini biar gue aja makan sendiri ! pinta rico
"enggak ,biar aku aja yang nyuapin ! ucap Lia melihat kondisi rico yang gak memungkinkan tuk makan sendiri
Lia pun mengambil satu sendok sup jagung siap meluncur kedalam mulut rico ,
"plis jangan bikin gue malu " ucap rico membatin dengan rasa deg deg ser akhirnya rico membuka mulutnya (nyam..nyam ) sebenarnya adegan suap'suapan tersebut memang ditunggu rico sedari tadi hanya saja ia terlalu canggung ,sebab selama ini ia menyukai Lia namun tak pernah berani untuk mengatakannya ,karna rasa gengsi maklum sebelumnya ia mengganggap Lia sebagai musuh bebuyutan nya ,benar kata orang benci itu bisa jadi cinta mungkin kata itu cocok untuk rico
Lia tersenyum kecil melihat tingkah laku rico bak anak kecil yang tengah disuapin ibunya ,ia tak pernah menduga rico si jahil ini bisa bersikap seperti itu,Lia pun kembali memberikan suapan kedua namun seseorang merampasnya
"eits,sini gue aja ! pinta Evan merebut mangkuk serta sendok di tangan Lia
entah karna terlalu fokus menyuapi rico ,hingga Lia tak mengetahui kapan Evan masuk dan mendekat secara tiba-tiba merebut mangkuk tersebut
"van , bukannya vina yang jemput kamu ? kok dia gak bareng kamu ??? tanya Lia celingukan mencari vina
__ADS_1
"iya ,tadi pas nganter gue kesini ,dia langsung balik ,katanya mau cari cemilan ! ucap Evan
"yah kok' ngajak aku ,,emang vina cari cemilannya dimana ?? tanya Lia
"yah mana gue tau ,! sahut ketus Evan
Lia mengambil ponselnya segera menelpon vina , setelah dapat jawaban dari vina yang meminta ia menemuinya di kantin ,Lia bergegas pergi keluar
" woy , sini ! teriak vina melambaikan tangannya
" lo mau apa,tahu goreng atau baso goreng ! ucap vina menawarkan
"baso goreng dong ! jawab Lia
"bu satu porsi baso goreng sama es jeruk ya ? pinta vina kepada si ibu kantin
ia sangat tau minuman kesukaan sahabatnya itu
"vin aku mau ke toilet bentar , kebelet ? ucap Lia sembari beranjak dari duduknya
sekali lagi ia di pertemukan dengan fadil yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya namun kali ini berbanding terbalik ,rasa cinta yang masih melekat dalam lubuk hatinya membuat debaran jantungnya berdegup kencang tak karuan
Lia menundukkan kepalanya karna bingung ingin menyapa tapi sedikit ada rasa tak percaya diri , fadil berjalan berbarengan dengan residen menjelaskan tentang kasus pasien yang tengah ia ambil ,hingga matanya hanya fokus menatap wajah sang residen itu
"duhh ,sapa gak ya ??kalo di cuekin gimana ! gumam Lia sengaja memperlambat langkah kakinya ,tak ada tanda pergerakan dari fadil
tughh,,,,.!!
Lia sengaja menjatuhkan tasnya namun fadil tetap tak bergeming dan terus berjalan melewatinya, akhirnya ia memutuskan mempercepat langkah kakinya menuju toilet
"ugghhh ,pura'pura gak ngeliat aku lagi ! apa hubungan kita sudah tak bisa kembali seperti dulu lagi ! gerutu nya sembari membasuh mukanya
__ADS_1