MUNGKIN SUDAH TAKDIR

MUNGKIN SUDAH TAKDIR
SEPERKIAN DETIK


__ADS_3



" ckckck ,usia lo berapa si ? makan belepotan gitu kayak anak TK ,! oceh Evan



"kamu tuh ya,,hobi banget si gangguin orang ? ucap Lia agak ketus



"hah ,,lo orang ? gue kira badut hhha ! ledek evan tertawa



Lia teramat kesal iapun berlalu pergi sambil membawa beberapa iris potong kue yang tersaji berjejer rapi di meja panjang tersebut,ia keluar ikut berdesakan dikerumunan para tamu ,tengok kanan dan kiri mencari vina karna gak ketemu ia mencoba menelpon namun tak dijawab oleh vina " uh ,kemana si ni anak ,,gak di angkat lagi " gerutunya sambil kembali berjalan mencari sahabatnya itu matanya melototi disekeliling berharap dapat menemukan vina, layaknya sahabat sejati vina pun tengah sibuk mencari Lia



"lo lagi cari siapa ?? tegur Eka



"eh lo ,ya nih gue lagi cari Lia,, temen gue ! sahut vina



"ikut gue yuk ngerjain amel ,,! pinta Eka



"tapi,, ! ucapan vina langsung di sela Eka



"udah ayok,,soal temen lo itu ,,nanti juga ketemu kok ?



Eka ingin memberikan kejutan tuk amel yang tengah berulang tahun ,tetapi bukan kejutan pemberian sebuah kado melainkan jebakan batman wkwkwk



sementara Lia menyendiri di teras belakang karna sudah cukup capek mencari vina yang tak dapat ia temukan itu,seribu omelan terucap dari mulut Lia "huhh,,tau gini mending gak ikut ,!



aduhhh,,! jeritnya memegang jidat saat kerikil batu kecil mendarat di kepalanya



"kena ya ,,wah lemparan gue tepat sasaran ! ucap Evan muncul dengan tiba-tiba



"ughhh,,,sakit tau ! bentak Lia menonjok dada berotot itu



"bussyett,,kuat banget tonjokan lo,sakit nih dada gue ,,uhuk uhuk..!Evan berpura-pura batuk



"beneran sakit ya,, duhhh ma'af gak sengaja ,, habisnya kamu juga sih ?????ucap Lia cemas sembari mengelus dada Evan



"wee,,kena tipu ,,!ucap Evan dengan bibir menjulurkan lidahnya



"uhh,,resek



"lagian ,, lo ngapain disini , orang lagi rame2 nya didalam ,lo bengong ndiri ,,



"terserah aku lah ,,aku mau dimana kek,ngapain kek ,bukan urusan kamu !!



ikut gue ,,!!


tanpa menunggu ucapan setuju dari Lia tangannya menarik lengan Lia secara paksa membawa Lia keluar dari tempat itu , berontak kan Lia tak Evan hiraukan



"duhh Evan tangan ku sakit ,,! rengek Lia



"ups,,sorry sis ,,



"ayo masuk ? pinta Evan menyuruh Lia masuk kedalam mobilnya


dengan terpaksa Lia pun masuk disusul oleh Evan



mau kemana si van ??



udah diam lo ,,



mata Lia melirik kearah jalan ia tersenyum-senyum nyengir gak karuan ia teringat suatu kenangan indah ketika ia berkeliling kota bersama fadil ,


__ADS_1


"bener'bener cewek gila ,senyum'senyum sendiri ! gumam Evan



"aku denger tau ,,!ucap Lia



"jangan bilang lo keinget sama ,,,siapa tuh cowok yang kata lo kemaren ! tanya Evan



"ma'af mas kata'kata saya gak bisa di fotocopy ? canda Lia menatap kembali kelap kelip lampu jalanan tersebut



mereka berhenti di depan pagar setelah Evan membunyikan klakson seorang wanita paruh baya mengenakan daster membuka pagar tersebut , mobil yang dikendarai Evan pun meluncur masuk



"waooooo,,ni rumah apa gedong si ???? mulut Lia membentuk huruf O ketika melihat rumah besar nan mewah terpampang di bola matanya



"woy,,,buruan masuk !!? ajak Evan



"ngapain,, ? tanya Lia



"nanya mulu si ,,kalo gak mau masuk ya udah ,,paling entar si rambut panjang nyamperin lo "kata Evan menakut-nakuti Lia



"si rambut panjang ,, maksudnya "aaaa ishhh...nyebelin merinding nih ! teriak Lia sembari berlari mendekat ke samping Evan



jemari Lia memegang ujung jas Evan ,karna rasa takut datang akibat bualan mulut kosong si cowok resek itu,senyum mengembang terpancar dari wajah Evan merasa puas telah menjahili Lia,Evan membawanya ke ruangan penuh gitar serta alat musik lainnya studio mini miliknya yang sering ia gunakan tuk latihan



"hemm,, studio musik ,,


ngomong'ngomong "ngapain kamu ajak aku kesini ??



Evan tak menjawab pertanyaan itu ia malah duduk santai sembari memainkan jemarinya dengan gemulai menari bak pianis terkenal



"secarik kertas puisi indah yang kau


tuliskan untuk ku


"kusimpan rapi dalam memori yang tak


terjamah


"tangis meruak cinta yang berakhir tanpa


alasan


" pergilah jika itu mau mu ..



sepenggal lirik lagu yang Evan nyanyikan , seolah mengisahkan tentang percintaan Lia , membuat butiran air mata menetes pilu di pipinya



"kenapa lo ,, melow drama amat , ampe nangis gitu ???



"ah ,,eh siapa juga yang nangis '



"caelah ,,pake bohong segala ,,gue ngajak lo kesini bukan dengerin rintihan tangis lo ,,tapi gue pengen minta saran ama lo tentang nada yang gue nyanyikan barusan ,, menurut lo gimana ??



"gimana apanya ?



"yah ,apa kek ,,kurang garem atau gula gitu !



"yee,,dikira nyayur apah ,,



"gue denger suara lo nyanyi waktu kawinan vina kemaren,,jujur suara lo keren



"huhu makasih , ternyata diakuin juga, setelah sekian lama akhirnya aku punya fans , terimakasih ya Allah ,,



"udah ,,jangan lebay lo ,buruan kasih gue penilaian



"idihh,, berasa jadi dewan juri nih



hampir satu jam mereka berbincang-bincang pukul 10.14 Evan melirik jam tangannya , iapun berniat mengantar Lia pulang ,saat masuk kedalam mobil suara deringan telepon milik Evan yang tertinggal dalam mobil berbunyi tangannya meraih ponsel dan menjawab panggilan itu yang ternyata dari kekasihnya

__ADS_1



"huh sok lembut,,giliran ngomong ma aku aja,,kasar banget "ucap Lia membatin



Evan masuk kembali kedalam mobil ,ia siap meluncur kembali menuju tempat acara pesta ulang tahun ceweknya itu , sesampainya Evan meminta Lia bergegas turun sebelum dilihat Eka , kekesalan nampak dari wajah Lia sebab ia mengira Evan mengantarnya pulang ke rumah



"moga aja vina belum pulang ,,HP ku mampus lagi "gerutu Lia sambil berjalan masuk ke ruangan pesta itu ,tapi ruangan itu kosong yang ada hanya sekelompok para pelayan bertugas membersihkan tempat itu



"ughhh,,,sial ! teriak kesal Lia kegusaran



akhirnya ia memutuskan tuk pulang jalan kaki sembari menunggu taksi atau mangjek yang lewat , hampir separo jalan ia berkelana tak satupun taksi atau mangjek yang lewat


ketidakberuntungan datang tanpa diundang



"byurr..sur..rrr..!!!



guyuran air hujan yang amat deras jatuh ke bumi tanpa sempat berteduh, alhasil gaun yang ia pake basah kuyup ,Lia menggigil menahan rasa dingin sambil berlarian tuk berteduh


sorotan cahaya mobil menyilaukan matanya hingga berkedip berulang kali ,mobil tersebut berhenti didepannya



"Evan ! ucap Lia ketika melihat Evan turun dari mobil



bak aktor dalam drakor Evan datang menodongkan payung sembari merangkul pundak Lia mengajaknya masuk kedalam mobil,rasa dingin yang tak tertahankan membuat Lia pasrah saat Evan menyentuh pundak serta merangkulnya




*****


di tengah kebasahan yang menimpa Lia , berbanding terbalik dengan fadil yang merasa sangat senang sebab besok ia akan pindah ke rumah sakit jejaring tuk bisa lebih banyak mendapat kasus pasien agar logbook nya terisi dan mempermudah stase bedahnya,


yang membuatnya seneng buka itu si melainkan rumah sakit jejaring yang bakal ia datengin iyalah rumah sakit tempat mamahnya tercinta mengabdi ,tentu saja harapan indah bisa bertemu dengan wanitanya itu akan cepat terkabul



"ishhhh,,,ayolah mata ,, plis tidur dong ????



fadil berusaha memejamkan matanya tapi rasa ketidaksabaran ingin bertemu dengan wanita yang ia cintai itu membuat matanya selalu membayangkan wajah Lia,tubuhnya balik kanan dan kiri begitu gelisah tak karuan



"bisa diam gak si lo dil ! omel Jojo



"tau nih ,,dari tadi kayak cacing kepanasan gak bisa diem ! sela heru yang mulai ikut nebeng di tempat fadil kebetulan ia satu tim dengan fadil dan jojo dikirim kerumah sakit yang sama



"gue tau ,,lo pasti gelisah pengen ketemu ama cewek lo kan ? tebak Jojo



"jadi makin penasaran gue ama ceweknya , teman kita sangat tampan yang tak kalah dari aktor Korea ini, begitu tergila'gila di buatnya ??? ucap heru



fadil tak menghiraukan ocehan para temannya itu ,ia bangkit berjalan keluar kamar langkahnya terhenti di ruang dapur , sebungkus kopi susu ia tuang kedalam segelas air hangat



"wanita ku ,, kuharap kau menanti pertemuan ini ,,seperti aku yang menunggu seperkian detik tak sabar ingin menemuimu " ucapnya sembari menyeruput segelas kopi susu tersebut


















__ADS_1




__ADS_2