
Rangkaian tugas dari visite lanjut biko alias bimbingan koas serta laporan tugas dan kini fadil pun melanjutkan tugasnya di poli anak bantu si dokter konsulen nganamnesis plus antropometri pengukuran tinggi badan,berat, status gizinya si kecil dan lain lain menyangkut tumbuh kembang si kecil
saat perjalanan menuju ruang poli ponsel fadil dengan nada senyapnya bergetar menggoyangkan saku jas senelinya
"drrrrt.. drrrt..
"hallo ,ada apa pah ? mengangkat panggilan masuk dari papahnya
"ada yang mau papah bicarakan,bisa temui papah gak ?ucap pak anwar
"emang papah dimana ? tanya fadil
"di lobi dekat parkiran ! jawab pak anwar
fadil menutup panggilan segera menyusul papahnya dengan perasaan heran bingung mengapa si bokap mendatangi tempat koasnya yang sangat jauh memakan waktu 5 jam ,bahkan ini pertama kalinya beliau datang ke tempat itu selama ini cuma nelpon plus transfer uang doang
"waah ,anak papah kurusan ya ! ucap pak anwar sembari memberi memeluk sang anak
"ada apa pah , tumben pake banget nyamperin kesini ? melepas pelukan
"kan tadi sudah papah bilang ,ada sesuatu yang ingin papah bicarakan sama kamu ! tersenyum simpul
"kalo gitu ngomongnya di mobil aja ya pah ,biar enak ! ajak fadil
mereka berjalan melangkahkan kaki seirama menuju tempat khusus parkir mobil para staf karyawan rumah sakit itu nampak berjejer rapi kumpulan ban roda empat fadil pun membuka salah satu pintu mobil yang terparkir itu
"kamu beneran serius soal pernikahan kamu dengan selly dil !
"owh,, jadi papah jauh² kesini ,ngebahas tentang itu ya ,
"iya ,bagi papah ini sangat penting karna menyangkut seluruh keluarga
seketika lelaki tampan itu menundukkan kepalanya mulai menyiapkan kata demi kata untuk ia curahkan dengan ayah sekaligus sahabat baginya itu
"awalnya aku ragu pah, namun ku pikir inilah cara agar mamah mau memberikan restunya kepada kami ,jadi aku memutuskan untuk menikahi selly
"papah gak setuju dengan keputusan mu ,,kalo niat kamu menikah hanya untuk bercerai yang ada hanya bikin malu ,udah capek² ngurus ini itu taunya sebulan cere , terlebih ayahnya selly itu rekan kerja papah,mikir gak si kamu
"terus aku harus bagaimana pah ?aku bingung,,dipikiranku hanya Lia,Lia dan Lia , semuanya menyangkut Lia apapun akan aku lakuin demi bisa menikahinya termasuk dengan cara ini
"papah saranin kamu batalin , masalah restu ,biar nanti kita cari caranya ,ini demi kamu juga dil, takutnya gak sesuai dengan rencana kamu yang nantinya malah membuat kalian terpisah
"gak kok pah,aku rasa ini sudah cara yang tepat ,papah tau sendiri kan ,kalo keinginan mamah itu harus diturutin ,dan fadil yakin mamah gak akan ngingkarin janjinya
"tapi dil ..
"pah ,aku yakin kok ,,ucapan mamah bisa di pegang
"mmhhh..
helaan nafas berat pak anwar yang tak dapat berkata apa-apa selain menuruti alur jalan pemikiran anaknya
percakapan berakhir pak anwar pun pulang dengan rasa kecewa harapannya agar anaknya membatalkan pernikahan itu sia-sia jika saja pernikahan itu didasari rasa cinta dan keinginannya sendiri bukan diselubungi dengan embel-embel perceraian toh beliau tak akan ambil pusing seperti ini
*****
"Lia ,di depan kamu itu makanan ,bukan cucian di kucek² ,! tegur ibunya
"ahh ,,iya bu ! menelan makanan secara paksa
"tau nih kakak , dari tadi bengong aja ,lagi mikirin si kembaran ku ya kak ? oceh arfan
Lia tak meladeni banyolan mulut ceriwis sang adik ia mempercepat aksi makannya segera bangkit menuju kamar ,ia duduk di muka cermin sembari memangku dagu
"aku tau kamu ngelakuin ini karna iming² janji dari mamah kamu tapi ..gimana kalo semua itu diluar rencana kamu dan malahan kamu.. , argghhh sakit ! seketika pandangan cermin terlihat kabur tertutup pancaran air mata
__ADS_1
di tengah tangisan pilu tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya Liapun menghapus air matanya dengan ujung bajunya beranjak membuka pintu
krekk..
"vina ! suara serak mata sembab membuat sahabatnya itu bertanya
"lo kenapa , kok kayaknya habis nangis ?
Lia tak menjawab dengan lisan tetapi dengan pelukan tanda kalo dugaan vina itu benar ,vina mengelus-elus pundak Lia sembari mengajaknya duduk dan bicara
"ada apa ? cerita deh ,
"vin ,3 bulan lagi fadil menikah dengan selly
"what,, gue gak salah denger kan ! mata melotot dengan mulut terbuka lebar
"aku harus gimana vin ! sambil terisak
"bentar dulu deh, emang lo dapat kabar dari siapa kalo si ganteng mau nikah ?
panjang kali lebar cuapan mulut Lia bernada amat lirih menceritakan percakapan antara ia dan selly si bumil dengan perutnya menggelembung itu ikut menangis
"Lia , perjalanan cinta lo sesedih ini si,,hiks hiks
"kok kamu ikutan nangis si vin ,drama banget deh ,
"habisnya , sedih amat ,lo pacaran ama dia udah 3 tahun cuy,dari gue perawan ampe gak perawan dikawinin kevin dan sekarang gue hamil bentar lagi punya babyni ,,eh ujung² nya si ganteng kawin ma cewek lain ya walaupun bukan keinginannya ,,tapi kan .. uh gak kebayang gue
" kamu aja gak kebayang apalagi aku ,,iya walaupun niatnya untuk mencari restu mamahnya demi kelangsungan hubungan kami,tapi yang namanya orang sudah menikah terus satu atap gak mustahil kan rasa itu bakal tumbuh ,aku takut vin
"itu juga yang ada dipikiran gue ,,terus apa lo gak ada niatan buat mencegahnya gitu
"pengen ,tapi gak tau caranya
keesokkan paginya Lia sibuk menghitung uang hasil memutilasi celengan bebeknya ia berencana pergi menemui sang kekasih yang tengah menempuh pendidikan koasnya di kota pariangin ,berbekal uang gabungan antara receh dan lembaran kertas yang nominalnya mencapai lima ratus ribu itu ia gunakan untuk ongkos
"bu , vina ngajak aku nginep di rumah mertuanya ,boleh kan bu ? pintanya berbohong
"waduhh ,dengan perut besarnya itu ! ucap si ibu
"pake mobil kok bu ,boleh ya bu ya ya ya ,," rengekan manja membujuk
"mhh ,, baiklah ,gak lama kan ? tanya ibunya
"dua hari bu ! jawab Lia
setelah mendapat ijin Lia yang sudah menyiapkan semuanya sejak tadi malam pun berangkat dengan menenteng tas ransel yang cukup membuat perlengkapannya berjalan menuju terminal tempat bus yang akan membawanya bertemu dengan belahan jiwanya
"ma'afin aku bu ! ucapnya membatin sembari menaiki bus
petualangan cinta pun dimulai ia menatapi di sekeliling kota yang tampak asing di matanya itu perlahan berjalan mengitari di sepanjang halte ia meraih ponsel berniat menelpon fadil namun tak ada jawaban , langkahnya terhenti di sebuah warung makan kecil yang tampak ramai pembeli
"bu ,es teh satu ya! sembari duduk berhimpitan dengan para pembeli lainnya yang merupakan penggemar lontong balap menu andalan warung tersebut
"sama lontong balapnya ya dek ? tanya si penjual
"ya bu !.sahut Lia
sambil menunggu ia terus menghubungi fadil namun lagi-lagi hanya di jawab oleh sang operator ia yang tak tau jalan itu terpaksa harus bertanya dengan orang asing tak di kenal salah satu pelanggan yang tengah duduk di sebelahnya
"emm ma'af mas numpang tanya ?
"iya mbak !
"rumah sakit daerah sini jauh gak mas ?
__ADS_1
"lumayan jauh , mbaknya mau kesana ya ?
"iya
"bareng saya aja mbak ,saya juga mau kesana ?
"ah enggak mas ,takut ngerepotin
"enggak kok ,
menu pesenan tiba di meja kayu persegi panjang lengkap dengan minuman penyejuk tenggorokan di tengah siang nan panas sangat terik sinar matahari pun nampak terasa pengap di pondok kecil beratapkan seng itu
"berapa bu ? sambil berdiri mengambil dompet dalan tas ranselnya
"10 ribu dek !
iapun mengeluarkan uang pecahan sepuluh ribu sesuai harga yang penjual katakan si mas yang menawarkan tumpangan itu tengah bersiap mengambil sepeda motornya yang terpakir di samping warung tersebut meski sempat ragu akhirnya Lia memberi kepercayaan kepada si mas yang ternyata memang baik itu
"terimakasih banyak mas ? ucap Lia yang di beri anggukan serta senyum ramah si mas
langkah kakinya mulai menapaki koridor rumah sakit berjalan celingukan mencari meja resepsionis berharap dapat menemukan informasi keberadaan fadil
"huhh pegel , ! gerutu nya sambil duduk mengatur nafas lelahnya sebab rumah sakit itu sangat besar dan berliku hingga sedari tadi tak kunjung ia temukan meja informasi tersebut
"hey kamu ceweknya fadil kan,!tegur seseorang yang merasa kenal dengannya
"iya kok tau ?kerutan dahi nampak heran
"aku doni teman fadil ,aku pernah ngeliat foto kamu di laptop fadil,tadi aku sempat ragu bener gak ya ? ketimbang penasaran aku samperin deh,eh ternyata memang benar ! ucap doni
"emm,,gitu ya
"owh ya ,,ngomong² kamu kesini cari fadil apa jenguk seseorang ?
"cari fadil lah ,kamu tau gak sekarang dia dimana ?
"fadil hari ini gak dinas ,baru aja ia pulang , mungkin sekarang lagi meluk bantal tuh, karna iya tadi malam kena tugas jaga ,
"kalo gitu kasih tau aku dimana rumah kontrakannya ?
"aku anter aja ya ! tapi bentar ,aku ijin dulu !
doni pergi meminta ijin sementara Lia duduk diam dengan pikiran kosongnya menunggu sambil memangku dagunya,tak lama doni kembali menghampiri nya dan siap mengantarnya
__ADS_1