MUNGKIN SUDAH TAKDIR

MUNGKIN SUDAH TAKDIR
MENGINAP


__ADS_3



kami berjalan menuju dapur mataku kembali di suguhkan dengan interior dinding berkeramik floral yang membuat ku tercengang adalah ketika melihat sekeliling ruang dapur mini itu penuh lengkap dengan perabotan alat rumah tangga bahkan tertata sangat rapi , khayalan indah merasuki bayang-bayang mataku



"ah indahnya ! tanganku menyentuh pipi dengan mata terpejam



"hayoo ,lagi ngehayalin apa ,aku ya ? tegur fadil mengagetkan lamunan indahku



"huum ,oh ya kita masak apa nih ! ucapku mengalihkan pembicaraan



fadil melemparkan senyum jahilnya tanpa menjawab pertanyaan ku ia berjalan mengambil tempat dalam rice cooker serta membuat beras yang dalam rice box itu



"nih kamu cuci beras ya ,terus masak ! pintanya



"asiaap bos ! sahutku



sementara ia kembali mengambil sesuatu dalam kulkas dua pintu itu satu kaleng lauk instan dan 2 biji telor ia keluarkan



kamipun mulai sibuk melakukan aktivitas kami masing-masing bak layaknya pasutri sesekali ia memberi kiss dadakan pada pipiku


serasa sama seperti apa yang ada dalam khayalan ku barusan


setelah selesai kamipun segera menata di meja bundar lengkap dengan kursinya



"yeyy,,selamat makan calon misua ku ! seru ku



"selamat makan juga calisku ! sahut fadil



mulut kami terbuka lebar siap melahap makanan yang kami masak dengan tangan kami sendiri, mungkin karna lapar hingga semua makanan yang tersaji itu ku habiskan tanpa malu gak nyisain sedikitpun buat fadil entah ia ingin nambah atau enggaknya yang jelas udah habis bis bis



"hemmm ,,makan sebanyak itu kok gak ngaruh ke badan si ,kemana larinya tuh makanan yang masuk dalam mulut kamu ,, ! fadil meledekku



"ihhh,, ngeledek aku ya ! ucapku kesal



" gak bercanda doang ,jangan marah dong ,entar gemesnya ngilang ! ucap fadil menyentil hidung ku



setelah selesai makan kami kembali berbagi tugas fadil membersihkan meja sementara aku mencuci piring sekitar 15 menitan semua pun beres



"udah jam 9 nih kita pulang yuk ? ajak fadil



"oke ! sahutku



sebenarnya aku ingin masih berlama-lama dengan nya tapi bagi kami yang KTP nya masih berstatus lajang ini mau tak mau harus pulang ,fadil memasangkan helm serta memakaikan jaketnya padaku



brum..brum..brum



fadil menghidupkan motor gedenya kakiku pun mulai ancang-ancang untuk segera naik namun secara tak diundang datang begitu saja

__ADS_1



"brussshhh...



hujan mendera begitu lebatnya disusul kilatan petir bergema serasa menggelegar di telingaku fadil turun dan menarikku ke teras



"duhh hujan gimana dong,,



"yah nunggu berenti lah ,terus mau gimana lagi ,mau mandi ujan



"ya enggak lah ,



karna cukup lama tak kunjung berenti kami memutuskan untuk kembali masuk kedalam rumah cantik itu aku duduk di sofa sementara fadil pergi ke dapur



"nih hujan gini enaknya minum yang anget'anget ! ucap fadil menyodorkan segelas kopi susu ke tangan ku



"heem , tau aja kamu ,kalo aku suka kopi susu ! ucapku



"apa si yang aku gak tau dari kamu ! jawabnya



"HP kamu mana ?sini pinjem bentar ? pintanya



"nih !



fadil mengambil HP ku entah apa yang akan dilakukannya dengan HP tersebut terlihat ia menyentuh layar itu dan kemudian mengangkat dan meletakkan ketelinganya iapun berbicara dengan seseorang dalam telpon itu




"aku sudah ngasih tau ibu tentang situasi kita ! ucapnya memberitahuku sembari mengembalikan HP ku



"terus apa kata ibu,apa ibu marah ?



"enggak,malahan di suruh ibu nginep aja soalnya udah kemaleman ,takut kenapa'napa di jalan ,,gitu sih kata ibu ,,



"nginep disini kita ber ..dd dua aj ah ! ucapku terbata mulai merasa gugup teringat akan ciumannya tadi yang hampir membuat kami kehilangan kendali



"tenang ajah ,,aku gak akan mengulangi hal semengerikan tadi ,,ma'af aku sangat menyesal ! katanya nampak sangat tulus



"bu bukan gitu maksud ku ,emh ,,aku percaya kok sama kamu ,hanya saja ,humm kamar tidur kan cuma satu ,gak mungkin kan kita tidur ba reng !



"enggak lah ,aku tidur di sofa ini aja ,kamu yang didalam



"enggak ,gak ,kamu aja yang di kamar ,biar aku yang di sofa



"beneran mau di sofa ,,ya udah aku masuk ya , ! ucaf fadil berlalu membuka pintu kamar



padahal aku cuma basa-basi doang karna aku yakin ia gak mungkin ngebiarin aku tidur di

__ADS_1


sofa, eh taunya ia nyelonong masuk



"uhh nyesel tau gini ,,harusnya aku langsung masuk aja ,lagian nih mulut sok'sok an si ! sungutku kesal



aku membaringkan tubuhku sambil mencoba memejamkan mata , kegelisahan datang menyambangi rasa takut bergelut karna rumah ini kan baru di bangun lebihnya lagi jarang di tempati pastinya ..hem gak bisa di ucapin dengan kata-kata lah yang jelas aku sangat takut merinding gitu



balik sana balik sini terus bangkit bangun berdiri coba duduk terus rebahan lagi pokoknya gelisah banget lah sementara fadil gak keluar samasekali



"ughhh ,dia tega banget si , keluar kek tanyain aku takut atau enggaknya , setidaknya nunggu aku ampe tidur lah ! aku terus ngedumel



mungkin karna sangat mengantuk tanpa kusadari mataku sudah terpejam mimpi pun mulai bereksperimen menemani tidurku


keesokkan paginya aku terbangun dengan sangat kaget melihat di sekeliling dinding dengan cat nya yang berwarna pastel , jendela yang tertutup gorden cantik bercorak bunga ,serta lemari baju kaca transparan yang lebih mengejutkan adalah ranjang empuk nan tinggi tempat yang saat ini aku tiduri lengkap dengan bedcover motif bunga juga nempel di tubuh ku



"loh kok aku disini , bukannya aku di luar ,apa jangan'jangan aku tidur sambil jalan ya ? gak mungkin ah ! gumamku



akupun bangkit berdiri membuka pintu mataku celingukan mencari fadil aku melangkah pergi kedapur namun fadil tak terlihat samasekali ,aku kembali keluar membuka pintu utama sambil tengok kanan dan kiri lagi-lagi tak ku temui batang hidungnya



"apa dia ninggalin aku !



aku mulai cemas dan kembali berlari masuk kekamar mencari HP aku keluar lagi setelah tak menemukan HP di dalam , ternyata HP ku berada di sofa ,sialnya HP ku mati kehabisan batre di tengah kepanikan tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar keras


























__ADS_1



__ADS_2