MUNGKIN SUDAH TAKDIR

MUNGKIN SUDAH TAKDIR
KAU YANG NYALAKAN


__ADS_3



***



Gara-gara si cowok gila ngeselin itu yang memintaku tuk teriak nyebutin sesuatu hal yang tak seharusnya ku ucapkan , sekarang aku jadi bahan komentar orang-orang si pengguna medsos ,lah mending yang baik-baik nih mah kebalikannya aku dibilangin sok kecakepan lah sok kebelet minta di pacarin lah ampe di katain "kok cowoknya mau ama tu cewek buta kali ya " huhh pedes banget pokoknya bikin nambah sakit hati aja , mereka itu kayak gak ada bahan omongan suka ngomentarin hal tabu yang tak tau kebenarannya


sebelumnya aku gak tau tuh tentang medsos atau apalah semacamnya,tapi karna mas rendy ngasih HP baru plus di ajarin tentang hal berbau dunia Maya jadilah sekarang aku penikmat dunia maya bisa-bisa jadi suatu rutinitas baru nih




"mbak tumben kesiangan ,biasa subuh udah ngelapak ! tegur salah satu calon pembeli



"ah iya bu ,,telat bangun hee ! jawab ku sambil nyengir


akibat semalaman sibuk ngebaca semua komentar terus buka semua konten yang menurut ku asyik maklumlah bak orang udik yang baru tinggal di kota



"ayo bu sayurnya masih segar ! teriakku pada setiap ibu-ibu yang lewat



hampir 2 jam aku menunggu para calon pembeli namun tak satupun berminat membeli sayuran ku



"pasti karna kesiangan nih para pelanggan ku kabur deh "gumamku



aku pun berinisiatif menjajakan daganganku berkeliling menggunakan sepeda motor


tiap gang serta rumah di pelosok ku sambangin berharap mendapati pundi-pundi rupiah dari emak-emak yang malas kepasar


usaha tak membohongi hasil , rezeki tak kemana sayuran ku ludes terjual



"Alhamdulillah , besok keliling lagi ah ! ucap syukur ku dan berniat tuk mengulangi hal yang sama



saat hendak pulang aku melewati lapangan sepakbola yang sering ku datengin kala suasana hati tengah kacau ,akupun berhenti dan duduk menatap di sekeliling begitu heningnya tanpa ada satupun orang di lapangan ini karna tempat ini sudah lama tak digunakan dengan alasan terlalu sempit hingga menjadi tanah lapang nan kosong melompong


semua kenangan indah muncul satu persatu hadir di sela keheningan bayangan fadil dengan senyum manisnya seolah nyata menghampiri ku membuat air mata menitik dengan pilunya ,di tempat ini fadil pernah berjanji padaku takkan pernah berenti mencintaiku sampai maut memisahkan kami, di tempat ini pula kami menghabiskan malam panjang bersama sekaligus malam terakhir sebelum ia memutuskan ku



"kamu satu'satunya orang yang selama ini menyalakan pelita di ruang hatiku


kamu pula yang meredupkan kembali pelita itu"



"tapi mengapa harus memutuskan tanpa alasan yang jelas ,ah aku gak terima " ucapku berteriak keras hanya tuk melampiaskan kekesalan



tiba-tiba satu pikiran muncul di kepalaku tuk mencari jawaban mengapa ,kenapa dan apa yang membuatnya memutuskan ku??? dengan tekad kuat ku langkahkan kakiku menuju sepeda motor tuk menemui selly saat ini orang yang bisa memberiku jawaban hanya dia ,sebab ingin bertanya pada fadil toh sangat gak mungkin dengan jarak segitu jauhnya


__ADS_1



aku sampai di butik tempat biasa selly berada namun kekecewaan menerpaku


"ma'af mbak selly nya ada ? tanyaku ke salah satu karyawatinya



"oh cari mbak selly ya ? iya berangkat ke Munchen seminggu yang lalu mbak ! jawabnya



"hah munchen itu dimana mbak ? tanyaku kembali



"ndak tau juga mbak , yang jelas ke luar negeri mbak ! sahutnya dengan logat jawanya



dengan kekecewaan aku pulang ke tempat paling ternyaman dari semua tempat yaitu rumah ku sendiri ,hanya dengan 2 ketukan pintu rumah terbuka di sambut muka cengengesan arfan yang siap membajakku satu telapak tangan bak kuncup bunga yang menandakan ia ingin uangku



"buat apa'an ?



"hhehe, futsal kak !



"huh baru juga nyampe ,tawarin aku makan kek minum kek atau apalah biar lelahku hilang,,ini malah ngebajak ! omel ku sembari membuka tas mungil yang terselip di pinggangku



"kakak emang emm ! ucap arfan merentangkan jempol ke wajah ku



"ck ck ck gak capek apah baru juga pulang sekolah,, udah ngefutsal lagi " ucap ku geleng-geleng



gak cuma badanku doang yang lelah pikiran ku pun juga lelah sekarang cara cepat menghilangkan semua itu adalah dengan tiduran



****



Pukul 07 malam terpampang jelas di jam tangan milik fadil,stase jaga bangsal telah menunggunya malam ini ia bertugas jamal alias jaga malam hal yang paling melelahkan bagi para koas sebab ia akan berjaga semalam suntuk bahkan yang paling melelahkan jika pasien baru datang bejibun bakal gak ada tempat tuh tuk mengistirahatkan mata walau sejenak sebab ia akan mengurus pasien-pasien tersebut sampe selesai dan akan berlanjut esok harinya ,



"wahh,,ada 'ada aja,, ni cewek kesenengan kali ya "dapet cowok tampan ampe segitunya teriak ,gue sebagai cowok mah malu di gituin ? ucap salah satu teman jaga fadil saat melihat video sosmednya



"video apa an si yang lo liat her?tanya fadil penasaran



"nil lo liat dil, ? ucap heru teman barunya memperlihatkan video itu


hantaman keras seakan menepuk jantung fadil ketika cewek yang dimaksud heru itu ialah wanita yang sangat ia cintai dengan lantangnya mengucapkan "lelaki pujaan ku " di depan cowok lain


__ADS_1


"gimana tanggapan lo dil , pastinya sama dengan gue kan ,! kata heru


fadil hanya menggangguk mencoba menahan diri agar emosi tak menyulutnya



"her gue ke toilet bentar ? ucap fadil mengembalikan ponsel milik heru



sepanjang perjalanan menuju toilet suasana hati fadil sangat panas hingga saat masuk dalam toilet ia mengepalkan tangannya menonjok ke tembok melampiaskan seluruh rasa amarah dan kesal



"argghhh...! teriaknya penuh amarah


"aku meminta mu tuk setia ,aku disini berjuang menyelesaikan studiku agar bisa meminangmu ," ucap fadil terus memukul tembok tanpa merasa sakit sedikit pun hingga berdarah punggung tangan nya



tak perduli dengan darah ditangannya fadil keluar dari toilet saat heru menyusul memberitahukan padanya tentang PB datang dalam keadaan darurat



"dil tangan lo berdarah , ! ucap heru



"ah gak papa " sahut fadil bergegas pergi



"lo gak bisa nerima pasien dengan keadaan seperti itu ! ucap heru setengah teriak


namun tak dihiraukan oleh fadil



sambil berjalan fadil membalut tangannya sendiri dengan kain kasa yang kebetulan ada dalam saku baju kedokterannya ,bukan cuma itu pulpen, notebook kecil tisu juga selalu nyempil memenuhi sakunya tersebut karna baginya itu sangat wajib ia bawa tuk mencatat setiap penjelasan konsulen



meski hatinya diselimuti awan gelap namun ia tetap profesional dengan pekerjaannya yang awalnya sangat tidak ia sukai karna paksaan mamahnya yang memintanya menggeluti pekerjaan yang sama seperti beliau ,tetapi saat ia berjibaku langsung dengan pasien membuatnya perlahan menyukai bidang kedokteran tersebut














__ADS_1




__ADS_2