MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD
Identitas Rival


__ADS_3

🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Sesampainya di Jakarta waktu sudah menunjukan pukul 20.00 malam, Victor menghentikan mobilnya di depan apartemen Gea dan Gea masih terlelap tidur.


Victor tidak mau membangunkan Gea karena takut mengganggunya. Tidak lama kemudian Gea pun mulai menggerakan tubuhnya dan mulai membuka matanya.


"Loh, sudah sampai ya?" seru Gea.


"Sudah dari tadi."


"Kenapa kamu tidak membangunkanku?"


"Aku tidak mau mengganggumu."


"Dasar, ya sudah aku masuk dulu. Apa kamu mau mampir dulu?"


"Tidak usah, sudah malam lain kali saja."


"Oke...kalau begitu aku masuk dulu, terima kasih karena sudah mau membantuku."


Victor menganggukan kepalanya kemudian mencium kening Gea membuat Gea tersenyum.


"Setelah Daddy kamu ketemu, aku akan langsung meminta izin untuk menikahimu."


Gea hanya membalasnya dengan senyumana, Gea pun keluar dari dalam mobil Victor dan segera masuk ke gedung yang bertingkat itu setelah Gea menghilang, Victor mulai melajukan mobilnya.


Sesampainya di Mansion miliknya, Victor segera memanggil Fox ke dalam ruangan kerjanya.


"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Fox.


"Duduklah."


Fox pun duduk di hadapan Victor...


"Fox, ternyata Gea itu puterinya Mr.G ketua Mafia God Of Death."


"Apa?"


Fox tampak membelalakan matanya merasa terkejut dengan apa yang ucapakan bosnya itu merasa tidak percaya.


"Aku ingin membantu Gea karena sebenarnya aku juga sudah lelah dengan semua ini, hidup dibayang-bayangi dosa dan menjadi buronan juga. Aku ingin hidup tenang Fox, membina rumah tangga dan mempunyai keluarga kecil sendiri rasanya sangat menyenangkan," seru Victor.


Fox terlihat tersenyum, memang itu sudah menjadi impian Fox dari dulu tapi Fox tidak berani mengungkapkannya karena Fox sudah berjanji akan berada di samping Victor sampai kapanpun.


"Saya sangat mendukung apa yang ingin Tuan rencanakan, karena pada dasarnya saya juga ingin berhenti dan hidup normal seperti yang lainnya Tuan."


"Baiklah, kalau begitu mari kita bantu Gea setelah itu kita akan hidup normal dan kamu pun bisa menikah dan membima rumah tangga kamu sendiri."


"Baik Tuan."


***

__ADS_1


Keesokan harinya...


Pagi-pagi sekali Gea sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk semuanya. Pagi ini Gea begitu sangat bahagia, karena satu persatu kebahagiaannya mulai muncul.


Pertama, Gea sudah menemukan Bram dan itu membuat Gea seperti menemukan separuh nyawanya lagi karena Bram merupakan orang terpenting dalam kehidupan Gea. Kedua, Victor bersedia membantunya untuk menemukan Daddynya.


"Pagi Kak!"


"Pagi."


"Pagi Non!"


"Pagi Om, ayo semuanya sarapan dulu aku sudah masakan nasi goreng spesial buat kalian," seru Gea dengan senyumannya.


Gio, Glenn, dan Bram saling pandang satu sama lain, mereka merasa heran dengan sikap Gea yang sekarang lebih ceria biasanya Gea selalu serius dan dingin.


"Kakak baik-baik saja kan?" tanya Glenn.


"Kakak sangat baik, memangnya kenapa?"


"Soalnya tidak biasa Kakak seceria ini, apalagi senyum-senyum kaya gitu ada apa sebenarnya?" tanya Glenn lagi.


"Tidak apa-apa, Kakak sedang bahagia saja hari ini."


"Teruslah seperti itu Non, karena Tuan Gerrald sering bilang sama Om kalau beliau sangat menyukai senyum Non Gea karena senyum Non Gea itu mirip sekali dengan senyuman Nyonya Gladis."


Gea kembali tersenyum..


"Oh iya, pagi ini Om akan bertemu dengan seseorang mudah-mudahan orang ini bisa membantu kita menembus markas pusat God Of Death."


"Om hati-hati, jangan sampai ketahuan kalau Om masih hidup," seru Gio.


"Tenang saja Den, Om sudah memikirkannya sebelum bertindak."


Sesampainya di kampus, Gea langsung disambut oleh Tata yang tiba-tiba memeluknya.


"Gea, aku kangen banget tahu sama kamu."


"Lepasin, kebiasaan deh kalau seperti ini," kesal Gea.


Tata pun melepaskan pelukannya. "Habisnya kamu ga masuk kuliah sampai berhari-hari bahkan pesanku ga ada yang kamu balas membuat aku khawatir saja."


"Aku ada urusan, dan satu lagi jangan khawatir sama aku karena aku bisa jaga diri aku sendiri jadi lebih baik kamu khawatirkan saja dirimu," dingin Gea.


"Ih kamu mah, selalu kaya gitu."


Gea pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan Tata membuat Tata kesal dan langsung berlari menyusul Gea. Tiba-tiba Rival menghalangi langkah Gea membuat Gea mengerutkan keningnya.


"Ada apa?" tanya Gea dingin.


"Bagaimana jawabannya? apa kamu sudah memikirkan tawaran yang aku berikan waktu itu?" seru Rival.


"Maaf, aku tidak bisa," sahut Gea.


Gea pun kembali melanjutkan langkahnya tapi Rival menahan lengan Gea dan itu membuat Gea tidak suka.


"Lepaskan tanganmu, aku paling tidak suka kalau ada pria yang sembarangan menyentuhku," kesal Gea.


Rival pun melepaskan tangannya. "Kenapa kamu tidak bisa? memangnya berapa gaji yang Victor berikan kepadamu sampai-sampai kamu menolak tawaranku?"

__ADS_1


"Bukan berapa besar atau kecilnya gaji yang aku dapatkan, tapi Victor sudah mengontrakku jadi aku tidak bisa bekerja dengan orang lain."


"Berapa denda yang harus dibayar kalau kamu membatalkan kontrak, biar aku yang bayar dendanya dan kamu beralih menjadi Bodyguardku."


Gea sungguh merasa bingung, kenapa Rival ingin sekali dia menjadi Bodyguardnya. Gea tidak memperdulikan Rival lagi, akhirnya Gea lebih memilih pergi dan masuk ke dalam kelasnya.


"Gila, si Rival ingin jadi kamu Bodyguardnya juga? beruntung sekali kamu Ge, diperebutkan oleh dua pria tampan sekaligus," seru Tata.


"Kamu bisa diam tidak."


Tata langsung menutup mulutnya karena merasa takut kalau Gea sudah menatapnya dengan tajam seperti itu.


***


Sementara itu di sebuah restoran, Bram sedang menunggu kedatangan seseorang. Hingga akhirnya, tidak lama kemudian seorang dengan pakaian hitam lengkap dengan topi, kacamata hitam, dan tidak lupa masker yang dipakainya.


Orang itu takut ada anak buah God Of Death yang mengetahuinya.


"Bagaimana, apa kamu sudah mendapatkan info yang aku perintahkan?" seru Bram.


"Bram, selama ini kami tidak pernah melihat Tuan Gerrald ada di markas jadi aku tidak tahu tentang keadaan Tuan Gerrald."


"Sial, berarti mereka menyembunyikan keberadaan Tuan Gerrald dong ya?"


"Bisa jadi si Okta menyembunyikan Tuan Gerrald di suatu tempat," seru orang yang bernama Jeje itu.


Jeje adalah anggota God Of Death tapi dia adalah anak buah yang setia kepada Gerrald sama seperti Bram maka dari itu Bram mempercayai Jeje untuk mengintai keadaan markas dan memberi tahukan setiap kejadian yang ada di markas.


"Dimana si Okta sialan itu menyembunyikan Tuan Gerrald? aku yakin kalau Tuan Gerrald masih hidup," seru Bram.


"Iya aku juga yakin kalau Tuan Gerrald belum mati. Oh iya, satu lagi tolong beritahu Nona Gea kalau dia harus berhati-hati karena anaknya Okta kuliah di tempat yang sama dengan Nona Gea."


"Siapa namanya? biar aku bisa memberitahukannya kepada Non Gea."


"Namanya Rival."


"Rival...oke nanti aku kasih tahu Non Gea."


Bram pun mengakhiri pertemuannya dengan Jeje dan kembali ke apartemen.


🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2