
π«
π«
π«
π«
π«
Perlahan tapi pasti Gea mulai memasuki rumah megah itu, dari kejauhan terlihat seorang pria paruh baya sedang duduk santai dengan menyesap kopinya.
"Sore Pa."
"Sore jagoan Papa."
"Pa, kenalkan ini Gea asisten pribadi Rival."
Okta menatap wajah Gea dan Gea pun yang awalnya menundukan kepalanya, perlahan mengangkat wajahnya dan memberanikan diri untuk menatap mata Okta.
Kedua tangan Gea sudah dia kepalkan, Gea ingat sekali wajah itu dulu sudah membawa Daddynya pergi.
"Sore Tuan, nama saya Gea."
"Kenapa kamu lebih memilih wanita yang jadi asisten kamu? disini kan banyak orang-orang yang bisa kamu jadikan asisten kamu?" seru Okta.
"Tidak apa-apa Pa, lagipula Papa tidak tahu saja kalau Gea ini jago beladiri," sahut Rival.
"Wow, iyakah?"
"Iya, ya sudah Gea kamu tunggu dulu disini sebentar aku mau ganti baju dulu."
"Baiklah."
Rival pun segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sedangkan Gea hanya bisa terdiam sembari berdiri.
"Duduklah, Rival kalau ganti baju selalu lama," seru Okta.
Gea pun menganggukan kepalanya, kemudian duduk di sofa yang ada di seberang Okta. Gwa menundukan kepalanya tapi Gea bisa tahu kalau Okta saat ini sedang memperhatikannya.
"Sial, kenapa dia lihatin aku terus mudah-mudahan dia tidak mengenaliku," batin Gea.
"Sepertinya aku pernah melihat anak ini, tapi dimana ya?" batin Okta.
Cukup lama Rival mengganti bajunya dan itu sukses membuat Gea mengeluarkan keringat dingin dengan tatapan Okta.
"Ayo Gea kita berangkat! Pa, Rival berangkat dulu."
Okta hanya menganggukan kepalanya begitu pun dengan Gea yang membungkukan tubuhnya sebagai penghormatan kepada Okta.
Gea mengemudikan mobil Rival, malam ini Rival akan menghadiri sebuah undangan dari rekan bisnisnya. Tidak lama kemudian, mobil Rival pun sampai di hotel berbintang lima itu dan membuat Gea terkejut.
"Loh, malam ini kan Victor juga datang ke acara ini," batin Gea.
"Kenapa diam?" tanya Rival.
"Victor juga kan datang kesini," sahut Gea.
"Iya, aku sama Victor kan sama-sama rekan bisnis jadi sudah pasti Victor juga datang kesini."
Gea pun turun dari dalam mobil, Rival menekuk tangannya supaya Gea bisa merangkul lengannya.
__ADS_1
"Ini maksudnya apa?" tanya Gea.
"Kamu harus merangkul lenganku karena aku sudah janji kalau aku datang kesini dengan kekasihku."
"Apa? tidak, aku tidak mau. Perjanjiannya aku hanya sebagai Bodyguardmu tidak lebih," tolak Gea.
"Kamu sudah bersedia bekerja denganku berarti kamu sudah siap aku perintahkan apa pun yang aku mau."
Gea sangat merasa kesal kepada Rival, kalau tidak ada Victor disini tidak masalah tapi ini yang jadi masalahnya Victor pun hadir, bisa ngamuk dia kalau melihat Gea merangkul lengan Rival.
"Ayo, jangan buat aku marah," seru Rival.
Akhirnya dengan terpaksa, Gea pun merangkul lengan Rival dan Rival tampak mengembangkan senyumannya.
Sementara itu, Victor yang sedang melihat laptopnya merasa sangat geram dengan kelakuan Rival yang memaksa kekasihnya seperti itu.
Ya, Victor memang bisa melihat dan mendengar jelas apa yang dibicarakan antara Rival dan Gea karena Victor sudah menyuruh Gea memakai kamera kecil yang dipasang di bolpoint yang Gea bawa.
"Sialan, brengsek kamu Rival berani sekali kamu menyentuh kelasihku," geram Victor.
Mobil Victor pun sampai di hotel tempat diadakannya acara, dengan langkah tegapnya Victor memasuki hotel dengan didampingi Fox.
Tidak ada hal yang menarik perhatian Victor selain mencari dimana keberadaan Gea dan Rival. Dari kejauhan, Victor bisa melihat kalau Rival sedang memperkenalkan Gea kepada semua rekan bisnisnya bahkan tangan Rival terus saja memegang tangan Gea.
"Sial..."
Victor pun mengambil minuman yang diberikan oleh pelayan dengan satu kali tegukan, matanya lurus dan tajam ke arah Gea dan setiap Victor melihat Gea, Victor merasa sangat cemburu hingga tanpa terasa Victor terus saja mengambil minuman beralkohol itu.
"Tuan hentikan, Tuan bisa mabuk," seru Fox.
Victor tidak mendengarkan keluhan Fox, dia terus mengambil minuman itu dan Gea pun tanpa sadar menoleh ke arah Victor yang saat ini menatapnya tajam.
"Victor..." gumam Gea.
Rival tahu kalau saat ini Victor sedang cemburu, Rival bukan orang bodoh walaupun Gea bilang penyamarannya supaya Victor tidak mengenalinya ternyata diketahui oleh Rival. Rival tahu siapa Victor, dia tidak akan semudah itu melepaskan Gea demi dirinya.
"Kita lihat saja Victor, siapa yang akan jadi pemenangnya? selama ini kamu selalu berhasil mengalahkanku tapi untuk Gea, aku yakin aku yang akan mendapatkan hati Gea," batin Rival.
Gea merasa tidak enak dengam Victor, Gea tahu kalau saat ini Victor pasti marah besar melihat Gea bersama Rival.
Victor sudah berjalan sedikit sempoyongan tapi Victor terus saja mengambil minuman itu.
"Sudah Tuan, anda sudah mulai mabuk," seru Fox.
"Jangan halangi aku Fox, aku ingin minum lagi."
"Tuan, lebih baik sekarang kita pulang saja karena kondisi Tuan tidak memungkinkan untuk tetap berada disini."
"Aku tidak mau pulang Fox, aku ingin mengawasi Gea dan pria brengsek itu."
"Tuan harus percaya kepada Gea kalau dia tidak akan berani macam-macam, tadi saja saya lihat Gea seperti sangat terpaksa jadi Tuan tidak usah khawatir."
Fox pun akhirnya dengan terpaksa menyeret Victor meninggalkan tempat itu, sedangkan Rival terlihat menyunggingkan senyumannya karena sudah berhasil membuat Victor marah.
"Aku yakin, setelah ini Victor akan marah besar kepada Gea dan akhirnya Gea akan menjadi milikku untuk selamanya," batin Rival.
Tapi berbeda dengan Gea, dia menatap sedih kepergian Victor.
Waktu pun berjalan dengan cepat, dan Rival pun mengajak Gea untuk pulang. Rival mengantarkan Gea pulang ke apartemennya.
"Terima kasih sudah menemaniku malam ini," seru Rival.
__ADS_1
"Sama-sama, itu sudah menjadi tugas aku."
Gea pun segera turun dari dalam mobil Rival, lalu Rival meninggalkan apartemen Gea. Gea tidak langsung masuk ke dalam apartemen, dia mengeluarkan motornya dan langsung melajukannya menuju mansion Victor.
Gea merasa bersalah karena tadi Gea melihat Victor begitu sangat marah dan saat ini dia ingin meminta maaf kepada Victor.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Gea pun sampai di mansion milik Victor. Anak buah Victor membukakan gerbang, dan Gea segera masuk ke dalam mansion Victor.
"Tuan Fox, Victor mana?" tanya Gea.
"Ada di kamarnya, dia mabuk berat Gea."
"Ya sudah, aku ke kamarnya dulu ya."
Gea pun dengan buru-buru naik menuju kamar Victor, perlahan Gea membuka pintu kamar Victor dilihatnya Victor sudah tertidur dan Gea pun menghampiri Victor dan duduk di samping Victor.
Gea pun mengusap wajah tampan Victor...
"Maafkan aku Victor, aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah tapi itu keinginan Rival," seru Gea.
Gea pun perlahan menarik tangannya tapi tiba-tiba Victor mencengkram tangan Gea membuat Gea terkejut.
"Jangan pernah membuat aku cemburu seperti itu," seru Victor.
Perlahan Victor membuka matanya dan menatap tajam ke arah Gea, Victor pun bangkit dari tidurnya dengan masih mencengkram tangan Gea.
"Kalau pria itu bukan salah satu dari petunjuk menuju Daddy kamu, sudah aku patahkan tangannya karena sudah berani menyentuh milik Victor."
"Maafkan aku."
Gea menundukan kepalanya, hingga Victor pun mengangkat dagu Gea supaya Gea menatapnya.
"Kamu tidak perlu meminta maaf karena kamu tidak salah, yang salah itu dia karena sudah memanfaatkan keadaan. Kamu harus tetap hati-hati sama dia apalagi Okta, aku lihat Okta agak sedikit curiga sama kamu."
Gea menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Keduanya saling tatap satu sama lain, hingga akhirnya perlahan Victor mendekatkan wajahnya ke wajah Gea jantung Gea semakin berdetak tak karuan.
Reflek Gea memejamkan matanya dan akhirnya kedua bibir itu saling bersentuhan satu sama lain, Victor menyalurkan rasa sayang dan cintanya melalui ciuman itu. Walaupun Victor hidup di dunia hitam, tapi Victor tidak pernah bermain wanita seperti kebanyakan orang-orang.
π«
π«
π«
π«
π«
Hallo reader semuanya, ini update Author yang terakhir ya karena Authornya mau libur lebaran dulu tetap setia sama karya Author dan jangan pernah bosen menunggu Author up lagi.
Untuk semuanya MINAL AIDZIN WALFAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, semoga kita dipertemukan lagiππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU