MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD
Penyamaran Gea


__ADS_3

🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Gea pun sampai di kampus, hari ini Gea sedikit terlambat karena Victor selalu saja menahannya untuk tidak pergi ke kampus tapi pada akhirnya Gea pun bisa lepas juga dari Victor.


Gea dengan langkah yang terburu-buru segera menuju kelasnya, untung saja masih ada waktu sepuluh menit lagi dan Gea masih aman.


"Astaga Ge, kamu darimana saja jam segini baru nyampe?" tanya Tata.


"Aku ada urusan dulu sebentar."


"Untung Pak Dosennya belum datang, mana pagi ini giliran si Dosen killer kalau kamu sampai terlambat mati kamu Ge, ga bakalan diizinin masuk."


"Iya-iya, tapi kan sekarang aku sudah sampai jadi kamu ga usah rempong segala," sahut Gea dingin.


Sementara itu, Rival terus saja memperhatikan Gea dengan senyumannya.


"Kamu semakin hari semakin cantik saja, Gea," batin Rival.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, mata kuliahan pun akhirnya selesai.


"Rival, bisakah kita bicara sebentar," seru Gea dingin.


"Tentu saja."


"Ta, kamu duluan saja ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan Rival," seru Gea.


"Oke..."


Gea pun mengajak Rival duduk di taman kampus.


"Apa yang ingin kamu bicarakan? apa kamu sudah memikirkan jawabannya?"


"Iya, aku siap jadi Bodyguardmu," sahut Gea.


"Serius? mudah sekali Victor mengizinkanmu?"


"Tidak, Victor tidak tahu kalau aku bekerja denganmu maka dari itu aku harus menyamar supaya Victor tidak mengetahuinya," dusta Gea.


"Menyamar?"


"Iya, kalau kamu memang ingin aku menjadi Bodyguardmu kamu harus mengizinkan aku untuk merubah penampilanku supaya tidak ada yang tahu. Sudah banyak orang yang mengenal aku sebagai Bodyguardnya Victor jadi aku tidak mau Victor sampai tahu dan membahayakan nyawa adikku."


"Baiklah tidak masalah, soal penampilan kamu boleh merubahnya sesuai keinginan kamu yang penting kamu bersedia menjadi Bodyguardku."


"Terima kasih."


Gea pun akhirnya pergi meninggalkan Rival, sebenarnya tujuan Gea merubah penampilannya bukan karena takut ketahuan Victor karena memang pada dasarnya Gea sudah meminta izin kepada Victor tapi tujuannya merubah penampilan supaya Okta tidak mengenalinya.


Sudah sangat jelas Okta akan mengenalinya, walaupun tidak pernah bertemu tapi wajah Gea yang dominan mirip Daddynya akan mempermudah Okta mengenali Gea.

__ADS_1


Sementara itu, dilain tempat Bram sedang bertemu dengan Victor.


"Ini sample baju yang dipakai oleh God Of Death, kita harus membuat baju yang sesuai dengan itu supaya kita bisa aman dan dengan mudah masuk ke dalam markas mereka," seru Bram.


"Oke, bagus Om ini akan membuat misi kita lancar," sahut Victor.


"Asal kan kamu tahu, anak buah God Of Death itu sangat terlatih jadi mereka bisa tahu kalau ada penyusup masuk ke dalam markas mereka untuk itu kamu infokan kepada semua anak buah kamu, jangan gugup, jangan terlihat tegang di depan mereka."


"Oke, anak buahku bisa melakukan itu."


"Baiklah, sekarang aku pulang dulu semoga Misi kita kali ini berhasil tanpa ada korban yang berjatuhan."


"Amin."


Bram pun pamit, Bram baru saja hendak masuk ke dalam taksi tapi dari kejauhan Bram melihat Okta yang baru saja keluar dari sebuah restoran dan masuk ke dalam mobilnya.


Bram segera masuk ke dalam taksi. "Pak, tolong ikuti mobil itu!" seru Bram.


"Baik Pak."


Taksi yang ditumpangi Bram pun mengikuti mobil Okta, Bram mengepalkan tangannya dia ingat betul sepuluh tahun yang lalu dia membawa Tuan Gerrald.


"Awas kamu Okta, disaat waktunya tiba kamu adalah orang pertama yang akan aku habisi," batin Bram.


Setelah cukup lama mengikuti mobil Okta ternyata mobil Okta masuk ke sebuah bangunan yang sama sekali Bram tidak tahu tempat apa itu.


Penjagaannya pun sangat ketat. "Tempat apa ini? sepertinya aku belum pernah melihat tempat ini?" batin Bram.


Namun sayang, anak buah Okta ada yang menyadari kedatangan Bram.


Sopir taksi itu panik dan langsung menginjak gas mobilnya, anak buah Okta ingin mengejar tapi terdengar Okta memanggilnya dan anak buahnya pun tidak jadi mengejar Bram.


Bram menghela napasnya. "Untung saja dia ga ngejar," batin Bram.


***


Sore ini, Gio dan Glenn sedang asyik memainkan sebuah game sedangkan Bram sibuk mengotak-ngatik laptopnya. Bram memang masih menyimpan laptop kepunyaannya.


Di dalam laptop itu banyak sekali info mengenai God Of Death bahkan info-info penting pun ada disana, secara dulu Bram memang merupakan asisten pribadi Gerrald jadi semua info penting Bram mengetahuinya.


Ceklek...


Pintu kamar Gea terbuka dan ketiga pria itu langsung memalingkan wajahnya ke arah Gea. Ketiganya sampai melongo melihat penampilan Gea, memakai kacamata serta ta* lalat buatan yang dia tempelkan di bawah matanya.


"Lah, kok Kak Gea penampilannya kaya gitu?" tanya Glenn.


"Hai, Okta bukan orang bodoh dia pasti langsung akan mengenali Kakak secara wajah Kakak mirip banget sama Daddy. Misi kita bisa ambyar kalau belum apa-apa sudah ketahuan," sahut Gea.


"Bener juga, tapi walaupun Kakak pakai penyamaran kaya gitu tetap saja Kakak terlihat cantik," seru Glenn.


"Iyalah, siapa dulu Kakak kita," sahut Gio.


"Hati-hati Non, dan ini tadi Victor memberikan bolpoint kecil ini untuk Non pakai di mana pun katanya biar Victor bisa memantau keadaan Non."


Bram pun menyerahkan bolpoint yang sudah di tempeli kamera pengawas, tidak akan ada yang tahu kalau bolpiont itu adalah kamera tersembunyi.


"Baiklah, kalau begitu aku berangkat dulu."

__ADS_1


"Hati-hati Non, semoga Non selalu dilindung oleh yang Maha Kuasa."


"Amin, terima kasih Om. Gio, Glenn, Kakak berangkat dulu."


"Iya Kak, hati-hati."


Gea pun segera keluar dari apartemennya, baru saja Gea akan menaiki motornya sebuah klakson mobil berbunyi membuat Gea mengarahkan pandangannya.


Ternyata Rival sudah menunggunya. "Darimana dia tahu apartemenku?" batin Gea terkejut.


Gea pun segera menghampiri mobil Rival dan mengetuk kaca jendela mobil Rival, Rival pun membukanya.


"Ayo masuk!"


"Biar aku yang mengemudikan mobilnya," seru Gea.


"Tidak usah, malam ini ada acara jadi aku harus pulang dulu ke rumahku nanti dari sana baru kamu yang bawa mobilnya," sahut Rival.


Gea pun mengalah dan duduk di samping Rival, Rival mulai melajukan mobilnya.


"Walaupun kamu memakai penyamaran seperti apa pun tetap saja kamu akan terlihat cantik," seru Rival.


Gea hanya tersenyum kecut, dia malas sekali meladeni pria yang ada di sampingnya ini apalagi setelah dia tahu kalau Rival anaknya Okta, Gea semakin benci kepada Rival.


Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Rival pun mulai memasuki halaman rumah yang mewah dan megah itu. Jantung Gea berdetak sangat kencang, tangannya mulai dingin, sudah dipastikan hari ini Gea akan bertemu dengan Okta.


Gea menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Aku tidak boleh gugup, supaya Okta tidak curiga," batin Gea.


"Ayo masuk!" ajak Rival.


Gea pun mengikuti langkah Rival, rumah itu sangat besar dan di setiap sudut di jaga oleh beberapa anak buahnya.


🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2