
π«
π«
π«
π«
π«
Gea dan Victor memutuskan untuk pulang ke rumah dan memberitahukan mengenai kehamilan Gea ke semua orang.
Semua orang sangat bahagia mendengar berita mengenai kehamilan Gea bahkan Daddy Gerrald sampai meneteskan airmatanya saking bahagianya.
"Selamat ya sayang, Daddy sangat bahagia."
"Iya Daddy."
"Kalau Mommy kamu masih ada, pasti dia akan sangat bahagia juga."
Gea hanya tersenyum dan mengeratkan pelukannya kepada Gerrald, entah kenapa Gea selalu merasa sakit kalau mengingat Mommynya.
***
Berbeda dengan Gea dan Victor yang saat ini sedang bahagia-bahagianya, Fox dan Tata saat ini sedang sama-sama canggung. Entah kenapa, semenjak Fox menyiapkan kejutan, Tata jadi merasa deg-degan terus kalau berhadapan dengan Fox.
Begitu juga dengan Fox, merasakan hal yang sama. Sudah satu tahun pernikahan mereka tapi mereka berdua baru merasakan hal yang aneh di dalam diri masing-masing.
"Apa mungkin aku sudah jatuh cinta sama si patung pancoran," batin Tata.
Tata melamun sembari membuka kebayanya karena Tata baru saja selesai makan bersama Fox walaupun itu tidak di restoran romantis seperti Gea dan Victor, tapi kejutan Fox berhasil membuat Tata bahagia.
Perlahan kebaya itu lepas dari tubuhnya, sementara itu Fox melihat ponsel Tata tergeletak di atas meja makan dan Fox berniat akan mengembalikannya kepada Tata.
Fox sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar Tata tapi tidak ada sahutan dari Tata, hingga akhirnya Fox memutuskan untuk masuk saja karena pintunya pun tidak dikunci. Tapi betapa terkejutnya Fox, melihat pemandangan yang sama sekali belum pernah Fox lihat.
Tata masih belum sadar ada Fox di depan pintu sembari susah payah Fox menelan salivanya. Bagaimana tidak, saat ini Tata hanya memakai ****** ***** dan bra yang menempel di tubuhnya.
Tata menggelengkan kepalanya karena saat ini dia sedang memikirkan hal yang macam-macam. Tata pun membalikan tubuhnya, betapa terkejutnya Tata saat melihat Fox yang perlahan mendekati Tata.
"Astaga Fox, ngapain kamu ada disini?" seru Tata gugup.
Tata berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya. Perlahan Fox terus mendekati Tata, hingga Tata pun terbentur ranjang dan tubuh Tata oleng hingga terjungkal ke atas tempat tidur.
Tata ingin bangkit tapi Fox menahan tubuh Tata.
"Ka--kamu mau ngapain?" tanya Tata gugup dengan berusaha menutupi tubuhnya.
Saat ini Fox sudah berada di atas tubuh Tata, mata Fox sudah berkabut berselimutkan gairah dan hasrat yang selama ini sudah susah payah dia tahan.
"Sudah satu tahun kita menikah, tapi aku belum pernah sekali pun menyentuhmu. Tapi kali ini aku ingin meminta hak ku sebagai suami," lirih Fox.
"A--apa?"
Jantung Tata berdetak dengan sangat cepat, baru saja Tata ingin membuka suara lagi tiba-tiba bibir Tata sudah dibungkam oleh bibir Fox membuat Tata membelalakan matanya.
Tata mendorong tubuh Fox, sesaat Tata dan Fox saling pandang.
__ADS_1
"Kali ini aku tidak akan kasar, aku akan melakukannya dengan lembut," seru Fox.
Fox kembali mencium bibir Tata, dan benar saja Fox melakukannya dengan lembut. Perlahan tangan Fox sudah mulai nakal menjelajah kemana-mana membuat Tata menggeliat.
Tata sudah tidak bisa menolak lagi, apalagi Fox sangat pandai membuat Tata terbuai dalam lembah kenikmatan surga dunia. Di sore hari yang hening itu, keduanya sama-sama melepaskan hasrat yang selama ini tanpa sadar sudah mereka pendam.
Langit berubah menjadi gelap, tapi Fox sama sekali belum berniat menghentikan adegan dewasa itu.
"Fox, bisakah kita istirahat sebentar? aku capek tahu," lirih Tata.
"Sebentar lagi sayang."
Hingga akhirnya, Fox pun menyemburkan cairan calon anaknya untuk yang terakhir kalinya. Fox menjatuhkan tubuhnya di samping Tata, mata Tata sudah tidak bisa dibuka lagi, sungguh Tata sudah sangat lelah dengan perbuatan Fox.
Fox pun tersenyum dan menyelimuti tubuh polos Tata. "Terima kasih sayang."
Akhirnya keduanya pun tertidur dengan lelapnya.
***
Keesokan harinya....
Semenjak tahu istrinya hamil, Victor menjadi suami yang over protektif. Gea tidak boleh melakukan apa pun bahkan turun dari tempat tidur pun Gea tidak boleh.
"Victor, aku mau ke bawah nyiapin sarapan," rengek Gea.
"Tidak usah, aku sudah mempekerjakan lima ART bahkan Tante Sari pun sekarang hanya khusus menyiapkan makanan untuk kamu."
"Apa? kapan kamu mempekerjakan ART sebanyak itu?" tanya Gea bingung.
Tok..tok..tok..
Victor pun dengan sigap membuka pintu kamarnya, dan itu ternyata Tante Sari yang membawakan sarapan untuk Gea.
"Terima kasih Tante."
"Sama-sama Tuan."
Victor pun kembali menutup pintunya dan membawa nampan yang berisi makanan dan juga susu hamil.
"Sayang, sekarang kamu makan dulu ya."
Gea melipat kedua tangannya di dada dengan wajah yang cemberut.
"Sayang, jangan marah dong aku melakukan semua ini demi kamu dan anak kita. Aku ga mau kamu sampai kecapean dan kelelahan, please kali ini aku ingin kamu menurut kepada suamimu ini."
Gea menatap Victor, ada kekhawatiran dalam diri Victor dan Gea bisa melihat itu. Akhirnya setelah beberapa menit diam, Gea pun menganggukan kepalanya.
"Tapi aku ingin kamu yang suapin," seru Gea dengan manjanya.
"Tentu saja."
Victor pun dengan senang hati menyuapi Gea dengan telaten.
Sementara itu, pagi ini seperti biasa Glenn mengendarai motornya menuju kampus. Kali ini Glenn mengendarai motornya dengan santai, hingga akhirnya Glenn pun menghentikan motornya karena lampu merah.
Tiba-tiba Glenn melihat seorang gadis yang bekerja sebagai pembersih jalanan, awalnya Glenn tidak terlalu menghiraukannya tapi disaat si gadis membalikan tubuhnya ternyata gadis itu adalah Arum.
__ADS_1
"Bukanya itu Arum?" batin Glenn.
Memang semenjak kejadian Glenn menolong Arum satu tahun yang lalu, Glenn tidak pernah bertemu lagi dengannya dan baru kali ini Glenn bertemu kembali dengan Arum.
Arum pun menyapu sampah yang ada dipinggoran jalan, tapi tidak diduga mobil yang ada di samping Arum dengan sengaja terus saja membuang plastik bekas makanan ke hadapan Arum sehingga Arum harus terus menyapukan sampah itu.
Glenn yang melihat itu merasa geram, Glenn segera menepikan motornya, pengemudi mobil itu sudah sangat merendahkan Arum. Dengan emosi yang memuncak, Glenn pun turun dari atas motornya dan menghampiri Arum.
Glenn mengambil sapu dan pengki yang di pegang oleh Arum sehingga membuat Arum terkejut. Glenn dengan sangat emosi menyapu plastik-plastik itu, setelah semua sampah masuk ke pengki, Glenn pun justru menumpahkan sampah itu ke dalam mobil itu.
"Hai, apa-apaan kamu!" bentak si pemilik mobil.
Si pemilik mobil hendak keluar dari dalam mobilnya untuk membuat perhitungan dengan Glenn tapi dengan cepat Glenn menendang pintu mobil itu.
"Jangan pernah merendahkan orang lain, karena kelakukan kamu ternyata lebih hina dibandingkan sampah itu," seru Glenn.
Si pemilik mobil ingin sekali membuka mulut dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada Glenn tapi lampu sudah berubah menjadi hijau.
"Awas kamu, kalau bertemu lagi aku akan membuat perhitungan denganmu," seru si pemilik mobil.
Mobil itu pun langsung tancap gas...
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Glenn.
"Tidak Mas, terima kasih Mas karena Mas selalu saja menolongku," sahut Arum.
"Iya sama-sama, dan itu hanya kebetulan saja. Kalau begitu, aku pergi dulu soalnya aku mau ke kampus."
"Ah iya, sekali lagi terima kasih Mas."
Glenn pun segera menaiki motornya dan dengan cepat meninggalkan Arum.
π«
π«
π«
π«
π«
Guys, untuk hadiah komen Author dan Admin sudah menyiapkan pulsa dan juga poin. Untuk komentar yang paling bagus, akan mendapatkan pulsa dari Author beserta poin masing-masing 1k poin untuk 5 orang pemenang jadi tunggu apa lagi, yuk buruan kasih komentar terbaikmu. Semoga beruntungππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1