MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD
Membujuk Victor


__ADS_3

🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Malam pun tiba....


Saat ini semuanya sedang makan malam bersama...


"Nona Gea, apa di kampus ada yang namanya Rival?" tanya Bram.


Gea menghentikan kunyahannya dan menoleh ke arah Bram. "Kok Om tahu?" tanya Gea.


"Menurut orang kepercayaan Om yang masih berada di markas, Rival itu adalah anaknya Okta," sahut Bram.


"Apa?"


Gea sangat terkejut dengan ucapan Bram, dia tidak menyangka kalau Rival ternyata anak dari Okta.


Semuanya segera menyelesaikan makan malamnya dan berkumpul di ruang tv.


"Om, sebenarnya Rival terus saja memaksa Gea untuk menjadi Bodyguardnya entah apa maksud dari semua itu?"


"Serius Kak?" seru Gio.


"Iya, bahkan Rival berani bayar Kakak sepuluh kali lipat dari gaji yang Victor berikan," sahut Gea.


"Gila tuh orang, pasti dia punya maksud tersembunyi," seru Glenn.


Bram terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Non, bagaimana kalau Non Gea terima tawaran Rival," seru Bram.


"Maksud Om?" tanya Gea.


"Tadi pagi Om bertemu dengan orang kepercayaan Om yang masih berada di markas, dia selalu memberikan informasi apapun kepada Om, dan dia selalu bilang 10 tahun terakhir ini Tuan Gerrald memang tidak pernah muncul di markas jadi kemungkinan Tuan Gerrald berada di tempat lain. Jadi, kalau Non Gea bekerja bersama Rival, Non Gea bisa mencari tahu mengenai keberadaan Tuan Gerrald bisa jadi Tuan Gerrald berada di rumah Okta," seru Bram.


Gea tampak berpikir...


"Sepertinya apa yang dikatakan Om Bram ada benarnya Kak, Kakak bisa sekalian menyelidiki tentang Okta," seru Gio.


"Tapi bagaimana dengan Victor? dia tidak mungkin mengizinkan Kakak untuk bekerja dengan Rival."


"Kakak cobalah bicara dengan Victor dan jelaskan semuanya, kali aja Victor akan mengerti," seru Glenn.


"Ini kesempatanmu Nona, jalan satu-satunya untuk mencari tahu mengenai keberadaan Tuan Gerrald adalah dengan Nona bekerja pada Rival," seru Bram.


"Baiklah, besok aku akan mencoba bicara kepada Victor," sahut Gea.


***


Keesokan harinya...


Pagi-pagi sekali Gea mengendarai motornya menuju Mansion milik Victor, tidak membutuhkan waktu lama Gea pun sudah sampai di Mansion Victor.

__ADS_1


Anak buah Victor membiarkan Gea masuk karena mereka tahu kalau saat ini Gea bukan hanya sebagai Bodyguard Bosnya tapi juga sebagai kekasihnya juga.


"Pagi Tuan Fox!"


"Gea, ada apa pagi-pagi sudah kesini?" tanya Fox.


"Aku mau bertemu dengan Victor."


"Tuan Victor masih tidur, kamu masuk saja ke kamarnya."


"Memangnya tidak apa-apa ya Tuan? apa Victor tidak akan marah?" tanya Gea.


"Tidak akan, soalnya sekarang kamu sudah menjadi orang spesial dihatinya jadi dia tidak akan marah."


"Ya sudah kalau begitu aku ke kamarnya dulu."


Gea pun segera berlari menuju kamar Victor, perlahan Gea membuka pintu kamar Victor kamarnya terlihat gelap. Perlahan Gea masuk dan tampak Victor masih tertidur dengan lelapnya.


Gea menghampiri Victor dan memperhatikan Victor dengan seksama, Gea pun menyunggingkan senyumannya.


"Kamu memang tampan Victor, pantas saja semua wanita sangat memujamu," batin Gea.


Gea pun membalikan tubuhnya, dia berniat keluar lagi dari kamar Victor dan memutuskan untuk menunggu Victor bangun. Tapi baru saja satu langkah, Victor langsung menarik tangan Gea sehingga Gea jatuh ke atas tubuh Victor.


"Mau kemana kamu?"


"Vic--tor maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk mengganggu tidurmu," sahut Gea gugup.


Gea berusaha untuk melepaskan diri tapi Victor malah memeluknya dengan sangat erat.


"Diam, biarkan seperti ini sepuluh menit saja."


"Kamu adalah wanita pertama yang sudah membuatku jatuh cinta jadi jangan berpikir kamu bisa pergi dariku karena aku tidak akan melepaskanmu."


Jantung Gea berdetak sangat kencang dan Gea yakin kalau Victor bisa merasakan detak jantung Gea itu.


"Victor, aku kesini ingin membicarakan sesuatu."


"Apa?"


"Bisakah kita bicarakan sembari duduk saja?"


Victor tersenyum kemudian mencium pipi Gea dengan gemasnya. Victor melepaskan pelukannya dan Gea langsung bangkit dari atas tubuh Victor.


Gea duduk dan Victor pun ikut duduk di samping Gea.


"Ada apa? apa yang mau kamu bicarakan kepadaku?"


Gea menarik napasnya kemudian menghembuskannya secara perlahan. "Victor, bolehkah aku menjadi Bodyguardnya orang lain?"


"Apa? siapa?"


"Rival."


"Rival siapa?"


Gea pun kemudian menceritakan semuanya, mulai dari siapa Rival dan rencana Bram. Victor pun bangkit dari duduknya dan kemudian berdiri di depan jendela kamarnya dengan membelakangi Gea membuat Gea merasa was-was kalau Victor akan mengizinkannya.


"Haruskah kamu melakukan itu? aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan pria lain selain aku dan kedua adikmu," seru Victor.

__ADS_1


Gea sudah tahu jawaban Victor, apalagi Victor sangat possesif kepadanya. Gea pun bangkit dari duduknya, dan berjalan menghampiri Victor entah keberanian darimana Gea pun memeluk tubuh tegap Victor dari belakang membuat Victor merasa tersentak.


"Aku janji tidak akan macam-macam, aku hanya ingin menyelidiki keberadaan Daddy saja hanya ini satu-satunya cara supaya aku bisa menemukan Daddy," seru Gea.


Victor melepaskan pelukan Gea dan membalikan tubuhnya, ditatapnya wajah cantik Gea dengan seksama.


"Aku takut kamu dalam bahaya Gea, aku tidak mau kamu terluka."


"Kamu lupa siapa aku? aku bisa jaga diri aku baik-baik."


Victor mencolek hidung Gea. "Seberapa pun kamu jago berkelahi, tetap saja kamu itu seorang wanita apalagi kamu akan bekerja di sarangnya Mafia, sungguh aku sangat khawatir dengan keadaan kamu."


"Ayolah Victor, aku mohon," seru Gea dengan menangkupkan kedua tangannya.


Victor merasa kasihan juga kepada Gea, akhirnya setelah cukup lama berpikir Victor pun menganggukan kepalanya dan itu membuat Gea sangat bahagia.


Gea langsung memeluk Victor saking bahagianya. "Terima kasih Victor."


"Tapi dengan satu syarat."


Senyum Gea kembali pudar dan melepaskan pelukannya. "Syarat apa?"


"Kamu jangan terlalu dekat dengan pria itu, kalau pria itu berusaha mendekatimu kamu pukul saja, kalau dia masih keukeuh mendekati kamu, kamu bilang sama aku biar aku pecahkan kepalanya. Satu lagi, disaat kamu bekerja dengannya jangan sekali-kali kamu dandan yang cantik, biasa saja awas kalau kamu sampai kecentilan," ancam Gea.


Gea pun tersenyum dan mencubit kedua pipi Victor dengan gemasnya.


"Iya Sayang, aku ngerti," seru Gea yang langsung berlari keluar dari kamar Victor.


"Hai tunggu! barusan kamu sebut aku apa!" teriak Victor.


Gea cekikikan pergi tanpa mendengarkan teriakan Victor.


"Apa aku tidak salah dengar, barusan Gea memanggilku dengan sebutan sayang," gumam Victor.


Victor pun senyum-senyum sendiri, hatinya begitu berbunga-bunga saat Gea memanggilnya dengan sebutan sayang. Victor segera mengambil handuknya, dan masuk ke dalam kamar mandi dengan siulannya.


🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2