MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD
Pernikahan Fox Dan Tata


__ADS_3

πŸ”«


πŸ”«


πŸ”«


πŸ”«


πŸ”«


Keesokan harinya....


Gea dan Victor baru saja selesai mandi, biasa pengantin baru habis melakukan anu-anu.


Gea sedang mengambil pakaiannya tapi Victor terus saja memeluknya tidak mau lepas.


"Victor, aku mau pakai baju lepasin dulu."


"Tunggu sebentar saja."


"Sebentar-sebentar bagaimana, lama-lama bisa bahaya kalau terus-terusan kaya gini. Lepas ga? kalau enggak-----"


Gea belum melanjutkan ucapannya, Victor pun langsung melepaskannya. Victor tahu apa yang akan istrinya itu ucapkan, jadi daripada mendapatkan ancaman dari sang istri lebih baik Victor cari aman.


"Oke, aku lepas."


Gea segera mengambilkan kemeja dan juga jas yang mau Victor kenakan, kemudian memakaikannya kepada Victor dan tidak lupa memakaikan dasi juga.


Setelah itu, baru Gea memakai bajunya sendiri. Kemudian, mereka berdua pun turun ke bawah untuk sarapan bersama.


"Kak, kasus si Tata sama Bang Fox bagaimana?" tanya Glenn.


"Entahlah, pasti orang tua Tata marah besar bisa jadi dia bakalan diusir," sahut Gea.


"Iyakah? nanti kalau dia diusir jangan bawa kesini ya, malas pasti berisik kalau dia ada disini," seru Gio.


"Gio jangan begitu, bagaimana pun juga kan Tata teman Kakakmu kasihan juga," seru Gerrald.


Seperti biasa, semunya pun berangkat beraktivitas masing-masing. Fox sudah menunggu Victor diluar rumah.


"Loh Fox, kenapa kamu ga masuk?" tanya Victor.


"Iya, kan bisa sarapan dulu," sambung Gea.


"Tidak usah, tidak apa-apa kok."


Gea dan Victor pun segera masuk ke dalam mobil itu, selama dalam perjalanan Fox tampak diam tidak seperti biasanya membuat Gea dan Victor saling melempar pandangan.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil yang dikendarai Fox pun sudah sampai di depan kampus Gea.


"Aku masuk dulu ya."


Gea pun segera menciumi seluruh wajah Victor membut Fox merasa sangat kesal karena bisa-bisanya kedua pengantin baru itu bermesraan di depannya.


"Hati-hati sayang, nanti siang aku jemput kamu ya."


"Oke."


Gea pun segera keluar dari dalam mobil, Fox sebenarnya dari tadi celingukan mencari Tata tapi Fox tidak menemukannya.


"Jalan Fox."


"Baik Tuan."


Fox pun mulai melajukan mobilnya menuju kantor. Sesampainya di kantor, Victor dan Fox pun keluar dari dalam mobil. Baru saja beberapa langkah, tiba-tiba seseorang memanggil nama Fox.


"Tuan Fox tunggu!"


Fox dan Victor replek menoleh, dan betapa terkejutnya mereka saat melihat ada Tata dan kedua orang tuanya disana.

__ADS_1


"Papa, sudah Tata bilang ga usah Tata ga mau dinikahkan sama patung pancoran itu," rengek Tata.


"Sudah ayo ikut."


Papa Tata menarik paksa tangan Tata, sedangkan Tata hanya bisa menundukan kepalanya karena merasa sangat malu dengan kelakuan orang tuanya itu.


"Maaf Tuan Fox dan Tuan Victor, kami mengganggu sebentar. Bisakah kami bicara dengan Tuan Fox?" seru Papa Tata.


"Boleh silakan, kita bicara di ruangan saya saja," sahut Victor.


Fox sudah tidak bisa berkutik lagi, dia yakin kedatangan mereka karena masalah video yang kemarin itu.


Sesampainya di ruangan Victor, Fox membukakan pintu dan semuanya pun masuk.


"Silakan duduk Tuan dan Nyonya," seru Victor.


"Terima kasih Tuan Victor."


"Maaf, sebenarnya apa yang mau kalian bicarakan dengan saya?" seru Fox datar.


"Begini Tuan Fox, mengenai video itu kami hanya ingin pertanggung jawaban dari Tuan Fox."


"Pertanggung jawaban? maksudnya pertanggung jawaban apa?" tanya Fox.


"Benar-benar ya ini orang, patung pancoran, kanebo kering, triplek usang, sama kulkas dua pintu semuanya ada padanya. Ogah banget aku menikah dengan orang seperti itu," batin Tata.


"Video itu sudah tersebar kemana-mana, bahkan saat ini sudah viral. Kami sebagai orang tua Tata merasa sangat malu, jadi untuk mengembalikan nama baik keluarga kami, kami ingin Tuan menikahi Tata," seru Papa Tata.


"Apa?"


Fox tampak membelalakan matanya, begitupun dengan Victor yang tidak menyangka kalau orang tua Tata bakalan secepat itu bertindak.


Fox menatap Tata tapi Tata langsung menundukan kepalanya.


"Nyonya, Tuan, maafkan saya karena sudah membuat onar tapi saya tidak menghamili anak kalian jadi apa yang harus saya pertanggung jawabkan?" seru Fox.


"Baiklah, kapan acara pernikahannya?"


Semua orang langsung menoleh ke arah Victor, khususnya Fox yang membelalakan matanya.


"Tuan, maksud Tuan apa?" seru Fox.


"Fox, apa kamu sudah bosan hidup denganku? aku tidak suka dengan pria pengecut, jadi kamu harus mempertanggungkan semua perbuatan kamu tapi kalau kamu tidak mau, kamu boleh angkat kaki dari rumahku," seru Victor.


Lagi-lagi Fox terkejut dan membelalakan matanya, Fox sudah berjanji akan mengabdikan diri kepada Victor karena Victor adalah penyelamatnya.


Kejadian ini sungguh membuat Fox serba salah, disatu sisi Fox tidak mau menikah dengan wanita yang selalu meremehkannya tapi disisi lain, Fox tidak bisa membantah perkataan Victor.


Di depan semua orang, Fox boleh saja menjadi srigala buas tapi kalau di hadapan Victor, dia akan menjadi kelinci manis yang tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan helaan napasnya, akhirnya Fox pun menyetujui permintaan orang tua Tata.


"Baiklah, saya akan menikahi anak kalian," seru Fox dingin.


"Apa? tidak, aku tidak mau menikah sama patung pancoran yang kasar itu," tunjuk Tata ke wajah Fox.


"Nah, kalian dengar kan? dia sendiri yang menolaknya jadi rencana pernikahannya batal dan saya tidak harus mempertanggung jawabkan perbuatan saya," seru Fox.


"Tidak Tuan, kami akan tetap menikahkan anda dengan puteri saya. Barusan Tata hanya bercanda, jadi Tuan tidak usah khawatir karena puteri kami adalah gadis yang menyenangkan dan Tuan pasti akan suka," seru Papa Tata.


"Oke, saya akan menikahi puteri kalian kalau itu memang keinginan kalian," seru Fox.


"Patung pancoran!" teriak Tata.


Fox menatap tajam Tata kemudian menarik Tata keluar ruangan itu dan membawa Tata ke ruangannya.


"Lepaskan patung pancoran, kamu mau ngapain? jangan bilang kamu mau melecehkanku disini?" bentak Tata.


"Hai wanita gila, dengar ya video itu sudah tersebar luas kemana-mana dan nama baikku akan hancur, jadi jangan banyak membantah besok kita menikah."


"Apa? besok? dasar gila, ga mau aku ga mau menikah denganmu," tolak Tata.

__ADS_1


Tiba-tiba Fox membuka kancing jasnya dan menatap Tata dengan senyuman menyeringai. Perlahan Fox mendekati Tata membuat Tata ketakutan dan memundurkan langkahnya.


"Woi..woi..patung pancuran, mau ngapain kamu? jangan macam-macam atau aku akan berteriak."


"Teriak saja, ruangan ini kedap suara."


Saat ini tubuh Tata sudah terbentur dinding dan Fox sudah memerangkap tubuh Tata.


"Kalau kamu tidak mau menikah denganku, aku akan melakukan hal yang lebih daripada sebatas ciuman," ancam Fox.


Tata membelalakan matanya, perlahan Fox mendekat tapi disaat jarak keduanya sudah sangat dekat, Tata pun menyetujui pernikahan itu.


"Oke, kita menikah besok!" teriak Tata.


Fox tersenyum dan kembali menjauh dari Tata, sebenarnya jantung Fox sudah tidak bisa diajak kompromi saat mendekati Tata tapi Fox bersikap seakan dia baik-baik saja.


Fox pun kembali mengancingkan jasnya dan keluar dari ruangannya meninggalkan Tata, Tata hanya bisa frustasi dan mengikuti Fox dari belakang.


Mereka berdua pun kembali masuk ke ruangan Victor.


"Bagaimana Fox?" tanya Victor.


"Kita sudah sepakat, besok kita akan menikah," sahut Fox dingin.


"Benarkah? ya ampun Ma, Tuan Fox akan menjadi menantu kita dan semua orang akan sirik melihat kita," seru Papa Tata dengan bahagianya.


***


Keesokan harinya...


Fox dan Tata pun menyelenggarakan akad nikah, tidak seperti pengantin pada umumnya yang akan bahagia kalau menikah, Fox dan Tata justru memperlihatkan wajah yang tidak bahagia.


Mereka hanya melakukan ijab kabul saja tanpa resepsi karena Fox menolaknya. Setelah ijab kabul selesai, Fox langsung membawa Tata ke rumah yang dulu ditempati dirinya dan juga Victor.


Tata tampak menganga melihat rumah yang super besar itu, Tata terus saja mengikuti langkah Fox sampai ke lantai dua.


"Hai wanita gila, ini adalah kamarku dan yang itu kamar Tuan Victor, disini banyak sekali kamar jadi kamu bisa memilih kamar mana pun yang kamu inginkan," seru Fox datar.


Fox pun segera masuk ke dalam kamarnya dengan meninggalkan Tata sendirian.


"Dasar patung pancoran, menyebalkan!" gerutu Tata.


Tata pun menggerek kopernya dan menempati kamar yang berada persis di depan kamar Fox.


πŸ”«


πŸ”«


πŸ”«


πŸ”«


πŸ”«


Yuk, masih ditunggu komentar terbaiknya ada hadiah pulsa dan juga poin untuk kalian yang beruntung😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2