
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Victor pun memasuki perusahaannya dan Fox sudah sigap menunggu kedatangan sang Bos. Fox sudah tidak heran lagi melihat Victor yang sering senyum-senyum sendiri, apalagi Victor pengantin baru sudah jelas moodnya akan sangat bagus untuk beberapa bulan ke depan.
"Fox, mulai hari ini aku tidak akan lembur aku akan pulang tepat waktu," seru Victor.
"Baik Tuan."
"Kamu juga jangan lembur terus, urus diri kamu sendiri kamu juga harus menikah Fox tidak mungkin kan kamu mau melajang sampai tua, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari."
Fox yang saat ini sedang memeriksa jadwal Victor langsung menghentikan kegiatannya dan menatap Victor yang saat ini sedang menatapnya juga.
"Entahlah Tuan, aku belum menemukan wanita yang cocok."
"Belum menemukan wanita atau kamu yang takut untuk di dekati wanita?" goda Victor dengan senyumannya.
Seketika Fox langsung gugup, berdehem dan membenarkan posisi duduknya.
"Mak--sud Tu--an apa?" sahut Fox gugup.
"Si Tata temanya Gea kayanya cocok denganmu Fox."
"Apa? jangan bercanda Tuan, mana mungkin aku bisa jatuh cinta kepada wanita gila itu."
"Jangan ngomong seperti itu, benci dan cinta itu beda tipis Fox. Tata wanita unik, dia itu super aktif bahkan tingkahnya itu kaya cacing kremi ga bisa diam cocok sama kamu yang kaku karena kurang belaian wanita," ledek Victor.
Fox memutar bola matanya, ternyata Victor bisa menyebalkan juga.
"Jangan menghinaku Tuan, kalau masalah wanita gila itu mah kecil, aku bisa mengatasinya bahkan dalam sekejap dia bisa jatuh ke pelukanku. Tuan tidak lihat, aku ini tampan dan gagah tidak beda jauhlah dengan Tuan," sahut Fox dengan bangganya.
"Oke, aku tantang kamu dalam waktu satu minggu kamu harus bisa dapetin hati si Tata kalau kamu kalah, aku bakalan nikahin kalian berdua secara paksa."
"Apa? jangan main-main Tuan, aku lebih baik disuruh bunuh orang daripada harus menerima tantangan Tuan yang tidak masuk akal itu."
"Kok tidak masuk akal sih? tadi kan kamu bilang urusan naklukin hati si Tata itu kecil jadi buktikan dong jangan hanya ngomong saja."
Skak mat...
Fox termakan omongannya sendiri, padahal tadi Fox hanya berniat gaya-gayaan saja supaya Victor tidak menertawakannya tapi sekarang Victor justru malah menantangnya.
"Bagaimana Fox, apa kamu berani?"
"Be--beranilah Tuan."
"Oke, deal ya aku tunggu hasilnya minggu depan."
Fox hanya bisa tersenyum kecut, akhirnya Fox pun keluar dari ruangan Victor dan masuk ke dalam ruangannya. Fox mendudukan tubuhnya di kursi kebesarannya, dengan menyandarkan tubuhnya.
"Gila, bagaimana aku bisa menyetujui tantangan Tuan Victor sedangkan saat si wanita gila itu mendekatiku saja, aku sudah panas dingin dan gemetaran. Sial, kenapa tadi aku sok-sokan berani," gumam Fox.
__ADS_1
Fox tampak frustasi, bagaimana caranya dalam satu minggu ini dia bisa dapatkan hati Tata.
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat...
"Fox, bisa kamu jemput Gea soalnya aku masih banyak kerjaan tanggung mana sebentar lagi akan ada tamu dari China, jadi bisakah kamu jemput dulu Gea ke kampusnya dan antarkan dia pulang soalnya sudah pukul satu sebentar lagi Gea pulang."
"Baik Tuan, kalau begitu aku pergi dulu."
Fox pun segera pergi ke kampus Gea untuk menjemput istri Bosnya itu, tidak membutuhkan waktu lama Fox pun sudah sampai di depan kampus Gea.
Fox keluar dari dalam mobil dan menyandarkan tubuhnya ke body mobil sembari memperhatikan setiap orang yang keluar. Tidak sedikit para Mahasiswi terpukau melihat Fox, pria dewasa yang tampan dan gagah itu.
"Ta, Priska mana?" tanya Gea.
"Kayanya sudah pulang sama Gio."
"Sebentar ya, aku ke toilet dulu kamu tunggu saja di parkiran," seru Gea.
"Oke."
Tata pun segera melangkahkan kakinya menuju parkiran tapi dari kejauhan, Tata melihat seorang pria yang sangat dia kenal.
"Loh, itu kan si patung pancoran ngapain dia disini? pasti dia mau jemput Gea, aku gangguin dia lagi ah," seru Tata dengan senyuman jahilnya.
Tata pun dengan langkah yang terburu-buru segera menghampiri Fox, Fox yang sedang fokus mengotak-ngatik ponselnya tidak sadar kalau Tata mendekat ke arahnya.
Setelah dekat, Tata langsung memeluk Fox membuat Fox terkejut bukan main bahkan ponselnya sampai terjatuh.
Sebenarnya niat Tata hanya ingin menjahili Fox, karena selama ini Fox terkesan takut kepadanya jadi Tata ingin melihat bagaimana reaksi Fox kalau tiba-tiba dia memeluknya seperti itu, apakah Fox akan kabur lagi seperti tempo hari.
Sesaat Fox terdiam, bahkan untuk beberapa detik sepertinya jantung Fox berhenti tidak berdetak. Setelah tersadar, Fox langsung mendorong Tata hingga Tata terjatuh ke tanah.
"Aw, jahat banget sih kamu jadi orang," kesal Tata.
"Dasar wanita gila, aku kan sudah bilang beberapa kali sama kamu jangan sentuh aku!" bentak Fox.
Tata yang merasa dibentak akhirnya tersulut emosi juga, Tata pun segera bangkit dan berdiri di hadapan Fox.
"Kenapa? kenapa aku tidak boleh menyentuhmu? jangan bilang kamu alergi wanita, oh my god atau jangan-jangan kamu penyuka sesama jenis? ih mengerikan sekali, wajah boleh tampan dan gagah tapi kepribadian kamu sangat mengerikan," cibir Tata dengan gaya centilnya.
Fox terlihat mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras mendengar ucapan Tata yang selalu saja memojokannya.
Fox menarik lengan Tata dengan kasar dan merapatkan tubuh Tata ke body mobil membuat Tata terkejut. Tatapan Fox berubah tajam dan itu membuat Tata ketakutan.
"Le--pasin a--ku, ka-mu ma--u nga--pain?" seru Tata gugup.
"Kenapa gugup? apa sekarang kamu takut kepadaku?" seru Fox dengan senyuman menyeringai.
"Lepaskan aku Fox, atau aku berteriak supaya semua orang kesini dan memukulimu."
"Teriak saja, aku tidak takut. Selama ini kamu selalu cari gara-gara sama aku, dan kamu selalu saja mengataiku dengan kata-kata yang memojokanku dan mempermalukanku. Barusan kamu bilang kalau aku penyuka sesama jenis kan? oke, sekarang aku akan buktikan."
Tanpa aba-aba, Fox langsung mencium bibir Tata dengan liarnya membuat Tata membelalakan matanya. Tata memberontak dan memukul Fox, tapi Fox yang sudah dikuasai emosinya tidak mau melepaskan Tata bahkan saking liarnya Fox menggigit bibir Tata sampai bibir Tata sedikit berdarah.
"Astaga, kalau mau mesum jangan ditempat umum dong cari hotel sana."
__ADS_1
"Siang-siang tambah panas melihat adegan kalian."
"Itu bukanya si Tata temannya Gea ya."
Begitulah celetukan-celetukan yang keluar dari mulut para Mahasiswa yang lewat ke hadapan Fox dan Tata. Bahkan tidak sedikit ada juga yang merekamnya menggunakan ponsel mereka.
Dengan sekuat tenaga Tata mendorong tubuh Fox sehingga Fox sedikit memundurkan tubuhnya.
Plaaakkk...
Tata menampar Fox dengan sekuat tenaga, airmata Tata saat ini sudah tidak bisa terbendung lagi. Fox pun kaget saat melihat bibir Tata berdarah.
"Brengsek kamu Fox, berani-beraninya kamu melakukan ini padaku!" bentak Tata.
Tata segera berlari dan masuk ke dalam mobilnya, Tata melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sedangkan Fox hanya bisa terdiam.
"Apa yang sudah barusan aku lakukan?" batin Fox.
Gea baru saja keluar dari kamar mandi. "Sial, tumben-tumbenan jam segini toilet ngantri banget kaya mau dibagi sembako," gerutu Gea.
Gea pun segera menuju parkiran tapi Gea sama sekali tidak menemukan keberadaan Tata, hingga akhirnya Gea melihat Fox sedang berdiri dan menundukan kepalanya.
"Fox..."
"Ah Gea, maaf aku disuruh Tuan Victor untuk menjemputmu dan mengantarkanmu pulang soalnya saat ini Tuan masih banyak kerjaan."
"Oh...Eh iya, kamu lihat Tata ga barusan?" tanya Gea.
"A--ku lihat di--a su--dah pulang," sahut Fox terbata.
"Oh begitu, ya sudah yuk kita pulang."
Gea dan Fox pun masuk ke dalam mobil, selama dalam perjalanan Fox tidak henti-hentinya memikirkan kejadian barusan ada sedikit perasaan bersalah di dalam hati Fox.
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOBE YOU
__ADS_1