
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Victor tampak celingukan mencari keberadaan Fox...
"Si Fox kemana?" gumam Victor.
"Apa Tuan Victor mencari Tuan Fox?" seru Sari.
"Iya Tante, apa Tante melihatnya?" tanya Victor.
"Tadi Tuan Fox diseret oleh temannya Non Gea."
"Hah...diseret? diseret kemana?"
"Tante ga tahu, tapi Nona itu membawa Tuan Fox pergi kesana," tunjuk Sari.
Victor mengerutkan keningnya. "Si Fox pasti sama si Tata, aduh dibawa kemana si Fox?" gumam Victor.
Sementara itu...
Tata terus saja menarik tangan Fox membuat Fox kebingungan, Fox terus saja melihat tangannya yang ditarik oleh Tata.
"Hai wanita gila, kamu mau bawa aku kemana?" seru Fox dingin.
Tata menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke belakang.
"Apa kamu bilang? wanita gila?"
"Ya memang kamu wanita gila."
Tata melepaskan genggamannya dan berkacak pinggang di depan Fox.
"Sembarangan kalau ngomong, aku cantik begini dibilang gila jangan-jangan mata kamu katarak ya tidak bisa melihat keindahan di hadapanmu ini," ketus Tata.
"Kita tidak saling kenal, dan kamu tiba-tiba menarik aku dan membawaku kabur seperti ini, apa itu bukan namanya kamu wanita gila ya," seru Fox dingin.
Tata melangkahkan kakinya mendekat ke arah Fox membuat Fox memundurkan langkahnya. Saat ini wajah Tata sangat dekat dengan Fox, sehingga dengan susah payah Fox menelan salivanya.
Fox dari remaja sudah ikut bersama Victor, Fox adalah korban dari kekerasan anak hingga akhirnya Fox berhasil kabur dan bertemu dengan Victor. Fox selama ini hanya mengabdikan dirinya kepada Victor, dia tidak pernah berurusan dengan yang namanya wanita.
Tata adalah wanita pertama yang menyentuhnya, Fox tidak pernah bersentuhan dengan wanita.
"Ka--mu ma--u ap--a?" tanya Fox gugup.
"Kenapa kamu jadi gemetaran seperti itu? jangan bilang kamu tidak pernah disentuh oleh wanita," goda Tata.
"Mak--sud ka--mu ap--a?"
__ADS_1
Tata semakin merapatkan tubuhnya membuat Fox semakin panas dingin dibuatnya, sedangkan Tata dia tahu kalau Fox belum pernah berhubungan dengan wanita karena Tata bisa tahu dari reaksi Fox yang seakan takut kepadanya.
Tata berjinjit dan wajah mereka berdua semakin dekat, jantung Fox sudah berdetak tak karuan karena Fox pikir Tata akan menciumnya. Sesaat mereka saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya...
Pyuuuhhh...
Tata meniup wajah Fox, Fox hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh terjungkal ke tanah.
"Buwahahaha....dasar kanebo kering, wajah triplek, kulkas dua pintu, baru gitu aja sudah terkejut apalagi kalau aku cium kamu, bisa-bisa kamu kena serangan jantung. Ckckck...sayang sekali wajah tampan, tubuh atletis, gagah, jago beladiri, tapi takut sama wanita," seru Tata dengan tawanya.
Tata pun akhirnya kembali ke rumah Gea dan meninggalkan Fox yang masih terduduk di tanah itu.
"Sial, wanita itu sangat mengerikan," gumam Fox.
Tata kembali ke rumah Gea, dilihatnya Victor tertidur di kursi yang ada di teras.
"Victor, Victor, bangun," seru Tata perlahan.
Victor mengerjapkan matanya dan celingukan kemana-mana.
"Mana Fox? kamu apain dia?" tanya Victor dingin.
"Idih, memangnya aku mau ngapain dia? wanita mana pun ga bakalan ada yang mau sama manusia patung itu, kaku kaya kanebo kering, datar kaya triplek, dingin kaya kulkas dua pintu, membosankan," seru Tata dengan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Gea dengan gaya centilnya.
Bahkan Victor sampai harus mengusap wajahnya karena terkena kibasan rambut Tata.
"Astaga wanita itu," gumam Victor.
Tidak lama kemudian, Fox pun datang dengan langkah gontainya.
Fox pun mengangkat wajahnya dan menatap Victor dengan wajah yang memelas.
"Wanita sungguh sangat mengerikan," sahut Fox.
Akhirnya pecah juga tawa Victor, Victor pun merangkul pundak Fox. "Mangkanya Fox dari dulu aku sering bilang sama kamu, cari wanita supaya kamu tidak kaku-kaku banget kalau berhadapan dengan wanita."
"Ah sudahlah Tuan, wanita itu sudah mempermalukan aku, sekarang aku tidak punya muka kalau bertemu dengan dia," seru Fox dengan nada yang memelas.
"Ayo kita pulang, nanti aku kasih tahu bagaimana caranya menghadapi wanita super aktif kaya Tata."
"Enggak usah, aku ga mau bertemu lagi dengan wanita itu."
Fox pun langsung masuk ke dalam mobil begitupun Victor yang ikut masuk juga, Victor tidak hentinya menertawakan Fox. Wajah Fox sangat merah bahkan Victor juga melihat kalau tangan Fox sedikit gemetaran.
"Sepertinya si Fox harus belajar dekat dengan wanita supaya tidak syok kalau bertemu dengan wanita lagi," batin Victor.
Malam pun tiba...
Saat ini semuanya sedang menikmati makan malam bersama, terlihat sekali wajah mereka sangat bahagia karena sekarang mereka sudah bisa berkumpul lagi seperti dulu.
"Hah serius kamu Glenn? jadi Gio pacaran sama puteri yang orangtuanya dia bunuh?" tanya Gea tidak percaya.
"Iya Kak, awalnya aku memang menyuruh Gio untuk membunuh Priska karena takutnya Priska melaporkan kita ke Polisi. Eh ternyata, dugaan aku salah Kak, nyatanya selama ini si Priska juga sudah suka sama Gio," sahut Glenn.
"Wow, cerita yang sangat menarik ternyata cinta bisa mengalahkan segalanya, iya kan Daddy?"
__ADS_1
"Iya, buktinya Daddy rela melepaskan segalanya demi Mommy kamu dan Daddy saat itu sangat nekad karena mencintai Mommy kamu yang notabene puteri dari seorang Jenderal Polisi," sahut Gerrald.
"Dan Opa, sangat mementingkan kebahagiaan Mommy sampai-sampai merestui hubungan anaknya dengan seorang ketua mafia yang sebenarnya musuh Polisi," sambung Gio.
"Daddy is the best pokoknya," seru Gea, Gio, dan Glenn bersamaan.
Gerrald, Bram, dan Sari hanya bisa tersenyum sungguh pemandangan yang sangat membahagiakan. Dan baru kali ini Bram merasakan ketenangan hati, setelah berpuluh-puluhan tahun hidup di dunia hitam.
Mereka tidak perlu lagi khawatir akan musuh dan Polisi yang selalu mengincar mereka. Dan hebatnya lagi, sampai sekarang Polisi tidak bisa menjebloskan Gerrald dan yang lainnya ke penjara karena mereka tidak punya bukti sama sekali.
Setelah makan malam selesai, Gea pun masuk ke dalam kamarnya.
Tok..tok..tok...
"Sayang, apa Daddy boleh masuk?"
"Masuk saja Daddy, tidak dikunci kok."
Gerrald pun masuk ke dalam kamar Gea dan duduk di hadapan Gea.
"Ada apa Daddy?"
Gerrald menggenggam tangan puterinya itu. "Sayang, saat ini kamu sudah dewasa dan sudah sepantasnya kamu berumah tangga. Victor sudah meminta izin untuk menikahimu dan Daddy dengan senang hati merestui hubungan kalian tapi dengan satu syarat, Daddy ga mau Victor membawa kamu ke rumahnya pokoknya kamu harus tetap tinggal disini bersama Daddy," seru Gerrald.
Gea pun tersenyum dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Jangan menangis, berbahagialah dan Daddy yakin Victor adalah pria yang tepat untukmu walaupun Daddy belum lama mengenalnya tapi Daddy sudah yakin dengannya kalau Victor bisa membahagiakan dan menjaga puteri cantik Daddy ini."
Gea pun langsung memeluk Daddynya itu. "Victor memang pria yang baik, Daddy."
"Iya, Daddy tahu."
Gerrald mengusap punggung dan kepala Gea, dia tidak menyangka kalau puterinya itu sudah dewasa dan sebentar lagi bakalan ada pria yang menikahi puterinya itu.
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU