
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Mobil Fox pun sampai di depan rumah Gea...
"Terima kasih Fox."
"Sama-sama Ge, oh iya Tuan akan pulang pukul lima sore."
"Iya, sekali lagi terima kasih."
Fox pun kembali melajukan mobilnya menuju kantor.
"Astaga, apa yang sudah aku lakukan? kenapa aku jadi terpancing seperti itu sih?" gerutu Fox.
Sementara itu...
Tata sampai di rumahnya, Tata keluar dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan kedua orang tuanya yang sedang duduk di ruangan keluarga.
"Kenapa anak itu?" seru Mama Tata.
"Mana Papa tahu."
Papa Tata yang sedang fokus menonton tv, tiba-tiba menerima telepon dari asistennya dan betapa terkejutnya Papa Tata saat mendengar penjelasan asistennya itu.
"Ada apa Pa?" tanya Mama Tata.
Papa Tata memutuskan sambungan teleponnya, dan kembali mengotak-ngatik ponselnya. Dan benar saja apa yang dikatakan asistennya itu kalau Tata saat ini sedang viral.
"Astaga, anak itu," geram Papa Tata.
"Ada apa sih Pa?"
"Coba Mama lihat ini."
Papa Tata menyerahkan ponselnya, seketika Mama Tata menutup mulutnya tidak percaya atas apa yang dilihatnya.
"I--ini Tata, Pa?"
"Iyalah, siapa lagi. Dasar ya anak itu, bikin malu saja."
Papa Tata pun bangkit dari duduknya dan segera naik ke lantai dua menuju kamar Tata, Mama Tata pun mengikutinya dari belakang.
Kejadian Tata dan Fox ciuman di kampus tadi sudah beredar luas di berbagai media sosial. Entah siapa yang menyebarluaskannya, yang jelas saat ini video itu sedang viral dimana-mana.
Tok..tok..tok..
Tata dengan malas berjalan dan membuka pintu kamarnya.
"Papa, Mama."
Papa Tata mengambil ponsel yang sedang dipegang oleh istrinya itu dan menyerahkan kepada Tata.
"Lihat itu!"
Tata langsung membelalakan matanya, betapa terkejutnya Tata saat melihat video ciumannya dengan Fox tersebar luas seperti itu.
__ADS_1
"Pa, Ma, Tata bisa jelaskan semuanya ini tidak yang seperti kalian lihat," seru Tata gugup.
Tata sudah sangat ketakutan, Papanya itu sangat keras sudah pasti Tata akan diusir dari rumah karena video itu.
"Tata-----"
"Tidak apa-apa," seru Papa Tata santai menghentikan ucapan Tata.
"Hah..."
Tata dan Mamanya melongo, kenapa Papanya bisa mengatakan tidak apa-apa dengan santainya padahal tadi Tata mengira kalau Papanya akan menamparnya atau bahkan mengusirnya dari rumah.
"Maksud Papa apa? memangnya Papa tidak marah melihat video ini?" tanya Tata bingung.
"Tidak, kenapa Papa harus marah? justru Papa senang itu tandanya anak Papa normal," sahut Papa Tata dengan senyumannya.
"What? dari dulu Tata memang normal Pa, kenapa Papa sampai bisa berpikiran kalau Tata tidak normal? jahat banget sama anak sendiri."
"Ya iyalah, anak-anak rekan bisnis Papa itu semuanya sudah memiliki gandengan dan membanggakannya sedangkan Papa, Papa tidak bisa membanggakan anak Papa sendiri karena kamu tidak pernah terlihat menggandeng pria dan satu lagi yang membuat Papa bangga sama kamu adalah Papa tidak menyangka kalau kamu bisa berpacaran dengan Tuan Fox, itu Tuan Fox kan? asistennya Tua Victor? kamu tahu banyak sekali rekan bisnis Papa yang menginginkan kedua pria tampan dan super kaya itu menjadi menantunya, sayangnya Tuan Victor sudah menikah dan sekarang kamu yang mendapatkan Tuan Fox, ah Papa bangga sekali padamu sayang. Sudah ya Papa mau pamer dulu ke rekan bisnis Papa," seru Papa Tata antusias.
Papa Tata hendak melangkahkan kakinya, tapi ia kembali berhenti dan menatap Tata yang saat ini masih melongo dengan ucapan Papanya itu.
Papa Tata mendekatinya dan membisikan sesuatu di telinga Tata.
"Lain kali kalau mau melakukan hal kaya gitu jangan di depan umum, di tempat sepi saja," bisik Papanya dan mengedipkan sebelah matanya.
"Apa?"
Papa Tata pun pergi dan Mamanya pun menyusul suaminya, sedangkan Tata masih tidak percaya dengan reaksi Papanya itu.
"Apa-apaan ini, kenapa Papa justru bangga bukanya marah?" gumam Tata.
Tata mengacak-ngacak rambutnya frustasi, sungguh orang tua ga ada akhlak. Anaknya lagi kesal dan malu karena video itu, ini Papanya malah senang dan bangga.
***
Tiba-tiba ada notif pesan dan Victor langsung membukanya, betapa terkejutnya Victor saat melihat video Fox dan Tata.
"Astaga, ini beneran si Fox bukan?" gumam Victor.
Victor terus memperhatikan video itu dan Victor pun yakin kalau itu memang benar Fox dan Tata.
Ceklek...
Fox datang dengan wajah lemasnya, kemudian duduk di hadapan Victor. Victor menatap ke arah Fox membuat Fox mengerutkan keningnya.
"Ada apa Tuan?"
Victor memperlihatkan ponselnya, Fox membelalakan matanya dan langsung mengambil ponsel itu dengan paksa.
"Apa-apaan ini? kenapa ada video ini?" seru Fox.
"Ternyata kamu liar juga Fox, aku ga nyangka kamu bakalan berani melakukan itu di hadapan umum."
"Tuan ini tidak seperti yang Tuan pikirkan, aku bisa jelaskan semuanya," sahut Fox gugup.
"Mau jelaskan apa? tidak apa-apa, justru aku senang kalau kamu bisa melakukan itu karena tandanya kamu normal," seru Victor sembari tersenyum.
Fox mengusap wajahnya kasar, sepertinya Fox harus meminta maaf kepada Tata.
"Kamu tahu Fox, Tata itu puterinya pemilik sebuah Bank ternama disini. Bank yang dulu hampir saja kita rampok tapi tidak jadi karena aku keburu tahu kalau Tata itu temannya Gea."
"Maksud Tuan, Bank xxx?"
__ADS_1
"Iya...hayo loh aku yakin kamu pasti langsung dikawinin."
"Masih mending dikawinin, bagaimana kalau aku dilaporin ke kantor polisi?" sahut Fox.
"Tidak mungkin, kamu kan tahu kita berdua itu pria-pria idaman. Orang tua Tata justru bakalan senang dengan video itu, percaya sama aku. Ketua Mafia aja takluk, apalagi cuma pemilik sebuah Bank."
Fox tampak terdiam, sebenarnya yang jadi permasalahannya bukan karena dia takut dilaporkan ke polisi tapi Fox merasa bersalah saja kepada Tata.
***
Malam pun tiba...
Tata dan kedua orang tuanya sedang makan malam bersama.
"Sayang, sejak kapan kamu pacaran dengan Tuan Fox? kok kamu ga pernah bawa dia ke rumah untuk dikenalkan sama Mama dan Papa," seru Papa Tata.
"Tata ga pacaran sama dia," sahut Tata datar.
"Hah, ga pacaran? terus kalau ga pacaran kenapa kalian seperti itu?" tanya Papa Tata kaget.
"Entahlah, Tata malas menjelaskan semuanya."
"Ishh..ishh..ishh..ini tidak baik Pa, bagaimana kalau kita bicara kepada Tuan Fox itu untuk segera menikahi puteri kita," seru Mama Tata.
Uhuk..uhuk..uhuk..
Tata langsung tersedak mendengar ucapan Mamanya itu.
"Apa? tidak, Tata tidak mau menikah sama si patung pancoran," tolak Tata.
"Pokoknya Papa akan mendatangi Tuan Fox, dan meminta dia untuk segera menikahimu karena dia harus tanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan terhadap puterimu," tegas Papa Tata.
"Papa, Tata ga mau lagipula Tata ga hamil kok ngapain mesti minta tanggung jawab sama dia," rengek Tata.
"Masalahnya, Papa sudah bilang sama teman-teman Papa kalau kamu mau menikah sama Tuan Fox jadi daripada Papa malu lebih baik Papa memaksa Tuan Fox untuk menikahimu dengan alasan video itu," sahut Papa Tata dengan santainya.
"Astaga Papa!" teriak Tata.
Tata tampak kesal, dia pun berdiri dan langsung pergi ke kamarnya tanpa menghabiskan makan malamnya.
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1