
π«
π«
π«
π«
π«
Selama dalam perjalanan, pikiran Glenn hanya tertuju kepada Arum. Glenn merasa bangga kepada Arum yang tidak malu melakukan pekerjaan apa pun.
"Wanita tangguh," batin Glenn.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, siang ini Arum duduk di pinggir jalan untuk beristirahat sembari meminum air mineral yang barusan dia beli.
Tidak jauh dari tempatnya duduk, tepatnya di lampu merah Arum tidak sengaja melihat sebuah motor yang sama seperti Glenn.
"Itu kan Mas Glenn, ternyata sudah punya pacar," gumam Arum.
Arum terlihat sangat kecewa. "Arum-arum, sudah pastilah laki-laki tampan seperti Mas Glenn sudah punya pacar. Kenapa bisa-bisanya aku mengharapkan Mas Glenn, mana mungkin Mas Glenn mau dengan wanita kucel dan miskin seperti aku, dasar bodoh," batin Arum dengan memukul pelan kepalanya.
Arum pun bangkit dari duduknya dan berjalan pulang, tidak bisa dipungkiri kalau semenjak Glenn menolongnya, Arum memang menyukai Glenn dan lebih tepatnya menyukai dalam diam.
Arum tidak tahu kalau laki-laki yang barusan dia lihat itu adalah Gio bukan Glenn.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, kamu sudah pulang Nak?"
"Iya Bu, Arum ke kamar dulu ya Bu. Arum mau istirahat dulu, soalnya nanti malam Arum harus berangkat lebih awal katanya akan ada tamu istimewa yang akan datang ke tempat kerja Arum," seru Arum.
"Baiklah, istirahatlah Nak."
Arum pun segera masuk ke dalam kamarnya, Arum selain menjadi pembersih jalanan dia juga bekerja di sebuah bar sebagai seorang pelayan. Arum menerima pekerjaan itu karena tuntutan hidup, Arum ingin segera mengumpulkan uang supaya dia bisa mengbalikan uangnya kepada Glenn.
Selama satu tahun ini, Arum bekerja apa pun yang dia sanggup dan uangnya pun sedikit demi sedikit dia tabung.
***
Malam pun tiba....
Glenn sudah berpenampilan rapi...
"Kamu mau kemana Glenn?" tanya Gerrald.
"Glenn keluar sebentar Daddy, mau cari angin."
"Jangan malam-malam pulangnya."
"Siap Bos."
Glenn pun segera pergi dengan mengendarai motornya, entah kenapa malam ini Glenn merasa jenuh dan ingin pergi ke sebuah bar untuk hiburan semata.
Tidak membutuhkan waktu lama, motor sport milik Glenn pun sampai di sebuah bar yang lumayan terkenal di kota itu. Glenn pun masuk dan duduk, kemudian memesan sebuah minuman tapi bukan minuman beralkohol.
Malam ini, Glenn bukanya ingin mabuk-mabukan tapi Glenn hanya ingin menghilangkan jenuh saja.
Arum yang memang bekerja disana, saat ini sedang mengantarkan minuman ke sebuah meja yang dihuni oleh para laki-laki hidung belang.
"Ini Mas, pesanannya," seru Arum dengan ramahnya.
Salah satu laki-laki yang duduk tepat posisinya di samping Arum, merasa sangat tergoda dengan Arum yang hanya memakai rok mini. Hingga akhirnya laki-laki itu dengan reflek meremas b****g Arum membuat Arum terkejut dan langsung menyiram minuman ke wajah si laki-laki.
"Mas jangan kurang ajar ya!" bentak Arum.
Laki-laki itu langsung bangkit dari duduknya dan langsung menampar Arum dengan sangat kerasnya membuat Arum tersungkur ke atas meja yang didiami Glenn.
Glenn membelalakan matanya melihat kejadian itu, laki-laki itu pun belum puas kemudian menjambak rambut Arum sehingga kepala Arum terangkat dan Glenn bisa melihat dengan jelas wajah Arum.
"Arum," seru Glenn.
Arum membuka matanya dan betapa terkejutnya Arum saat melihat Glenn sudah ada di hadapannya.
"Dasar j***** tidak tahu diri, berani-beraninya kamu menyiram wajahku dengan minuman itu!" bentak si laki-laki.
Arum tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya meringis menahan sakit dengan airmata yang terus saja mengalir tanpa henti. Glenn yang melihat Arum diperlakukan seperti itu, mengepalkan tangannya.
Laki-laki itu mengambil sebuah botol minuman dan hendak memukulkannya ke kepala Arum tapi dengan cepat Glenn menendang laki-laki itu hingga si laki-laki itu terpental lumayan jauh.
__ADS_1
"Berani kamu menyentuh wanita itu lagi, aku yang akan membunuh kamu dengan tanganku sendiri!" teriak Glenn.
"Memangnya siapa kamu? apa kamu laki-laki yang akan membookingnya," seru laki-laki itu.
Glenn menyunggingkan senyumannya, tanpa bicara apa pun Glenn menarik tangan Arum dan hendak membawa Arum keluar dari bar itu. Tapi si laki-laki yang Glenn tendang merasa sangat marah dan memanggil teman-temannya untuk memukuli Glenn.
Glenn segera berlari bersama Arum keluar dari bar itu, dan rombongan laki-laki itu mengejar Glenn dan Arum.
Setelah sampai diluar, Glenn mendorong Arum untuk menjauh.
"Mundur jangan dekat-dekat," seru Glenn.
Arum pun menuruti semua perkataan Glenn, Glenn pun akhirnya berkelahi dengan rombongan laki-laki itu. Butuh waktu lama untuk Glenn mengalahkan semuanya, hingga pada akhirnya semuanya pun tumbang dan memilih kabur.
Glenn menghampiri Arum dan memperhatikan penampilan Arum, Arum yang merasa diperhatikan oleh Glenn terus saja menarik rok mini yang dia pakai. Glenn melepaskan jaketnya dan mengikatkan jaketnya ke pinggang Arum untuk menutupi paha Arum yang terekspose.
"Ayo naik, aku antarkan kamu pulang!" ajak Glenn.
Arum terlihat ragu-ragu. "A--ku bi--sa pulang sendiri," sahut Arum terbata.
"Cepat naik!" bentak Glenn.
Arum tersentak karena kaget hingga akhirnya Arum pun memilih menurut dan naik ke atas motor Glenn. Glenn menarik tangan Arum dan melingkarkannya ke perutnya, lagi-lagi Arum tersentak.
Glenn mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"Kenapa kamu bekerja di tempat seperti itu?" tanya Glenn.
"Tuntutan hidup."
"Tidak bisakah kamu bekerja di tempat yang lebih aman? kenapa pekerjaan kamu selalu saja membahayakanmu, bagaimana kalau aku tidak ada," seru Glenn.
"Maaf karena aku sudah sering merepotkanmu."
Arum mulai melepaskan tangannya dan memilih berpegangan ke pundak Glenn. Arum masih berpikir kalau Glenn sudah punya pacar. Glenn pun mengangkat sudut bibirnya, dan terus melajukan motornya.
Sesampainya di rumah Arum, Arum pun segera turun dari motor Glenn dan melepas jaket Glenn.
"Ini jaketnya, terima kasih."
Arum mulai melangkahkan kakinya tapi baru saja beberapa langkah, Arum kembali berhenti dan membalikan tubuhnya.
"Aku sudah bilang, aku tulus membantumu. Dan satu hal lagi, berhenti bekerja di tempat seperti itu karena akan membahayakanmu."
"Kenapa anda selalu saja membuatku salah paham, perhatian anda membuat siapa pun yang menerimanya akan merasakan menyukai anda. Jangan membuat aku mengharapkan lebih dari anda, jadi aku mohon aku akan membayar semuanya entah itu anda akan menerimanya atau tidak."
"Maksud kamu apa? memangnya salah kalau aku membantu kamu? memangnya salah kalau aku mengkhawatirkan keadaan kamu?"
"Tidak salah, tapi perlakuan anda kepadaku membuat aku semakin menyukai anda," seru Arum.
Seketika Arum membelalakan matanya, dia tidak sadar kalau barusan secara tidak langsung dirinya sudah mengungkapkan perasaannya kepada Glenn.
"Apa?"
Arum langsung bungkam, Arum segera menundukan kepalanya karena wajahnya sudah sangat memerah. Perlahan Glenn turun dari atas motornya dan menghampiri Arum.
"Coba kamu ulangi satu kali lagi, barusan kamu ngomong apa?" seru Glenn.
"Ma--af, ba--rusan a--ku sa--lah bi--cara."
Arum pun membalikan tubuhnya hendak pergi tapi Glenn menahan lengan Arum.
"Serius kamu suka sama aku?" goda Glenn.
"Ti--tidak Mas."
"Tapi tadi bilang kamu menyukaiku."
"Ti--dak, Mas salah dengar kali."
Arum pun segera melepaskan cengkraman tangan Glenn dan segera berlari masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Glenn menyunggingkan senyumannya dan memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
***
1 minggu kemudian....
Semenjak kejadian malam itu, Glenn sudah tidak pernah bertemu dengan Arum bahkan di jalan yang biasanya ada Arum sedang bersih-bersih, sudah satu minggu Glenn tidak melihatnya.
"Kok Arum ga pernah kelihatan lagi, apa dia sakit ya?" gumam Glenn.
__ADS_1
Glenn yang awalnya akan pergi ke kampus, langsung memutar arah menuju rumah Arum. Glenn ingin memastikan saja kalau Arum dalam keadaan baik-baik saja.
Tidak lama kemudian, motor Glenn pun berhenti di depan rumah Arum. Rumah Arum terlihat sangat sepi seperti tidak ada orang sama sekali.
Setelah beberapa saat menunggu, dari kejauhan Glenn melihat Arum yang sedang berjalan kaki dengan membawa kantong kresek yang berisi sayuran, Glenn bisa menyimpulkan kalau Arum baru saja habis belanja. Tapi ada yang menarik perhatian Glenn, Glenn melihat kalau mata Arum terlihat bengkak seperti habis menangis.
"Arum."
Arum mengangkat kepalanya. "Mas Glenn, kok Mas Glenn ada disini?" tanya Arum.
"Selama satu minggu ini, aku tidak pernah melihat kamu di jalanan jadi aku memutuskan untuk kesini karena ingin tahu keadaan kamu saja, takutnya kamu sakit."
Arum kembali menundukan kepalanya. "Ayo Mas, masuk dulu."
Glenn pun mengikuti Arum masuk ke dalam rumahnya, Glenn tampak celingukan.
"Ibu kamu kemana? beliau sudah sembuh kan?" tanya Glenn.
Arum menghentikan langkahnya. "Ibu sudah meninggal Mas, satu minggu yang lalu."
"Apa? Innalillahi."
Arum pun pergi menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Glenn, kebetulan dapur rumah Arum tanpa sekat jadi Glenn masih bisa melihat Arum.
Glenn memperhatikan Arum, Arum membuatkan kopinya dengan deraian airmata dan itu membuat Glenn menghampiri Arum. Glenn menyentuh tangan Arum yang sedang mengaduk kopi untuknya.
"Sudah jangan dilanjutkan."
"Maaf Mas."
Arum segera menghapus airmatanya yang terus saja menetes, Glenn yang melihat Arum rapuh seperti itu akhirnya menarik tubuh Arum ke dalam dekapannya.
"Menangislah kalau dengan menangis itu akan membuat hati kamu lega."
Tumpah sudah airmata Arum, tangisan Arum semakin kencang. Arum menangis tersedu-sedu dipelukan Glenn.
"Ibu sudah pergi ninggalin aku Mas, sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini."
Glenn tidak banyak bicara dia hanya bisa menenangkan Arum dan memberikan semangat untuk Arum.
Cukup lama Glenn memeluk Arum, hingga akhirnya Arum pun melepaskan pelukannya.
"Maaf Mas."
"Tidak apa-apa, oh iya sekarang kamu kerja dimana?"
Arum menggelengkan kepalanya. "Aku pengangguran Mas, lagi nyari pekerjaan juga."
Glenn menggenggam tangan Arum. "Ikut aku, kamu bisa bekerja di rumahku."
"Hah..."
Glenn pun akhirnya membawa Arum ke rumahnya, dia akan menjadikan Arum pelayannya Gea pasti Kakaknya itu akan sangat bahagia karena akan mempunyai teman wanita.
π«
π«
π«
π«
π«
Guys, untuk hadiah komen Author dan Admin sudah menyiapkan pulsa dan juga poin. Untuk komentar yang paling bagus, akan mendapatkan pulsa dari Author beserta poin masing-masing 1k poin untuk 5 orang pemenang jadi tunggu apa lagi, yuk buruan kasih komentar terbaikmu. Semoga beruntungππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1