
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
"Geaaaaaaa......"
Gerrald dan Victor berteriak bersamaan, sedangkan Yanti tersungkur ke pinggir jalanan. Disaat mobil truk itu mendekat, Gea memang mendorong Yanti dan akhirnya dia yang harus tertabrak.
Semuanya segera menghampiri Gea yang sudah berlumuran dengan darah.
"Sayang bangun, jangan tinggalkan Daddy."
"Fox, cepat siapkan mobil!" teriak Victor.
"Baik Tuan."
Semuanya tampak panik, Tatang segera menghampiri istrinya yang hanya mengalami lecet saja.
"Bu, Ibu tidak apa-apa?"
"Tidak Pak, Ibu tidak apa-apa tapi Lia."
Yanti segera berlari menghampiri Gea...
"Lia, ya Allah..."
Gerrald menoleh ke arah Yanti dengan tatapan yang sangat tajam, Gerrald menyerahkan Gea kepada Victor dan tanpa diduga Gerrald langsung mencekik Yanti sehingga membuat Yanti terkejut begitu pun dengan Tatang.
"Kenapa kamu mengajak lari anakku? kalau kamu tidak membawa Gea, Gea tidak akan sampai seperti ini," seru Gerrald dengan penuh dengan emosi.
"Tuan, saya mohon lepaskan istri saya," seru Tatang.
Yanti tidak bisa bicara, hingga akhirnya mobil Fox pun datang dan Gerrald melepaskan cekikannya.
"Kalau sampai terjadi kenapa-napa kepada puteriku, aku akan mencarimu dan membuat perhitungan denganmu," seru Gerrald.
Victor pun segera membawa masuk Gea ke dalam mobilnya bersama Gerrald, sedangkan Gio dan Glenn menggunakan mobil yang dikendarai oleh Bram.
Kedua mobil itu segera melesat meninggalkan Yanti dan Tatang yang masih syok dengan kejadian barusan.
"Li--a Pak."
"Bu, Bapak kan sudah bilang itu bukan Lia dan mereka itu pasti keluarganya, keluarga anak itu pasti bukan orang sembarangan. Ibu lihat kan apa akibatnya kalau Ibu tidak mendengarkan omongan Bapak? ya sudah, sekarang kita pulang dan berdo'a supaya anak itu selamat dan baik-baik saja."
__ADS_1
Yanti pun dengan lemas dipapah oleh suaminya pulang ke rumahnya.
Jarak desa itu ke kota sangatlah jauh, sedangkan Gea harus segera mendapatkan pertolongan bahkan pakaian Gerrald dan Victor sudah penuh dengan darah Gea.
"Fox, cari saja rumah sakit yang dekat dari sini kita tidak mungkin harus ke kota," seru Victor.
"Baik Tuan."
Ternyata setelah lumayan lama mencari, akhirnya Fox menemukan rumah sakit walaupun rumah sakit itu tidak terlalu besar tapi setidaknya Gea harus mendapatkan pertolongan pertama.
Gerrald segera mengangkat tubuh puterinya itu masuk ke dalam rumah sakit.
"Dokter, cepat tolong puteriku!" teriak Gerrald menggelegar diseluruh ruangan.
Dokter dan perawat merasa terkejut dan langsung membawa Gea untuk mendapatkan penanganan. Rumah sakit itu memang tidak terlalu besar tapi beruntungnya peralatan disana lumayan lengkap.
Gea segera dibawa ke ruangan operasi karena lukanya lumayan parah, Gerrald dan yang lainnya menunggu dengan perasaan yang sangat cemas. Bahkan saat ini tangan Gerrald begitu gemetaran, Gerrald sangat takut kehilangan puterinya itu.
"Daddy..."
"Gio, Glenn, Daddy sangat khawatir dengan Kakakmu pokoknya Daddy tidak akan memaafkan diri Daddy sendiri kalau sampai terjadi kenapa-napa sama Kakak kalian itu."
"Daddy, Kakak adalah wanita kuat kita yakin Kakak akan selamat," seru Gio.
"Iya Daddy," sambung Glenn.
Pintu ruangan operasi terbuka, dan semuanya langsung menghampiri sang dokter.
"Dokter, bagaimana keadaan puteri saya?" tanya Gerrald.
"Alhamdulillah Tuan, operasinya berjalan dengan lancar tapi kondisi pasien masih kritis dan belum stabil, kalau malam ini pasien bisa melewati masa kritisnya berarti pasien akan selamat," seru Dokter.
Victor tampak lemas mendengar penjelasan sang Dokter begitu pun dengan Gerrald dan kedua adik Gea.
Untuk saat ini Gea ditempatkan di ruangan khusus, tubuhnya penuh dengan alat-alat medis dan semua orang hanya bisa menjenguk Gea secara bergantian.
Victor adalah orang pertama yang masuk, Victor menatap iba kepada wanita yang berstatus kekasihnya itu. Perlahan Victor mendekati Gea dan duduk di samping Gea, kemudian menggenggam tangan Gea.
"Ge, bangun Ge jangan seperti ini masa seorang bodyguard cemen sih," seru Victor dengan senyum yang dipaksakan.
Victor terdiam, diperhatikannya wajah cantik yang selama ini dia rindukan. Wajah cantik yang saat ini terlihat sangat pucat, tiba-tiba airmata Victor menetes dengan sendirinya. Ini adalah kedua kalinya Victor menangis, pertama saat bertemu dengan Gea dan kedua sekarang.
"Gea, aku tidak pernah mencintai seorang wanita sampai seperti ini bahkan disaat kedua orangtuaku meninggal saja, aku masih bisa bangkit dan tersenyum tapi kenapa disaat kamu menghilang semangat hidupku bahkan hilang. Aku mohon bangunlah..."
Pundak Victor bergetar hebat, Victor membenamkan wajahnya di telapak tangan Gea sungguh saat ini hati Victor hancur dan Victor tidak tahu bagaimana jadinya kalau sampai Gea pergi meninggalkannya.
Setelah puas bertemu dengan Gea, Victor pun keluar dan bergantian dengan Gerrald.
"Hai puteri Daddy yang cantik, apakabar? sepuluh tahun tidak bertemu, kamu tumbuh menjadi anak yang cantik dan juga tangguh bahkan kamu bisa mendidik dan menjaga adik-adikmu. Pasti hidup kalian selama ini sangat sulit kan? maafkan Daddy Nak, Daddy tidak bisa menjaga kalian," lirih Gerrald.
__ADS_1
Sama seperti Victor, airmata Gerrald pun tak mampu dia tahan.
"Wajah kamu mirip sekali dengan Daddy Nak, bangunlah Nak, Daddy ingin memelukmu, Daddy ingin mendengarkan keluh kesahmu, Daddy ingin mendengar celotehanmu, Daddy mohon bangunlah Nak."
Gerrald menundukan kepalanya, airmatanya terus saja mengalir. Tiba-tiba, sebuah tangan pun memegang pundak Gerrald membuat Gerrald tersentak.
Gerrald mendongakan wajahnya, ternyata Gladis sudah berdiri di samping Gerrald membuat Gerrald terkejut. Dia tidak tahu ini mimpi atau bukan yang jelas kehadiran Gladis seperti nyata.
"Maafkan aku Ge, yang memilih untuk meninggalkanmu dan anak-anak. Aku terlalu cinta kepadamu sampai-sampai aku sangat takut saat kamu pergi meninggalkanku."
Perlahan Gerrald bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Gladis, tapi sayang yang dia peluk hanyalah udara hampa. Tubuh Gerrald lemas dan merosot ke lantai, Gerrald menangis sejadi-jadinya.
"Kenapa kamu meninggalkanku Gladis, aku sangat mencintaimu hanya kamu dan anak-anak penyemangatku. Kenapa kamu tidak memberikan aku kesempatan hanya sekedar untuk memelukmu."
Gerrald terus saja menangis, hatinya begitu sangat sakit menerima kenyataan ini.
"Kenapa jalan hidupku sesakit ini? apa ini karma atas apa yang sudah aku lakukan dimasa lalu? Ya Allah, jika benar ini karma biarlah aku yang menanggungnya jangan biarkan puteriku merasakan sakit seperti itu, sudah cukup selama ini Gea menderita, sembuhkanlah puteriku, aku mohon," batin Gerrald.
Malam ini tidak ada satu pun yang tidur, semuanya terjaga. Mereka terus berdoa di dalam hati mereka supaya Gea cepat sadar dan bisa mengingat kembali semuanya.
"Bram, kamu terus awasi suami istri itu, jangan sampai mereka kabur," seru Gerrald dingin.
"Iya Tuan, saya sudah membayar salah satu warga disana untuk memantah mereka dan dia akan segera memberitahu saya jika mereka kabur," sahut Bram.
"Bagus."
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1