MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD
Kesadaran Gea


__ADS_3

🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Dua hari pun berlalu dan Gea sama sekali belum sadarkan diri, karena tidak ada perubahan sama sekali akhirnya Gerrald membawa Gea ke rumah sakit di kota karen peralatan disana pun lebih komplit.


Saat ini Gea sudah berada di rumah sakit yang ada dikota, Priska dan Tata pun akhirnya bisa menjenguk Gea.


"Ge, bangunlah jangan seperti ini walaupun disaat kamu bangun, kamu sangat menyebalkan tapi aku sangat merindukanmu. Aku rindu sikap dinginmu, aku rindu tatapan sinismu, dan aku rindu ucapan datarmu yang tak pernah tersenyum sekali. Walaupun kamu seperti itu, tapi aku tetap merindukanmu. Ayo bangunlah," seru Tata dengan deraian airmatanya.


Glenn menghampiri Tata dan merangkul pundak Tata. Glenn sangat kasihan dengan teman Kakaknya itu, walaupun Kakaknya selalu bersikap dingin kepadanya tapi Tata selalu sabar dan tidak pernah marah kepada Gea.


"Sudah jangan menangis, Kakakku wanita kuat aku yakin Kak Gea akan segera sadar kembali," seru Glenn.


Gerrald dan Victor tidak pernah absen, bahkan mereka berdua sama-sama tidak mau beranjak dari sisi Gea mereka sama-sama ingin menjadi orang pertama yang Gea lihat saat Gea sadar nanti.


"Daddy, sebaiknya Daddy istirahat dulu biar Gio dan Glenn yang jaga Kak Gea. Selama ini Daddy sudah terlihat sangat lelah menjaga Kak Gea," seru Gio.


"Tidak Gio, Daddy tidak pernah lelah untuk menjaga Gea."


"Tapi Daddy, Daddy sudah jarang makan ditambah kurang tidur lagi. Kalau Daddy seperti ini, Daddy sendiri yang akan sakit," seru Glenn.


"Yang dikatakan Den Gio dan Den Glenn benar Tuan, Tuan harus istirahat dan makan supaya Tuan tidak sakit," sambung Bram.


Sebenarnya Victor pun tidak jauh berbeda dengan Gerrald, pria-pria tampan beda usia ini memang sudah mengabaikan kesehatannya demi wanita yang mereka sayangi dan cintai.


Akhirnya Gerrald pun menurut, dia tidak mau sampai sakit. Disaat Gerrald bangkit dari duduknya, tiba-tiba tangan Gea bergerak.


"Kakak."


Semuanya langsung menoleh ke arah Gea dan benar saja tangan Gea mulai bergerak.


"Bram, panggil dokter cepat!" seru Gerrald.


"Baik Tuan."


Bram pun langsung berlari keluar untuk memanggil Dokter, beberapa saat kemudian Dokter pun datang dan menyuruh semuanya untuk menunggu diluar.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Dokter pun keluar.


"Bagaimana keadaan Puteriku, Dokter?"


"Alhamdulillah, puteri Tuan saat ini kondisinya sudah stabil dan saya juga tadi sudah periksa keadaannya, tidak ada luka dalam yang pasien alami."


"Syukurlah."


"Baiklah, kalau begitu saya permisi tapi saya sarankan jangan dulu diganggu dan jangan dibiarkan pasien berpikir terlalu keras dulu."


"Baik Dokter, terima kasih."


"Sama-sama."


Dokter pun pergi meninggalkan semuanya, mereka mulai masuk ke dalam ruangan rawat Gea dan terlihat Gea sudah membuka matanya. Gea menatap semuanya dengan tatapan dinginnya, membuat semua orang khawatir dengan kondisinya yang masih tidak mengenali mereka.


"Gea puteriku," seru Gerrald dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kakak."


"Ge, akhirnya kamu sadar juga," seru Tata.


Gea tidak bicara, dia hanya menatap satu persatu orang yang ada disana membuat Gerrald semakin khawatir.


"Sayang, apa kamu mengenali Daddymu ini?" seru Gerrald.


Gea kembali menatap Gerrald, keduanya saling pandang satu sama lain. Seketika hening, tidak ada yang berbicara sama sekali.


"Dad---dy...." lirih Gea.


Akhirnya jatuh juga airmata Gerrald...

__ADS_1


"Iya Nak, ini Daddy."


Gerrald langsung memeluk puterinya yang sudah sekian lama dia rindukan, airmata Gerrald dan Gea tumpah membuat Priska dan Tata pun ikut menangis.


"Daddy sangat merindukanmu Nak."


"Gea juga merindukan Daddy."


Gerrald melepaskan pelukannya dan menciumi pucuk kepala Gea tanpa henti, sungguh Gerrald sangat bahagia akhirnya Gea bisa mengenalinya.


"Kakak..."


Gea tersenyum dan merentangkan kedua tangannya, Gio dan Glenn pun memeluk Kakak kesayangannya itu.


"Kakak lama sekali menghilang."


"Kakak rindu sekali dengan kedua adik Kakak yang nakal ini."


Gio dan Glenn pun tersenyum, kemudian Gea melihat ke arah Tata. Tata ingin sekali memeluk Gea tapi karena Tata tahu bagaimana sifat Gea, akhirnya Tata hanya bisa diam dan tersenyum.


"Hai, kenapa kamu diam saja? apa kamu tidak mau memeluk aku?" seru Gea.


Airmata Tata tumpah dan akhirnya Tata pun langsung memeluk Gea.


"Aku sangat merindukanmu, Ge."


"Aku juga merindukanmu, anak bawel," sahut Gea.


Semuanya akhirnya bahagia, hanya Victor yang tidak ada disana. Pagi-pagi sekali, Victor harus pergi karena perusahaannya yang masih dia pegang ada sedikit masalah. Victor belum mengetahui kalau Gea sudah sadar.


Kemudian Gea celingukan...


"Kenapa? kamu cari Victor?" tanya Gerrald.


Gea pun menganggukan kepalanya...


"Dia tadi pulang dulu, soalnya perusahaannya mengalami masalah. Apa perlu Daddy menghubungi Victor? dan menyuruhnya untuk kesini?" seru Gerrald.


"Tidak, tidak usah Daddy kasihan dia biarkan dia menyelesaikan masalahnya dia dulu," sahut Gea.


"Kamu lapar tidak sayang?" tanya Gerrald.


"Ya sudah, sekarang kamu makan biar Daddy menyuapi kamu."


Gerrald pun mengambil bubur yang barusan dibawa oleh seorang perawat, kemudian menyuapi Gea dengan penuh kasih sayang. Gea sangat bahagia, setelah puluhan tahun mencari Daddynya akhirnya sekarang dia bisa bertemu dengan Daddynya.


Tidak terasa airmata Gea pun kembali menetes..


"Hai, kenapa puteri Daddy menangis?"


"Gea sangat bahagia Daddy, akhirnya Gea bisa bertemu dengan Daddy lagi."


"Maafkan Daddy Nak, selama ini Daddy sudah meninggalkan kalian semua. Mulai sekarang Daddy janji, Daddy akan menjaga kalian semua dan tidak akan meninggalkan kalian lagi."


Sementara itu di perusahaan Victor...


Victor menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya, Victor memejamkan matanya sembari memijat keningnya yang terasa berdenyut.


"Fox, apa sudah ada kabar dari rumah sakit?" tanya Victor.


"Belum Tuan."


"Fox, aku mau tidur dulu sebentar satu jam lagi kamu bangunkan aku."


"Baik Tuan."


Victor pun bangkit dari duduknya dan merebahkan tubuhnya di atas sofa, Victor tidak tahu kalau sebenarnya Gea sudah sadar. Fox pun mengambil selimut dan menutup tubuh Victor dengan selimut itu.


"Kasihan Tuan Victor, pasti dia sangat kelelahan," batin Fox.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Victor menggerakan tubuhnya. Victor melihat jam yang melingkar di tangannya, dan betapa terkejutnya Victor saat melihat kalau waktu sudah menunjukan pukul dua siang.


"Astaga, tidur aku kelamaan."


Ceklek...

__ADS_1


Fox pun masuk ke dalam ruangan Victor...


"Fox, kenapa kamu tidak membangunkanku? tadi kan aku suruh kamu bangunkan aku satu jam kemudian," kesal Victor.


"Maaf Tuan, tidur Tuan sangat nyenyak saya tidak berani membangunkan Tuan."


"Ya sudah, antarkan aku ke rumah sakit."


"Baik Tuan."


Fox pun segera mengantarkan Victor ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Victor berjalan dengan santainya sembari diikiti Fox yang berada di belakangnya.


Ceklek...


Victor membuka pintu ruangan rawat Gea, dan betapa terkejutnya Victor saat melihat saat ini Gea sedang memakan buah dengan disuapi oleh Tata.


"Gea...."


Victor segera menghampiri Gea dan langsung memeluknya membuat Tata bangkit dari duduknya dan pergi.


"Syukurlah kamu sudah sadar, aku sangat merindukanmu Gea."


"Kamu siapa?" seru Gea.


Semua orang membelalakan matanya, termasuk Victor. Victor melepaskan pelukannya dan menatap wajah Gea dengan seksama.


"Kamu masih belum ingat kepadaku?" tanya Victor.


Gea menggelengkan kepalanya...


"Kak, dia Victor masa Kakak tidak ingat?" seru Glenn.


"Glenn, apa Gea masih tidak mengingat semuanya?" tanya Victor.


"Tidak Bang, Kak Gea sudah mengingat semuanya. Kak Gea mengenali kami, tapi kenapa Kak Gea tidak mengenali Abang?" sahut Glenn.


"Pasti ini ada yang salah, aku harus menanyakannya kepada Dokter," seru Victor.


Victor pun segera melangkahkan kakinya tapi disaat Victor hendak membuka pintu untuk keluar, tiba-tiba Gea bersuara.


"Victor Trey Camberra, mau kemana kamu?"


Victor segera membalikan tubuhnya, dilihatnya Gea sudah tersenyum kepadanya.


"Gea kamu----?"


"Mana mungkin aku lupa sama Bosku."


Victor tersenyum dan kembali berlari memeluk Gea membuat semuanya tersenyum bahagia.


"Berani-beraninya kamu mempermainkanku, aku sudah sangat takut kamu tidak mengingatku."


"Maaf."


Victor sangat bahagia, karena ternyata Gea hanya membohonginya.


🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2