MY BEAUTIFULL BODYGUARD

MY BEAUTIFULL BODYGUARD
Kemunculan Priska


__ADS_3

🔫


🔫


🔫


🔫


🔫


Victor pun melepaskan pungutannya membuat Gea membuka matanya.


"Aku sudah bilang, kalau kamu hanya milikku tidak boleh ada yang mendekatimu bahkan menyentuhmu sekalipun," seru Victor.


Gea hanya terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Aku yakin dia menjadikanmu Bodyguardnya bukan karena dia ingin mempunyai pengawal tapi aku yakin kalau dia menyukaimu."


"Tidak mungkin."


"Aku ini pria Gea, jadi aku tahu mana pria yang hanya modus saja."


"Terus aku harus bagaimana? apa aku mundur saja jangan jadi Bodyguardnya?" seru Gea.


"Tidak, bagaimana pun dia adalah jalan kamu menuju keberadaan Daddymu justru kamu harus memanfaatkan dia, bukanya memanfaatkan orang yang menyukai kita itu jauh lebih menguntungkan?" sahut Victor.


"Tapi----"


"Aku akan memberikan pengecualian untuk pria sialan itu, karena itu semua demi kamu dan aku akan melakukan apa pun supaya membuatmu bahagia, hanya satu yang harus kamu lakukan, kamu jangan sampai lupa membawa bolpoint itu karena lewat itu aku bisa memantau keselamatan kamu."


Gea pun akhirnya menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu mau menginap disini?" tanya Victor.


"Tidak, aku akan pulang sekarang," sahut Gea dengan cepat.


"Ini sudah malam sayang, aku tidak akan membiarkan kamu pulang malam ini."


Gea seketika memundurkan tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya di dada membuat Victor mengerutkan keningnya.


"Kamu kenapa?" tanya Victor.


"Kamu jangan macam-macam, Victor."


Pletaakk...


Victor menjitak kepala Gea membuat Gea meringis kesakitan.


"Ternyata otak kamu bisa berpikiran kotor juga rupanya, aku memang orang jahat, pergaulan aku memang bebas, tapi aku tidak akan menghancurkan wanita sebelum aku menikahinya. Lagipula disini kamar kosong banyak jadi kamu bisa tidur dimana pun yang kamu mau," seru Victor.


Seketika wajah Gea memerah, bagaimana bisa dia berpikiran yang enggak-enggak. Victor pun mengusap kepala Gea dan mengacak-ngacak rambut Gea dengan gemas.


Kemudian, Victor bangkit dari atas ranjangnya dan menarik tangan Gea.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Gea dengan polosnya.


"Mata kamu sudah sayu begitu, pasti kamu sudah ngantuk kan? aku antarkan kamu ke kamar."


Victor pun menarik Gea menuju salah satu kamar kosong, Victor pun membukakan pintu kamarnya dan mempersilakan Gea untuk masuk.


Victor pun menuntun Gea menuju tempat tidur, Gea hanya menurut saja. Gea pun naik ke atas tempat tidur dan mulai merebahkan tubuhnya, tapi Gea terkejut saat Victor ikut tidur di samping Gea.


"Loh, kok kamu malah tidur disini?" tanya Gea dengan kagetnya.


"Aku hanya akan menemani kamu sampai kamu tidur saja, nanti setelah kamu tidur aku akan pergi," sahut Victor.


Gea tampak memicingkan matanya. "Aku janji, aku tidak akan macam-macam," seru Victor dengan mengangkat jarinya membentuk huruf V.


"Awas kalau kamu macam-macam," ancam Gea.


"Oke."


Gea pun kembali merebahkan tubuhnya bersamaan Victor yang ikut berbaring di samping Gea. Victor menarik tubuh Gea ke dalam dekapannya, Gea tersenyum dan mulai memejamkan matanya.


Sungguh pelukan Victor sangat terasa nyaman untuk Gea, Gea merasa sedang berada dalam dekapan Daddynya. Perlahan mata Gea mulai ngantuk dan tidak membutuhkan waktu lama, Gea pun langsung terlelap menuju alam mimpinya.


Victor sudah merasakan napas Gea yang teratur dan itu membuktikan kalau Gea sudah terlelap, perlahan Victor melepaskan dekapannya dan dengan sangat hati-hati Victor turun dari tempat tidur.


Victor membenarkan posisi selimutnya supaya Gea tidak kedinginan, lalu Victor mencium kening Gea.


"Selamat tidur, semoga kamu mimpi indah," gumam Victor.


***


Keesokan harinya....


Gio dan Glenn pergi ke kampus tanpa Gea...


"Gio, Glenn, Kakak kalian kemana?" tanya Tata .


Gio dan Glenn sama-sama mengangkat bahunya.


"Ishh..ishh..ishh..kompak sekali kalian," seru Tata.


Gio dan Glenn pun hendak melangkahkan kakinya tapi Tata dengan cepat menarik topi hoodie yang Gio dan Glenn pakai.


"Ishh...apa sih?" kesal Glenn.


"Tunggu dulu, aku mau kenalkan teman aku dia baru sembuh dan dia juga anak baru disini, dia bakalan masuk kelas kalian jadi aku minta batuan kalian tolong jaga dia."


"Memangnya kamu siapa? berani memerintah kita!" seru Gio.


"Ayolah, dia anak baru disini kasihan," mohon Tata.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka, ketiganya menoleh bersamaan. Seorang wanita dengan memakai pakaian seksi turun dari dalam mobil.


Tata langsung memeluk wanita cantik nan seksi itu dengan senangnya, berbeda dengan Gio dan Glenn yang membelalakan matanya melihat wanita itu.

__ADS_1


"Gio, bukannya dia anak dari pengusaha yang dulu kita bunuh?" bisik Glenn.


"Bukanya Tata bilang, dia dirawat di rumah sakit jiwa?" sahut Gio dengan berbisik juga.


Tata menarik tangan wanita cantik nan seksi itu.


"Kenalkan mereka Gio dan Glenn, nanti kamu akan sekelas dengan mereka. Gio, Glenn, kenalkan ini Priska teman aku," seru Tata.


Priska pun mengulurkan tangannya ke arah Gio dan Glenn.


"Hai, namaku Priska," seru Priska dengan senyumannya.


Gio dan Glenn saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya dengan tangan yang sedikit gemetar Gio dan Glenn membalas uluran tangan Priska.


"Gio...."


"Glenn..."


Priska menatap mata Gio dengan seksama. "Kok, rasanya aku pernah melihat tatapan itu tapi dimana ya?" batin Priska.


Gio pun segera melepaskan tangannya dan memalingkan wajahnya, perasaannya merasa tidak enak.


Tiba-tiba, sebuah mobil kembali berhenti di hadapan mereka dan ternyata itu adalah mobil Rival dan Gea pun langsung turun dari dalam mobil Rival.


"Gea, kok kamu bisa satu mobil sama Rival?" tanya Tata dengan menghampiri Gea.


"Aku sekarang jadi Bodyguardnya Rival," bisik Gea.


"Hah..."


Rival pun melangkahkan kakinya tanpa menghiraukan semuanya, begitupun dengan Gea yang mengikuti Rival.


"Gio, Glenn, aku titip Priska ya awas kalau kalian macam-macam sama dia," seru Tata.


Tata pun langsung berlari menyusul Gea...


"Kamu urus saja wanita itu," bisik Glenn.


"Ga bisa Glenn," sahut Gio.


"Sudah, dia ga bakalan tahu siapa kita karena waktu itu kita kan memakai penutup wajah," bisik Glenn.


Glenn pun menepuk pundak Gio dan pergi meninggalkan Gio, sedangkan Gio menggaruk kepalanya yang tidak gatal entah kenapa Gio merasa canggung berada dekat wanita cantik dan seksi itu.


"Ayo kita masuk kelas!" ajak Gio.


"Oke."


Gio dan Priska pun berjalan berdampingan, semua mata pria melotot melihat Priska yang tampil seksi memperlihatkan kaki jenjang yang putih mulus itu ditambah saat ini Priska menggunakan rok mini.


Gio merasa kesal. "Ingin sekali rasakan aku menembak bola mata mereka semua," batin Gio.


Tanpa aba-aba, Gio langsung menarik tangan Priska membuat Priska terkejut dengan perlakuan Gio.

__ADS_1


__ADS_2