
π«
π«
π«
π«
π«
Keesokan harinya....
Gea sudah bersiap-siap akan berangkat ke kampus, Gea tidak tahu kalau dari tadi Victor sudah menunggunya di depan rumah Gea.
Gea memakai helm dan bersiap-siap akan menaiki motornya.
"Hai cantik, siapa yang mengizinkan kamu naik motor!" seru Victor.
Gea pun menoleh...
"Victor, sejak kapan kamu disana?"
"Sejak tadi."
"Mau ngapain?"
"Ya mau mengantarkan kekasihkulah, mulai hari ini dan seterusnya aku akan antar jemput kamu karena aku tidak mau pengantinku kenapa-napa di jalan."
Gea melepaskan kembali helmnya, dan menghampiri Victor kemudian berdiri tepat di depan Victor seperti ingin menantangnya.
"Kalau aku menolak, bagaimana?"
"Aku akan memaksa, dan tidak ada bantahan sama sekali," sahut Victor.
Gea tersenyum dan hendak meninggalkan Victor tapi Victor segera meraih pinggang Gea dan memeluknya dengan erat.
"Hai, apa-apaan kamu lepaskan. Bagaimana kalau ada yang lihat," seru Gea dengan terus memberontak.
"Kalau kamu tidak menurut, aku akan memeluk kamu terus seperti ini aku ga peduli kalau ada yang lihat," seru Victor santai.
"Lepaskan Victor, kalau Daddy lihat bagaimana?"
"Ya biarin saja, justru malah bagus palingan kita akan dinikahkan."
"Ih Victor, ga lucu. Lepasin ga?"
"Enggak."
Gea sudah tidak bisa berontak lagi, bagaimana pun tenaga Gea tidak bisa menandingi tenaga Victor.
"Oke..aku akan ikut kamu, jadi sekarang lepaskan aku."
"Apa jaminannya? aku tahu siapa kamu, kamu adalah orang cerdik pasti setelah aku melepaskanmu, kamu akan langsung kabur."
"Astaga Victor, baiklah kalau aku sampai kabur aku akan menikah denganmu siang ini juga," sahut Gea.
Seketika Victor langsung melepaskan pelukkannya.
"Ya sudah, sana kamu boleh kabur."
Gea mengerutkan keningnya. "Kamu itu kenapa sih? tadi katanya jangan kabur, tapi sekarang malah nyuruh kabur bikin pusing saja," kesal Gea.
__ADS_1
"Barusan kan kamu bilang, jaminannya kalau kabur kamu akan menikah denganku siang ini juga jadi kamu kabur saja biar siang ini kita menikah justru itu hal yang paling aku tunggu-tunggu," sahut Victor.
Gea memutar bola matanya jengah, akhirnya Gea pun langsung masuk ke dalam mobil Victor dan Victor pun menyusulnya.
"Jadi kamu ga bakalan kabur nih?"
"Enggak."
"Kabur sajalah, biar siang ini kita menikah," seru Victor.
"Cepat jalan, atau aku akan beneran kabur dan kamu tidak akan menemukanku lagi," ancam Gea.
"Eh kok gitu? enggak-enggak, aku ga bakalan biarin kamu pergi lagi."
Victor merasa panik dan akhirnya Victor pun segera melajukan mobilnya menuju kampus Gea. Selama dalam perjalanan Victor berubah menjadi pendiam, Victor memilih diam karena takut salah bicara lagi dan berakhir Gea yang balik mengancamnya.
"Kenapa diam? tadi saja bawel dan keukeuh banget, sekarang malah diam," sindir Gea.
"Takut salah bicara."
Gea menahan tawanya. "Victor yang dulu seperti singa yang siap menerkam siapa pun, kenapa sekarang jadi kucing manis sih," seru Gea dengan mencubit pipi Victor dengan gemasnya.
"Itu semua gara-gara kamu."
"Kok gara-gara aku sih?"
"Iyalah, aku sangat takut kehilanganmu lagi. Kamu tahu, saat kemarin kamu hilang aku sangat hancur bahkan hampir gila karena merasa frustasi tidak bisa menemukanmu dan tadi kamu bilang, kamu akan meninggalkanku lagi? itu artinya kamu sangat mengharapkan aku mati ya," seru Victor dengan tatapan yang masih fokus ke jalanan.
Beberapa saat kemudian, Victor pun mengalihkan pandangannya kepada Gea karena Gea tiba-tiba terdiam. Tapi betapa terkejutnya Victor saat melihat Gea sedang menatapnya dengan deraian airmatanya.
Victor pun menepikan mobilnya, kemudian menangkup wajah Gea dan mengusap airmata Gea.
"Aku tidak pernah mengharapkan kamu mati, tapi kalau kamu mati, terus nanti aku nikah sama siapa dong? masa iya aku harus menikah dengan Fox," seru Gea.
"Hei, berani kamu menikah dengan pria lain, aku penggal kepala pria itu," kesal Victor.
Gea menahan tawanya, ternyata barusan Gea hanya bersandiwara untuk mengetes seberapa besar cinta Victor kepadanya dan lagi-lagi Victor kena jebakan Gea lagi.
"Kok kamu malah tersenyum? jangan bilang kamu ngerjain aku lagi?" seru Victor.
"Memang barusan aku ngerjain kamu kok."
"Ckckck...aku ngomong serius kamu malah dibuat bahan bercandaan," ketus Victor.
Victor pun segera melajukan mobilnya dengan wajah cemberut, selama sisa perjalanan Gea sudah membujuk Victor supaya tidak marah lagi tapi usahanya tidak berhasil.
Tidak lama kemudian, mobil Victor pun sampai di halaman kampus tapi Gea tidak mau turun, dia masih diam di dalam mobil Victor.
"Kenapa diam? ayo keluar, ini sudah sampai," ketus Victor.
"Kamu ngusir aku?" kesal Gea.
"Astaga."
Victor mengusap wajahnya kasar, Victor serasa ada diposisi yang serba salah.
"Aku itu dari tadi salah ngomong terus, jadi lebih baik sekarang aku diam terserah kamu mau melakukan apa pun juga," kesal Victor.
Victor pun merebahkan kepalanya dan matanya pun terpejam, Gea memang sedikit keterlaluan sehingga membuat Victor marah. Perlahan Gea pun membuka sabuk pengamannya dan mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Victor.
Tiba-tiba Gea menarik wajah Victor dan mencium bibirnya membuat Victor membelalakan matanya.
__ADS_1
"Maaf, aku juga tidak mau kehilanganmu karena aku juga sangat mencintaimu," seru Gea dengan senyumannya.
Setelah mengucapkan itu, Gea segera keluar dari dalam mobil Victor dan langsung berlari masuk ke dalam kampus.
Berbeda dengan Victor yang masih melongo saking tidak percayanya kalau Gea barusan menciumnya. Victor memukul kedua pipinya dengan sangat keras.
"Ini bukan mimpi kok, berarti barusan memang asli kalau Gea mencium aku duluan," gumam Victor tidak percaya.
"Yuhuuuu....kawin, kawin, aku bakalan secepatnya menikahimu, lihat saja Gea Alexander Crush aku akan membuat kejutan untukmu," teriak Victor sembari kegirangan membuat semua orang menoleh ke arah mobil Victor.
Sementara itu, Gea masuk ke dalam kelasnya sembari senyum-senyum ga jelas merasa malu karena sudah menjadi wanita yang agresif.
Bahkan sampai duduk pun, Gea masih senyum-senyum sendiri sehingga membuat Tata mengerutkan keningnya.
"Ge, semenjak kamu hilang ingatan kamu jadi murah senyum jangan-jangan syaraf senyum yang selama ini tegang sudah mulai melunak kali ya," seru Tata.
"Apaan sih kamu Ta, ga jelas."
"Oh iya Ge, orang yang menolong kamu waktu itu bagaimana ya kabarnya? apa yang sudah Om Gerrald lakukan? jangan-jangan mereka sudah ditembak mati karena berusaha mencelakakanmu," seru Tata.
Gea tiba-tiba tersentak, kok bisa-bisanya dia melupakan Yanti dan Tatang. Bagaimana pun mereka sudah menolongnya, kemudian Gea pun teringat akan janjinya yang akan melunasi hutang Yanti.
"Astaga, aku lupa!" teriak Gea sehingga membuat semua teman-temannya menoleh ke arah Gea.
"Lupa apa, Ge?"
"Ta, tolong kamu izinin aku ya ke dosen soalnya aku harus segera menemui Ibu Yanti dan Pak Tatang."
"Tapi Ge...."
Ucapan Tata terhenti karena Gea sudah berlari keluar meninggalkan kelas.
"Anak itu, selalu saja seperti ini," gerutu Tata.
π«
π«
π«
π«
π«
Hai readerku tersayang, sebentar lagi Novel ini End ya, yuk berikan komen terbaik kalian jangan jadi reader yang silent karena Otor mau kasih give away pulsa untuk 5 komen terbaik masing-masing 20k.
Pemenang akan diumumkan saat END ya, yuk buruan berikan komen terbaik kalianππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1