
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Gea mulai menggerakan tubuhnya dan perlahan membuka matanya.
“Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga Nak,” seru Tatang.
“Ini diminum dulu Nak.”
Yanti memberikan teh manis hangat untuk Gea dan Gea pun meminumnya sedikit.
“Sebenarnya ada apa Nak? Kenapa kamu bisa sampai pingsan?” tanya Tatang.
“Tidak Pak, aku hanya seperti mengenal seseorang tapi aku lupa siapa dia,” sahut Gea.
“Siapa? Dan dimana kamu bertemu dengan orang itu?” tanya Tatang kembali.
“Itu Pak, sepertinya tadi orang yang bertemu dengan Lia itu warga baru disini yang kata Bapak tubuhnya penuh dengan tato,” sahut Yanti memotong pembicaraan Gea.
“Oh, yang membeli rumah Juragan Dadang?”
“Iya Pak, ya sudah Ibu ke dapur dulu ya mau menyiapkan makanan untuk makan siang.”
Yanti pun meninggalkan Gea dan Tatang berdua, Tatang memperhatikan Gea dengan tatapan sendunya.
“Nak, coba jujur sama Bapak apa kamu mengingat siapa kamu sebenarnya?”
Gea menggelengkan kepalanya...
“Bukanya aku adalah anak Bapak dan Ibu, kenapa Bapak bertanya seperti itu?” tanya Gea yang sudah mulai curiga.
“Ah iya, kamu memang anak Bapak dan Ibu. Bapak hanya ingin mengetes kamu saja soalnya kan kamu baru saja sembuh dari kecelakaan,” sahut Tatang gugup.
Tatang sebenarnya ingin memberi tahu yang sebenarnya kepada Gea, tapi Tatang tidak tahu harus memulainya darimana, Tatang takut salah bicara.
Sementara itu, setelah Fox bertanya ke beberapa warga disana mereka mengatakan kalau ada yang mencurigakan dari Yanti dan Tatang karena mereka sempat melihat sepertinya di rumah mereka ada seseorang tapi mereka tidak tahu karena setahu mereka, Yanti dan Tatang hanya tinggal berdua semenjak puterinya meninggal.
Dengan informasi itu, akhirnya Fox pun secara diam-diam mengintai rumah Yanti dan Tatang. Fox pun berpura-pura bertamu ke rumah mereka untuk memastikan kalau disana ada Gea.
Tok...tok...tok...
“Permisi.”
“Iya sebentar!”
Tidak lama kemudian pintu rumah itu pun terbuka.
“Iya, ada yang bisa saya bantu?” tanya Tatang.
“Iya Pak, maaf saya kesini karena mendengar kalau Bapak ini seorang nelayan yah?”
“Iya Mas betul.”
“Begini Pak, saya ingin memesan ikan dari Bapak berapa banyak pun Bapak menangkap ikan, saya akan membelinya.”
“Serius Mas?”
“Iya, saya serius.”
“Kapan Bapak akan menangkap ikan? Soalnya saya butuh untuk besok, ada banyak tamu yang akan bertamu ke rumah saya jadi saya butuh ikan segar untuk dimasak.”
__ADS_1
“Sebentar lagi, saya akan berlayar menangkap ikan dan saya pastikan nanti malam saya akan mengantarkannya ke rumah Mas.”
“Baiklah nanti malam saya tunggu di rumah saya, tapi saya harap Bapak datang beserta anak dan istri Bapak soalnya saya ingin mengenal seluruh warga disini.”
“Baik Mas, nanti saya akan datang ke rumah Mas mengantarkan ikannya beserta anak dan istri saya.”
“Bagus, Bapak tahu kan rumah saya dimana?” seru Fox.
“Tahu Mas, Mas yang warga baru itu kan yang tinggal bersama pria bertato itu?”
“Iya betul sekali, kalau begitu saya pamit dulu jangan lupa nanti malam Bapak bawa ikan yang banyak saya akan bayar Bapak dua kali lipat.”
“Baik Mas.”
Fox pun segera meninggalkan rumah Tatang dengan senyuman yang tersungging di wajahnya.
“Kalau terbukti kalian menyembunyikan Gea, sudah dipastikan Tuan Gerrald akan marah besar,” batin Fox.
Tatang pun segera masuk ke dalam rumah dengan perasaan bahagia.
“Bu, Ibu, akhirnya kita akan mendapatkan rezeki,” seru Tatang bahagia.
“Rezeki apa Pak?” tanya Yanti.
“Barusan, warga baru itu memesan ikan kepada Bapak dan Ibu tahu, orang itu akan membayar ikan Bapak dua kali lipat.”
“Alhamdulillah, yang benar Pak?”
“Benar Bu, dan kita juga nanti malam diundang dia untuk datang ke rumahnya sekeluarga katanya dia ingin berkenalan dengan kita.”
“Akhirnya kita bisa mengumpulkan uang untuk membayar hutang kita kepada Juragan Darta.”
“Maka dari itu, sekarang Bapak mau berangkat mencari ikan dulu biar Bapak bisa mendapatkan banyak ikan.”
“Tapi kan Bapak belum makan siang.”
“Waalaiakumsalam.”
Â
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, mobil Gerrald mulai memasuki desa kecil itu bersamaan dengan Tatang yang baru saja selesai mencari ikan.
“Wah, mobilnya bagus banget pasti itu tamu yang akan datang ke rumahnya warga baru itu. Pasti mereka orang-orang kaya,” gumam Tatang.
Sore menjelang malam ini Tatang baru sampai di rumah, Tatang mendapatkan ikan yang lumayan banyak.
Tatang pun segera mandi karena dia sudah janji kepada Fox akan datang ke rumahnya beserta anak dan istrinya. Yanti awalnya melarang Hea ikut, tapi Tatang memarahi Yanti membuat Yanti pun akhirnya terpaksa membawa Gea pergi juga.
“Victor, dimana Gea?” tanya Gerrald.
“Sabar Daddy, sebentar lagi dia akan datang,” sahut Victor.
Semua terlihat memperlihatkan wajah yang cemas, mereka sangat takut kalau orang itu bukan Gea.
Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu gerbang dibuka. Fox melihat ke arah luar dan ternyata ketiganya sudah datang.
“Tuan mereka sudah datang.”
“Baiklah kita keluar.”
Semuanya pun menyambut kedatangan Yanti, Tatang, dan juga Gea.
“Selamat malam Mas, ini sesuai janji saya mau mengantarkan ikan hasil tangkapan saya,” seru Tatang.
Semuanya tercengang dan membelalakan matanya saat melihat wanita yang berdiri di belakang Yanti dan Tatang dengan menundukan kepalanya.
__ADS_1
“Kakak....” seru Gio dan Glenn bersamaan.
Seketikan Gea mengangkat wajahnya, dia seperti sangat familiar dengan suara itu.
“Benar itu Kak Gea,” seru Gio.
“Gea...” lirih Gerrald.
Yanti dan Tatang terdiam...
“Gea puteriku, ini Daddy Nak. Daddy sudah mencarimu kemana-mana,” seru Gerrald.
Tiba-tiba mata Gea berkaca-kaca, Gea tidak mengenal orang-orang itu tapi entah kenapa Gea merasa rindu kepada semuanya.
Sedangkan Yanti merasa sangat ketar-ketir, Yanti tidak mau sampai kehilangan Lia untuk kedua kalinya. Hingga akhirnya tanpa diduga Yanti langsung menarik tangan Gea dan membawa Gea berlari pergi dari sana.
“Hai kamu mau bawa Gea kemana?” teriak Gerrald.
Gerrald dan yang lainnya pun mengejar Gea yang dibawa lari oleh Yanti. Gea tidak bisa berbuat banyak, Gea tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
“Kenapa mereka memanggilku dengan sebutan Gea, padahal namaku kan Lia bukan Gea. Tapi pria yang tadi pagi bertemu denganku juga memanggilku Gea, jadi yang benar namaku itu siapa Lia apa Gea,” batin Gea.
Selama Yanti membawanya berlari, Gea hanya bisa melamun.
“Tunggu, kembalikan puteriku!” teriak Gerrald.
Yanti tidak mendengarkan teriakan Gerrald, hingga akhirnya Yanti merasa lelah begitu pun dengan Gea yang sudah tidak bisa berlari lagi saking lelahnya.
Mereka tidak sadar kalau saat ini mereka sedang berdiri di tengah jalan, tiba-tiba tanpa diketahui datangnya sebuah truk yang biasa memuat ikan yang akan dibawa ke kota datang.
“Awaaaaaassss.....”
“Aaaaaaaaaaa.....”
Bruaakkkk...
Suara hantaman pun terdengar sangat keras membuat Gerrald dan yang lainnya membelalakan matanya.
Semuanya terdiam, mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat malam ini.
🔫
🔫
🔫
🔫
🔫
Jangan lupa
Like
Gift
Vote n
Komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
Â
Â
__ADS_1
Â