My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 10


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Memasuki ruangan yang penuh dengan warna hitam putih pekat. Marco duduk di sofa yang memang khusus hanya dirinya saja yang boleh duduk di sofa itu. Sedangkan Niesha, Kylie, dan Art duduk di sebelah kanan Marco.


"To the point." Marco yang tidak suka basa-basi.


"Huh." Niesha menghela nafas panjang sebelum memulai percakapan. "Saya ingin anda bekerja sama untuk membantu kita supaya kalung yang anda beli, di pelelangan malam kemarin diserahkan kepada kami." Niesha berkata sambil memberikan sebuah map berisikan kontrak kerja sama. "Ini, bacalah." Lanjut Niesha.


"Apa kau yakin? Kamu tahu betul siapa aku, bukan?." Tanya Marco untuk memastikan sekali lagi dan membaca dengan teliti isi kontrak kerja sama.


"Tenang saja, saya tidak akan membocorkan rahasia gelap anda bahkan identitas anda." Niesha berusaha membuat Marco percaya dengan dirinya.


"Ck. Aku bisa saja membunuhmu saat ini. Tidak perlu menyumpal mulut orang cukup bunuh dan bum." Marco menyunggingkan senyumnya.


Kylie mendengar perkataan Marco membuat nya bergidik ngeri. "Sha, pulang aja, yuk. Dia tidak bisa diajak kompromi." Bisik Kylie ditelinga Niesha. Namun, Niesha hanya menaruh jari telunjuk nya di bibir Kylie untuk diam. Mendapatkan respon seperti itu, Kylie hanya pasrah saja.


"Keuntungan apa yang aku dapatkan, jika aku membantu kamu." Tanya Marco dan menatap dingin Niesha.


"Apa yang anda inginkan?" Niesha bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Jangan bicara terlalu formal, nona." Sinis Marco yang mulai jenuh dengan perkataan yang menurut nya terlalu formal.


"Baiklah, tuan. Apa yang kamu inginkan?" Niesha bertanya sekali lagi.


Marco yang mendengar perkataan Niesha seketika menyunggingkan senyum tipis lalu berkata "Kenapa kau sangat menginginkan kalung murahan itu?" Marco mencoba memancing Niesha.

__ADS_1


"Sepertinya kamu tahu betul apa yang ada di dalam kalung itu. Jika tidak, mana mungkin tuan ini mau mengeluarkan uang sebesar itu." Sinis Niesha sambil menyunggingkan senyum.


"Wow-wow." Marco bertepuk tangan. "Sepertinya kamu tidak sepenuhnya bodoh, mungkin 50% pintar dan 50% bodoh." Ucapnya dengan dinding.


"Apa maksudmu?" Niesha yang terkejut dengan ucapan Marco.


"Kamu akan tahu saat malam nanti tiba. Aku tunggu di mansion keluarga Donzello malam ini." Ucap Marco dengan santainya.


DEG!


"Ap-apa maksud mu? Apa hubungannya dengan keluarga Donzello?" Gugup Niesha. Sedangkan Marco hanya tersenyum tipis sambil mengangkat bahunya.


"Aku tunggu nanti malam." Kemudian Marco mendekat ke arah Niesha dan mulai membisikan "Apa harus ku bongkar semua sandiwara mu di hadapan teman-temanmu ini?" Berbisik dengan suara yang begitu serak namun candu bagi kaum hawa.


Niesha yang mendapat bisikan, hanya bisa menatap tajam ke arah Marco. Namun, Marco lagi-lagi hanya tersenyum tipis.


"Okay, terima kasih atas waktunya. TUAN MARCO." Niesha berkata sambil menahan emosi yang sudah membara dan menekankan perkataan pada kata tuan Marco.


Niesha keluar dari mansion tersebut diikuti oleh Kylie dan Art yang hanya diam saja saat pertemuan tadi. Niesha sungguh kesal, marah, dan lagi-lagi dia mengepalkan tangannya.


"Biarkan mereka keluar dengan tenang." Titah Marco pada Mafioso.


"Baik, tuan." Mafioso serentak dan menundukkan kepalanya tanda hormat, kemudian kembali ke tempat penjagaan.


Dalam perjalanan menuju mansion, Niesha hanya diam saja mencerna setiap kata yang diucapkan Marco.

__ADS_1


"Sha, apa hubungannya kamu dengan keluarga Donzello?" Selidik Kylie yang mulai curiga. Namun, karena tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Niesha, Kylie mulai menepuk pelan pundak Niesha, spontan Niesha terkejut.


"Astaga, jangan gitu." Niesha yang tadinya sudah kesal bertambah lagi kesalnya.


"Sorry, lagi pula aku menepuk pelan lho." Celetuk Kylie.


"Memang kamu mau bilang apa?" Tanya Niesha yang sebisa mungkin untuk tetap tenang.


"Aku sudah tanya, tapi kamu diam aja. Tadi, waktu pemimpin mafia itu, siapa namanya? Dia tampan dan suaranya aduh, terngiang-ngiang." Kylie yang terkagum-kagum melihat pemimpin mafia Cosa de Demonio untuk pertama kalinya.


"Kalau tanya tidak jelas, mending kamu diam aja." Ucap Niesha sinis.


"Okay-okay, serius nih. Tadi, aku tanya. Apa hubungan mu dengan keluarga Donzello? Aku tahu betul keluarga itu. Klan mafia yang tidak kalah kejamnya dengan klan mafia Cosa de Demonio." Jelas Kylie.


"Ky, lebih baik kita fokus sama tujuan kita sebenarnya. Jangan dengarkan omong kosong pria itu." Ucap Niesha yang mulai khawatir tentang semua rahasia yang selama ini ia sembunyikan.


"Huh...baiklah, terserah kamu saja." Kylie menghela nafasnya tanpa curiga sedikitpun.


"Art, kamu dan Kylie langsung saja ke apartemen, ini kartunya. Aku akan ke suatu tempat dulu. Kamu pergilah pakai mobil ini, dan aku akan naik taksi." Ucap Niesha ditengah perjalanan sambil menyerahkan kartu akses untuk masuk ke apartemen. Art pun menerima kartu akses itu.


Tanpa mempertanyakan itu, Art dan Kylie pergi menuju ke apartemen. Kini Niesha menaiki taksi menuju mansion keluarga Donzello.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_

__ADS_1


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


THANK YOU


__ADS_2