My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 16


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Pencarian besar-besaran untuk menemukan Eloner pun melibatkan banyak mafia. Mereka semua mencari keberadaan Eloner dari ujung ke ujung, hingga dering telepon Jacob berbunyi. Diangkatlah telepon itu "Jacob! Kamu pasti tahu keinginan ku. Datanglah ke alamat yang ku kirim lewat email mu! Ujar orang yang menculik Eloner.


"Bangsat kamu, kak! Papah sudah menyerahkan ini kepada ku! Jika aku tak menerimanya, kau pasti tahu kan akibatnya!" Geram Jacob.


Yang menculik Eloner adalah kakak tiri Jacob yang menginginkan kekuasaan klan Cosa de Demonio dan ingin menjadi pemimpin. Namun sayang sekali, karena sikapnya yang dari dulu terlibat masalah, ia tidak pernah di masukkan dalam list pewaris klan Cosa de Demonio.


"Aku tidak peduli!" Sentak Calvin Cleandro yang merupakan kakak tiri Jacob.


Bugh!


Jacob memukul tembok yang tepat berada disampingnya, ia benar-benar di buat geram oleh kelakuan kakaknya. Waldo yang melihat raut wajah Jacob marah, ia pun mencoba menepuk pundak Jacob dalam artian untuk menenangkannya.


"Putrimu pasti baik-baik saja." Waldo yang masih menepuk pundak Jacob.


Jacob yang ditepuk pundaknya pun menganggukkan kepalanya. Bohong kalau dia tidak khawatir akan keselamatan putri.


"Awas kau Calvin, jika kau menyentuh seujung rambutnya saja, kau akan kubunuh." Gumam Jecob dalam hati dengan perasaan menggebu-gebu.


Pencarian ini benar-benar memakan waktu yang tidak sebentar. Sudah tiga jam berlalu Eloner belum ditemukan. Hingga muncullah sebuah notif email.

__ADS_1


"Sialan!" Umpat Jacob setelah melihat isi email itu yang tertera sebuah foto Eloner terbaring lemas dan alamat yang harus Jacob datangi. Tanpa ba-bi-bu, ia segera meluncur ke alamat yang diberikan oleh Calvin, tak lupa Waldo dan para Mafioso pun ikut menuju ke alamat tersebut.


Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit, kini mereka telah tiba di sebuah rumah besar yang terlihat sudah tidak berpenghuni belasan tahun. Turunlah mereka dari mobil.


"CALVIN!" Teriak Jacob penuh dengan amarah.


Prok Prok Prok. Bunyi tepuk tangan Calvin yang keluar dari rumah kosong itu bersama anak buahnya.


"Marvelous." Calvin yang terus bertepuk tangan dan tertawa seperti mengejek. "Rupanya kau datang juga. Namun, sayang kau telah terlambat. Kenapa butuh beberapa hari kau menemukan ku? Bahkan jika tak ku kirimkan alamat ini, kau tidak akan pernah tahu." Ejeknya.


"Terlambat?" Tanya Jacob sambil mengerutkan keningnya.


"KAU!" Geram Jacob. Bugh, dan tanpa aba-aba ia memukul wajah Calvin.


"Kuat juga kau rupanya." Calvin yang terus memancing amarah Jacob.


Jacob ingin memukul kembali Calvin, namun Waldo membisikkan sesuatu.


"Aku akan masuk, kau alihkan perhatian nya, Jacob." Bisik Waldo. Jacob yang mengerti itu hanya menganggukkan kepalanya.


Waldo memasuki rumah besar itu saat dirinya mendapatkan celah untuk masuk. Ia hanya sendirian saja, tidak ada Mafioso yang ikut masuk bersamanya. Waldo mulai menelusuri ruangan demi ruangan tanpa ada yang tertinggal.

__ADS_1


Hingga ia tiba di sebuah kamar, seketika itu ia terkejut melihat isi kamar itu. Ia melihat Eloner yang terbaring lemas, wajahnya sangat pucat. Waldo yang melihat itu spontan menggendong Eloner menuju ke mobilnya untuk membawanya ke rumah sakit. Namun saat ia menggendong Eloner, Waldo merasa ada sesuatu yang aneh, badan Eloner sangat dingin. Seketika itu ia pun panik jika yang ia pikirkan benar, ia berhenti sejenak untuk mengecek denyut nadi Eloner. Dan sayang seribu sayang, denyut nadi Eloner tidak ada.


"Tidak, dia harus segera dibawa ke rumah sakit!" Gumam Waldo yang meneteskan air mata, ia tidak terbayang jika nantinya anaknya yang akan menjadi korban seperti ini.


Segera ia menggendong kembali Eloner dan keluar dari rumah kosong ini. Setibanya di luar, Waldo melihat adegan para Mafioso dan anak buah Calvin bertarung saling membunuh. Sedangkan Jacob dan Calvin pun ikut serta bertarung. Mereka berdua sama-sama menyerang, entalah berapa banyak luka yang sekarang ia dapatkan ditubuh mereka masing-masing. Pertarungan sengit itu benar-benar memakan korban jiwa yang tidak sedikit, para Mafioso mulai berjatuhan tergeletak di tanah luas itu, sedangkan anak buah Calvin pun sudah berjatuhan.


Waldo yang melihat kondisi yang tak lagi kondusif mencoba berteriak memanggil Jacob.


"JACOB!" Teriak Waldo.


Jacob yang merasa namanya di panggil, ia menoleh ke sumber suara dan melihat Waldo menggendong Eloner. Ia pun berlari ke arah Waldo, sedangkan Calvin yang melihat Jacob berlari hanya bisa tersenyum kemenangan.


"Eloner sayang, daddy disini." Ujar Jacob dengan suara bergetar. "Kenapa wajahmu pucat?" Tanya Jacob dengan suara lirih.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


THANK YOU

__ADS_1


__ADS_2