My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 9


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Keesokan harinya seusai rencana Niesha, Kylie, dan Art sedang bersiap-siap. Berbagai macam jenis pistol telah Niesha persiapkan. Salah satunya adalah pistol yang sangat mematikan Desert Eagle atau dijuluki sebagai Prestige Resolve in the World. Pistol ini dilengkapi peluru magnum yang dapat menusuk sekaligus menciptakan ledakkan pada target.


"Are you ready, guys?" Tanya Niesha.


"Iya, siap enggak siap." Ucap Kylie yang pasrah dengan nasibnya.


"Fokus, Ky." Ditatapnya tajam wajah Kylie.


"Mata mau copot, Sha?" Kekeh Kylie yang melihat tatapan tajam Niesha.


"Sstt! Diam! Kita berangkat sekarang!" Titah Niesha.


Kemudian Niesha, Kylie, dan Art menaiki mobil menuju markas mafia Cosa de Demonio. Tibalah mereka di sebuah markas mafia yang begitu megah, mewah, dan terdapat ukiran khas simbol mafia Cosa de Demonio. Markas yang sangat besar, memiliki anggota lebih dari tiga puluh lima ribu mafioso belum lagi para mafioso yang ada di markas utama Barcelona, Spanyol. Para mafioso memiliki badan yang kekar dan berotot.


Mereka berada tepat di depan pintu gerbang yang menjadi satu-satunya akses untuk masuk-keluar. Ada berapa mafioso yang menjaga pintu gerbang menghadang mereka dengan sebuah senjata yang memang selalu di bawa kemana-mana, senjata yang dimaksud adalah SIG Sauer P226 yang tidak kalah mematikan dengan pistol milik Niesha. Pistol jenis SIG Sauer P226 memang diberikan kepada semua anggota untuk melindungi sang pemimpin mafia Cosa de Demonio dari serangan musuh.


Salah seorang mafioso mengetuk jendela mobil Niesha yang masih di depan pintu gerbang.


"Maaf nona, ada keperluan apa anda datang ke sini?" Tanya Mafioso yang terheran-heran melihat seorang wanita datang di sebuah markas mafia besar. Karena, sebelumnya tidak ada satu wanita mana pun yang datang ke markas Cosa de Demonio. Hanya orang-orang tertentu bisa masuk ke dalam markas ini.


"Biarkan kami masuk, kau sebagai bawahan tidak perlu ikut campur." Celetuk Niesha yang bersikeras untuk masuk ke dalam mansion.

__ADS_1


"Astaga, Sha, nyawamu berapa sih?" Kylie yang terheran-heran melihat Niesha seperti tidak ada takutnya sama sekali di kandang singa.


"Sst, diam aja, Ky, biar aku yang urus." Niesha menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Kylie.


"Silahkan pergi atau kami." Mafioso yang tidak meneruskan ucapannya itu dan hendak mengeluarkan pistol di kantong khusus pistol namun dibatalkan setelah melihat sebuah mobil Mercedes Benz S-Class Guard datang mendekati pintu gerbang.


"TUAN." Serentak para mafioso menundukkan kepalanya menghormati atasannya yang sangat ditakuti di dunia.


Mobil itu pun melewati gerbang dan masuk ke dalam. Namun, saat sudah turun dari mobil, dia melihat sebuah mobil yang tidak dikenal ikut masuk ke dalam. Masuk ke dalam? Ya, saat para mafioso memberikan hormat kepada pimpinan mafia Cosa de Demonio Marco Cleandro, dia menerobos masuk mengikuti mobil Marco.


"Siapa yang membiarkan mobil itu masuk tanpa izin saya." Marco yang mengeluarkan suara khas maskulinnya dan tangannya yang berada dikantong sebelah kiri membuat nya tambah mempesona.


"Maaf, tuan, saya sudah mengusirnya, namun wanita itu tiba-tiba menerobos masuk mengikuti mobil tuan." Mafioso yang berkata dengan suara dan tubuh gemetar sampai susah untuk menelan salivanya gugup dengan jantung bagai lari maraton. Bagaimana tidak gemetar, yang sekarang dia hadapi adalah pimpinan mafia yang paling disegani dan ditakuti.


"Ada keperluan apa anda datang ke sini. Apa anda tidak tahu siapa yang anda hadapi?" Marco yang menatap dingin dan tajam Niesha, ditatapnya tanpa mengalihkan pandangan.


"Saya tahu, saya berhadapan dengan siapa. Saya disini ingin menawarkan sebuah negosiasi dengan anda." Niesha berkata dengan percaya diri tanpa ada ketakutan sedikit pun terpancar dari wajah nya.


"Negosiasi?" Marco mengerutkan keningnya tapi wajahnya tetap terlihat dingin.


"Ya, negosiasi!" Niesha mempertegas kembali.


"Untuk apa? Jika tidak menguntungkan bagi saya lebih baik anda pergi, sebelum nyawa anda melayang." Marco berkata tegas dan tetap menatap tajam Niesha.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita bahas di dalam markas anda?" Tawar Niesha. Marco yang mendengar perkataan Niesha hanya menyungging senyum yang sangat tipis seolah-olah dia tahu apa yang ada di pikiran Niesha. Lalu, Marco menganggukkan kepalanya tanda dia setuju. Namun, saat Marco ingin memasuki bangunan megah tersebut.


"Tunggu, ada dua orang lagi yang akan ikut masuk." Ucap Niesha. Tanpa mendengar persetujuan dari Marco, Niesha segera berjalan menuju mobil dan mengetuk jendela mobil untuk memberitahu Kylie dan Art agar ikut masuk ke dalam markas bersama dengan dirinya, Karena memang dari tadi Kylie dan Art menunggu di dalam mobil.


"Art, Ky, ayo, ikut bersamaku masuk." Titah Niesha.


"Baik, Sha." Art kemudian turun dari mobil, namun tidak dengan Kylie.


"Enggak perlu, aku menunggu disini saja." Kylie menolak halus ajakan Niesha.


"Ck, gitu aja takut. Katanya agen terbaik. Tapi, fakta nya loser (pecundang)." Sindir Niesha.


"Okay, aku ikut." Kylie dengan terpaksa turun dari mobil dan mengikuti langkah Niesha dari belakang bersama Art.


Marco melihat Niesha berjalan kembali menuju arahnya bersama Art dan Kylie, tanpa mempertanyakan siapa mereka, Marco terus berjalan masuk menuju sebuah ruangan khusus untuk menerima tamu diikuti oleh Niesha, Art, Kylie dari belakang dan sebagian mafioso yang berjaga ikut masuk ke dalam dengan membawa senjata. Langkah demi langkah, mereka akhirnya tiba di ruangan tersebut. Dekorasi yang kental dengan warna hitam putih dan ruangan tersebut memiliki bau khas mafia yang sulit dijabarkan.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


THANK YOU

__ADS_1


__ADS_2