
...💜 HAPPY READING 💜...
Seusai berlari pagi, Niesha membangunkan Maude dengan menepuk-nepuk pelan paha Maude. Beberapa saat kemudian, Maude terbangun lalu mandi dan menyantap sarapan.
Kegiatan hari ini adalah mengemas semua pakaian dan beberapa barang untuk dibawa besok malam. Ya, besok malam adalah jadwal mereka pergi ke Germany.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Maude terutama Niesha telah tiba. Setelah sebelumnya mengemas pakaian dan barang-barang yang akan dibawa, kini mereka dalam perjalanan menuju bandara. Setibanya di bandara Niesha dan Maude langsung menuju jet pribadi. Mereka tidak lagi menggunakan pesawat umum lagi.
Jet pribadi pun lepas landas menuju banda udara Frankfurt, Germany. Terbang selama delapan belas jam tanpa adanya transit dan transfer. Membuat mereka berdua tertidur pulas di dalam pesawat. Untungnya pesawat yang digunakan adalah pesawat pribadi, jadi lebih nyaman.
Tibalah mereka di bandara lalu pergi menuju mansion Marco menggunakan taksi. Niesha sangat gugup dab tidak sabar menemui suaminya. "Marco, aku kembali. Maaf meninggalkan kamu cukup lama." Gumam Niesha dalam hati.
Sedangkan Maude tidak henti-hentinya menatap secarik foto yang diberikan Niesha kepadanya. "Mom, apakah daddy masih tampan seperti ini?" Maude dengan pertanyaan konyolnya.
Niesha tersenyum mendengar ucapan Maude. "Tentu, sayang. Daddy mu selalu tampan."
"Aku sudah tidak sabar menemui daddy." Pekik Maude dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Melihat kebahagiaan Maude ada rasa bersalah dihatinya, namun Niesha melakukan semua itu untuk lepas dari FBI selamanya dan kembali menggunakan identitas aslinya. Niesha tahu betul, setiap anggota FBI yang baru saja keluar selalu dilacak dimanapun beranda. Itulah sebabnya dia menghilang tanpa menghubungi keluarga dan suaminya.
Biarlah identitas aslinya menjadi rahasia selamanya tanpa perlu diketahui semua orang termasuk FBI dan Kylie yang notabenenya sahabat Niesha sejak dulu.
Niesha semakin gugup saat taksi yang ditumpanginya memasuki area mansion yang dibukakan oleh Mafioso yang berjaga. Awalnya sang Mafioso enggan membukakan gerbang, tetapi saat Niesha menurunkan jendela mobil, Mafioso spontan menunduk, "Nyonya." Ujar Mafioso dengan suara bergetar.
"Jangan bilang Marco jika saya tiba di mansion." Titah Niesha. Pikirnya Marco saat ini ada di kantor dan dirinya ingin memberikan kejutan untuk Marco.
"Baik, nyonya."
Dari gerbang menuju ke mansion sedikit jauh, harus masuk lebih dalam lagi. Kurang lebih lima menit, akhirnya Niesha dan Maude telah tiba tepat di depan pintu mansion.
Lagi dan lagi, Mafioso terkejut melihat Niesha menurunkan jendela. "Nyonya." Ujar Mafioso sambil menunduk lalu membuka pintu taksi.
Sebelum turun Niesha membayar taksi terlebih dahulu, lalu membangunkan Maude yang ketiduran. "Maude sayang, ayo bangun."
"Eum, mom, sudah sampaikah?" Ujar Maude sambil mengucek matanya layaknya seorang anak kecil bangun tidur.
"Iya, ayo beri kejutan ke daddy."
__ADS_1
"Let's go."
Maude terkejut melihat besarnya mansion sang daddy dan laki-laki berbadan besar. "Mom, ini serius mansion Daddy? Dan itu-itu siapa mom, kenapa banyak sekali laki-laki bertubuh besar." Tanya Maude penuh dengan penasaran.
"Sayang, ini beneran mansion daddy dan orang-orang ini adalah bodyguard untuk menjaga mansion daddy." Jelas Niesha.
"Ohh, begitu. Tetapi, seram juga, mom, heheh."
"Ayo, masuk." Ajak Niesha lalu menggandeng tangan Maude. Namun, Niesha menghentikan langkahnya, "Tolong bawakan masuk ke dalam semua kopernya."
"Siap, nyonya."
Niesha bersama Maude pun melanjutkan langkahnya memasuki mansion. Niesha benar-benar gugup dan jantungnya berdetak kencang. Hingga melihat seseorang yang sangat dia kenali bertengkar hebat. Bahkan suaranya membuat Maude takut dan spontan merengkuh Niesha.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤
__ADS_1