My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 17


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


"Eloner sayang, daddy disini." Ujar Jacob dengan suara bergetar. "Kenapa wajahmu pucat?" Tanya Jacob dengan suara lirih.


"Kita bawa ke rumah sakit sekarang!" Ujar Waldo.


"Kau pergi duluan. Ada yang harus ku urus." Ucap Jacob yang tak sanggup melihat putrinya terkapar seperti itu.


"Bunuh dia jika perlu." Waldo sebelas duabelas dengan Jacob, maka dari itu ia menyarankan untuk membunuh Calvin, nyawa harus di bayar dengan nyawa.


Jacob mengerti akan ucapan Waldo, namun ia berharap nyawa putrinya akan selamat. Walaupun ia tadi mengecek Eloner tak ada denyut nadinya.


Saat ini Waldo dalam perjalanan menuju rumah sakit, sekitar dua puluh menit, ia tiba di rumah sakit yang paling top di Barcelona, Spanyol. Waldo kembali menggendong Eloner menuju ke ruangan UGD. Dan di baringkan di atas brankar khusus pasien.


"Lakukan apapun untuk menyelamatkannya!" Titah Waldo.


"Baik, Tuan, saya segera menindaklanjuti." Ujar sang dokter.


Disisi lain Jacob yang masih berdiri di tempat yang tadi. Ia menatap tajam ke arah Calvin. Jacob benar-benar marah, kemudian ia mengeluarkan sebuah pistol berjenis Walther P22 semi-automatic pistol. Dan tanpa aba-aba ia menarik pelatuk pistol ke arah Calvin dari jarak kurang lebih dua puluh meter.


DOR!

__ADS_1


Hanya satu kali tembakan, peluru meluncur tepat di kepala Calvin membuat nya tumbang seketika dan mati ditempat. Calvin tidak pernah menyangka bahwa Jacob membunuhnya walaupun mereka saudara seayah tapi beda ibu.


Bunyi nyaring dari pistol tersebut membuat para Mafioso dan anak buah Calvin berhenti bertarung. Mereka menoleh ke arah suara tembakan tersebut. Hal ini tentunya membuat anak buah Calvin pergi begitu saja, karena ia merasa boss nya sudah kalah.


"Bereskan semuanya tanpa ada yang tersisa!" Titah Jacob kepada semua mafioso.


"Baik, Tuan." Ujar Mafioso.


Jacob pun meninggalkan tempat itu pergi menuju ke mansion untuk menjemput istri tercinta nya dan anak laki-laki nya. Tibalah Jacob di mansion nya, ia segera mencari keberadaan istrinya.


"Sayang." Panggil Jacob dengan suara sangat lembut.


"Jacob, bagaimana putriku?" Noemi dengan mata sembabnya, ia sudah banyak menangis selama beberapa hari ini, ia benar-benar terpukul saat mengetahui Eloner diculik.


"Rumah sakit? Untuk apa sayang?" Tanya Noemi dengan wajah bingung.


"Kita akan bertemu Eloner, dia sudah ketemu." Ujar Jacob dengan sangat hati-hati.


"Ta-tapi kenapa tidak langsung dibawa pulang? Kenapa ke rumah sakit?" Noemi dengan suara yang mulai bergetar cemas.


"Sayang, ajak Marco juga." Jacob yang memilih tidak menjawab pertanyaan dari istrinya.

__ADS_1


Noemi yang seakan mengerti keadaan itupun memilih tidak lagi bertanya lebih jauh lagi, ia segera menuju ke kamar putra satu-satunya.


"Marco, ayo bangun, ikut mommy sekarang ya." Noemi menepuk pelan tangan Marco yang saat itu berusia sama dengan Nardo dan Naela.


"Mau kemana, mom?" Tanya Marco.


"Adikmu Eloner sudah ketemu, sayang." Jelas Noemi.


"APA? Really, mom?" Marco sangat girang mengetahui adik tercinta nya sudah ditemukan.


"Iya sayang, ayo siapkan dirimu. Kita akan menjemput adikmu." Noemi pun keluar dari kamar Marco dan bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit.


Tak lupa Jacob membersihkan dirinya, karena bajunya saat ini sangatlah kotor dan banyak luka yang menyobek kulit nya.


Setalah semuanya bersiap-siap, keluarga Cleandro beranjak menuju ke rumah sakit dimana Eloner berada.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭

__ADS_1


THANK YOU


__ADS_2