
...💜 HAPPY READING 💜...
Hari pertama di dalam penjara membuat seorang Niesha merasa bosan. Syukurnya sel yang ditempati Niesha diisi oleh perempuan yang tidak merundung tahanan baru.
Niesha juga sempat merasa kesepian, namun sering berjalannya waktu Niesha mencoba bersosialisasi dengan sesama tahanan. Perempuan yang berada dalam satu sel bersama Niesha ternyata tidak melakukan kejahatan yang bisa dibilang tidak ekstrem.
Hingga tak terasa sebulan pun berlalu. Hari-hari yang dilalui semasa menjadi tahanan hanya makan, minum, olahraga, bersih-bersih, dan terkadang Niesha membantu mengantarkan roti dan susu di setiap sel yang ada di penjara tersebut. Setiap lorong Niesha lewati bersamaan dengan kegelapan yang menghiasi gedung penjara tersebut. Tidak begitu banyak pencahayaan di sepanjang lorong, membuat lorong tersebut menjadi tampak gelap.
Kylie sering menyempatkan diri untuk mengunjungi Niesha. Bahkan Kylie membawakan buku bacaan sesuai kesukaan Niesha. Tidak hanya membawa buku, Kylie juga melaporkan apa saja yang terjadi di firman hukum.
"Bisakah kamu pimpin kasus pembunuhan itu?" Pinta Niesha.
__ADS_1
"Aku usahakan."
Niesha tersenyum mendengar perkataan Kylie. "Terima kasih. Maaf, merepotkan dirimu."
"Tidak masalah. Oh ya, bagaimana suami mu itu? Apa dia menjenguk mu." Tanya Kylie penasaran.
"Sebenarnya dia tidak tahu aku sedang dipenjara." Lirih Niesha.
"Oh my god, kenapa begitu? Harusnya kamu beritahu dia." Cecar Kylie.
"Huh. Baiklah. Aku pergi dulu." Pamit Kylie sambil menghela nafas.
Setelah kepergian Kylie, Niesha pun bersiap-siap untuk kegiatan yang akan dia lakukan hari ini, yakni bersih-bersih lingkungan sekitar lapangan dengan para tahanan yang lain.
__ADS_1
Lapangan inilah para tahanan akan berkumpul di pagi hari untuk olahraga dan senam pagi ataupun hanya sekedar nongkrong melihat pemandangan. Walaupun pemandangan yang di lihat tidak seindah pemandangan alam yang ada di negara tersebut, namun bagi mereka pemandangan alami awan, langit, rumput hijau sudah cukup membuat mereka senang dan merasa bebas sambil menghirup udara segar. Berbeda saat mereka di dalam sel hanya bisa tidur, makan, dan mandi serta melakukan kegiatan kecil seperti membaca.
Niesha mulai menyapu lapangan dari satu sisi ke sisi lain sambil menatap ke atas langit dan bergumam dalam hati, " Aku merindukanmu, Marco." Hingga tetes air mata membasahi pipi. Akan tetapi Niesha langsung menyeka air matanya.
Begitulah hari-hari Niesha lalui, sampai suatu ketika Niesha sedang mengantarkan roti dan susu ke setiap sel, tanpa sengaja Niesha mendadak pingsan. Segera sipir penjara yang melihat kejadian tersebut, membopong tubuh Niesha ke UKS penjara.
Setibanya di UKS, Niesha pun direbahkan di atas ranjang khusus pasien yang umum digunakan di rumah sakit manapun. Kemudian Niesha diperiksa oleh seorang dokter bernama Rystal. Dokter Rystal memeriksa Niesha menggunakan stetoskop alat yang digunakan para tenaga medis untuk mendengarkan suara organ di dalam tubuh, seperti denyut jantung.
Beberapa saat kemudian Niesha mulai mengerjabkan mata beberapa kali, sampai akhirnya sadar sepenuhnya. Saat membuka mata, Niesha terkejut dirinya berada di UKS dengan beberapa sipir penjara yang berada di setiap sisi UKS dan tentunya dokter Rystal.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
__ADS_1
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤