My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 23


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Seusai melakukan fitting baju pernikahan. Marco dan Rigo mengajak Niesha dan Naisha untuk membeli cincin pernikahan di salah satu toko perhiasan terkenal di kota Frankfurt. Sebenarnya ini diluar rencana hari ini, namun karena tidak ingin terus menerus mengurusi acara pernikahan ini, akhirnya Niesha menurut dan ikut membeli cincin pernikahan.


Setibanya di toko perhiasan, Niesha bergegas mencari cicin yang cocok untuk dirinya. Hingga ia tiba disalah satu cincin couple yang menurut nya akan cocok untuk cicin pernikahan dirinya dan Marco. Cicin dengan ukiran bunga diatasnya dan untuk Marco cicin polos yang sangat serasi jika dipadukan. Cincin berwarna silver itu sangat menarik perhatian Niesha.



"Menurut ku ini bagus." Ujar Niesha yang mulai mencoba memakai cincin itu, dan syukur nya cicin tersebut pas di jari manis sebelah kiri.


Sedangkan Naisha memilih cicin berwarna silver dengan ukiran berbentuk lingkaran. "Aku ambil ini ya." Ujar Naisha kepada Rigo.



"As wish you, Babe." (Sesuai keinginan mu, sayang) Ujar Rigo dengan manisnya sambil mengelus lembut rambut Naisha.


Naisha mendapat perlakuan manis dari Rigo pun tersenyum bahagia. "Thank you, bee."


Bee? Babe? Ya, itulah panggilan sayang yang mereka sematkan. Rigo dan Naisha sudah sama-sama jatuh cinta, maka dari itu mereka tidak masalah dengan pernikahan ini.


Selesai sudah mereka memilih cincin pernikahan. Kemudian Rigo dan Naisha meninggalkan toko perhiasan tersebut pergi menuju ke mansion Donzelllo. Sedangkan Niesha akan tetap bersama Marco untuk mengambil chip di mansion Marco.


Sampailah Niesha di mansion Marco dan beranjak masuk ke dalam mansion. Niesha terus menunggu Marco yang sejak tadi sedang mengambil chip untuk diserahkan kepada dirinya.

__ADS_1


Setelah menunggu cukup lama, Marco pun telah keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Niesha yang sejak tadi menunggu dirinya sendiri di ruang keluarga.


"Kalungnya." Marco menyerahkan kalung itu kepada Niesha.


"Aku enggak butuh kalungnya, yang aku butuhkan chip nya." Niesha menerima kalung tersebut.


"Chip itu masih ada di dalam sini." Marco menunjuk kalung tersebut yang sudah ada ditangan Niesha.


"By the way, untuk apa kamu mencari informasi terkait organisasi itu?" Tanya Marco.


"Misi dari FBI, namun ada hal yang lebih penting, aku harus membumihanguskan organisasi itu, mereka benar-benar sangat berbahaya, banyak anak-anak diculik dan organnya diperjualbelikan secara ilegal." Jelas Niesha. "Dia sudah menculik ribuan anak-anak dibawah umur di USA. Dulu mereka sangat aktif sekali di USA, namun karena organisasi itu menjadi salah satu organisasi buronan di USA, mereka pun melarikan diri ke Frankfurt. Aku hanya tahu nama organisasi mereka dan tato simbolis mereka. Namun, aku belum mengetahui siapa pimpinan mereka. Dan hanya chip inilah satu-satunya cara untuk mengetahui siapa pimpinan organisasi Parrot itu. Di dalam chip inilah informasi terkait organisasi Parrot dan orang-orang yang terlibat." Lanjutnya.


"Sebaiknya kita buka sekarang informasi yang ada di chip itu." Saran Marco.


"Ya, aku setuju." Niesha kemudian mencongkel batu permata berbentuk love. Setelah berhasil mencongkel, Niesha dengan sangat hati-hati mengambil chip tersebut. "Berhasil." Pekik Niesha.


Dengan keahlian IT nya, Marco berhasil memecahkan kode password yang melindungi sebuah file berjudul PARROT.


Di bukalah file tersebut dan betapa terkejutnya Marco maupun Niesha yang mengetahui bahwa pimpinan Parrot masih sedarah dengan Keluarga Cleandro.


"Sial." Umpat Marco yang mengetahui siapa pimpinan Parrot.


Tanpa ba-bi-bu Marco segera bangkit menuju lapangan mansion untuk memanggil semua mafioso. Tentu saja menyerang organisasi Parrot. Namun, saat hendak melangkahkan kakinya, Niesha menahan tangan Marco.

__ADS_1


"Jangan terburu-buru." Niesha seakan-akan mengerti mengapa Marco bangkit dari duduknya. "Pernikahan semakin dekat. Pikirkan itu terlebih dahulu." Niesha berkata seperti itu, karena ia tahu siapa yang akan mereka hadapi. Pasti akan ada banyak sandera di dalam markas Parrot. "Lebih baik kita perkuat keamanan saat pernikahan kita nanti." Lanjutnya.


Marco kemudian duduk kembali di tempatnya dan merencanakan hal apa yang harus ia perbuat terhadap Parrot.


"Kita pancing saja mereka untuk keluar dari zona nyaman nya dan datang ke pernikahan kita." Ujar Marco yang sedang mengisap vape.


"Kenapa kau bodoh sekali? Kau tidak memikirkan keselamatan mommy, daddy, dan tamu undangan?" Geram Niesha mendengar ucapan Marco yang seenaknya.


"Ck. Kau yang bodoh. Tentu aku memikirkan keselamatan mereka. Tapi hanya dengan ini kita bisa menangkap nya sekaligus membunuh nya." Marco tersenyum licik.


"Aku tidak setuju! Jika kau berani macam-macam di pernikahan kita. Awas saja kau!" Ancam Niesha sambil menunjuk ke arah Marco.


Marco yang mendapat ancaman itu hanya mengangkat bahu nya dan bersikap masa bodoh.


"Honeymoon." Ujar Niesha secara spontan.


"What? Honeymoon?" Kejut Marco.


"Sial, kenapa malah aku mengatakan honeymoon?" Gerutu Niesha dalam hati. "Emm, iya honeymoon. Bagaimana kalau kita menyebarluaskan berita mengenai negara yang ingin kita jadikan sebagai tempat honeymoon tanpa ada mafioso disekitar kita. Dengan begitu mereka akan mengikuti dan mencari keberadaan kita." Niesha menyampaikan idenya.


"Sounds great!" (Kedengarannya bagus) Ujar Marco. "Okay, I agree." Lanjutnya dan kembali menghisap vape.


...💜💜💜...

__ADS_1


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


__ADS_2