My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 44


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Saat ini Niesha dan Kylie berada di dalam ruang keluarga. Mereka sepakat untuk menonton film sebelum tidur. Jujur saja nonton bareng seperti ini tidak pernah mereka lakukan. Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya baik Niesha dan Kylie menonton bersama.


Satu setengah jam berlalu begitu juga dengan film yang mereka tonton sudah selesai. Namun, saat hendak berdiri Kylie tiba-tiba bertanya kepada Niesha, membuat Niesha tidak jadi berdiri.


"Bisa kamu jelaskan sekarang semuanya tentang firman hukum kamu itu." Kylie menuntut penjelasan dari Niesha.


Mendengar perkataan Kylie membuat Niesha diam beberapa saat. Kemudian Niesha menghela nafas panjang dan mulai menceritakan semua alasan dirinya membuat firman hukum. Tanpa menyebutkan bahwa dirinya adalah anak seorang mafia yang terkenal kejam.


Perkataan Niesha hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Kylie. "Baiklah, aku mengerti. Tetapi, apa yang akan kamu lakukan kedepannya dengan kandunganmu. Marco wajib tahu tentang hal ini."


"Untuk saat ini aku hanya ingin segera menyelesaikan hukuman ini. Setelah selesai aku akan pulang dan memberi tahukan kabar ini."

__ADS_1


"Jika dia tidak percaya ini anakmu bagaimana?"


Niesha hanya tersenyum lantas menjawab dengan santai, "Dia selalu percaya padaku." Kemudian Niesha beranjak dari sofa meninggalkan Kylie yang masih tidak percaya dengan sikap santai Niesha.


Niesha pun menuju ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan secara perlahan terlelap dalam tidurnya.


Keesokan paginya adalah jadwal Niesha melakukan pemeriksaan kehamilan untuk pertama kalinya. Rasanya sangat campur aduk menunggu kedatangan sang dokter yang akan memeriksa dirinya bernama Aurora Rott. Beberapa menit kemudian sang dokter telah tiba di mansion. Segera Niesha dan Aurora serta Kylie yang senantiasa menemani berjalan menuju ruangan yang memang sudah disediakan.


Setibanya di ruangan tersebut, Niesha segera mengikuti arahan dari Aurora untuk merebahkan diri di atas kasur yang biasanya digunakan oleh seorang pasien.



Secara perlahan dan teliti Aurora memeriksa kondisi janin yang masih berada di dalam perut. Terlihat jelas dilayar monitor janin tersebut masih berukuran sebesar butiran beras dan bentuknya terlihat seperti kecebong.

__ADS_1


Niesha seketika terharu mendengar suara detak jantung janin yang saat ini dia kandung. Air matanya meleleh begitu saja, "Marco, bayi kita." Gumam Niesha dalam hati.


"Keadaan bayi Anda sangat baik. Nanti saya akan resepkan beberapa vitamin yang bagus untuk ibu hamil dan susu ibu hamil." Jelas Aurora ditengah-tengah pemeriksaan.


"Baik, dok." Ucap Niesha.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Aurora segera pamit pulang, "Kalau begitu saya permisi."


"Terima kasih banyak." Ujar Niesha menampakkan senyum haru.


Kini Aurora telah pergi, di dalam ruangan hanya menyisakan Niesha yang masih merasa haru saat pertama kali melihat buah hatinya dengan Marco. Ingin sekali memberi tahu Marco bahwa dirinya hamil tetapi Niesha tidak bisa melakukan. Niesha berharap waktu bergulir dengan cepat.


...💜💜💜...

__ADS_1


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


__ADS_2