
...💜 HAPPY READING 💜...
Marco telah datang di kediaman keluarga Donzello. Ia pun dipersilahkan untuk duduk.
"Sayang, ini Marco kakak Eloner, dulu kita berjumpa dengannya di Barcelona, apa kamu ingat?" Tanya Violeta kepada kedua putri kembarnya.
"Oh come on, mom. Itu sudah sangat lama, aku bahkan tidak terlalu memperhatikan dia. Saat itu aku hanya fokus pada Eloner saja." Jelas Niesha.
"Aku juga tidak mengenali nya, mom. Tapi, dia tampan." Ujar Naisha tak mengalihkan pandangannya.
"Jaga matamu, dek." Niesha memperingati adiknya itu. "Ada keperluan apa emang nya? Aku tidak punya banyak waktu, aku harus mengurusi hal penting."
Marco yang mendengar ucapan Niesha hanya tersenyum tipis penuh arti. "Tujuanku adalah untuk melamar mu." Marco to the point.
Niesha tersentak mendengar ucapan dari Marco. "Dasar gila, aku tidak sudi menjadi istrimu." Sentaknya.
"Niesha, tidak baik berkata seperti itu." Violeta menegur anaknya.
"Tapi, mom, bukankah jika ingin menikah dengan seseorang harus berdasarkan kemauan dan perasaan cinta? Dan aku tidak mencintai nya." Tolak Niesha.
Niesha benar-benar tidak habis pikir tentang ini semua. Jujur saja ia belum siap untuk menikah, apalagi ia akan dinikahi oleh seorang mafia yang tak mau mengalah dengan seorang wanita.
__ADS_1
"Izinkan aku berbicara empat mata dengan Niesha, uncle, aunty." Marco meminta izin kepada Waldo dan Violeta.
"Silahkan, nak. Bicaralah di ruang kerja uncle." Ucap Waldo mempersilahkan ruangannya untuk dijadikan tempat mengobrol mereka berdua.
Dengan terpaksa Niesha berjalan menuju ruang kerja Daddy nya. Setibanya disana segera Marco menutup pintunya.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Tuan Marco yang terhormat." Ujar Niesha dengan nada yang mengejek Marco.
"Terima lamaranku, atau semua hal yang telah kau lakukan dan rahasiakan selama ini terbongkar." Ancam nya terhadap Niesha.
"Kau! Aku sudah bilang aku tidak mau menikah denganmu!" Tolak tegas Niesha.
"Aku beri waktu kau berpikir selama lima menit, menurut ku itu cukup!" Ujar Marco. Seusai itu Marco pun keluar menuju ruang tamu dimana semuanya tengah menunggu kedatangan nya bersama Niesha.
"Sayang, mana Niesha?" Tanya Noemi kepada sang putra.
"Dia sebentar lagi keluar, mom." Jelasnya.
Sementara Niesha sedang berpikir, haruskah ia menerimanya lamaran Marco? Ia terus bertarung dengan pikirannya. Hingga waktu sudah melampaui batas yang diberikan oleh Marco.
"Sial, mau tidak mau aku harus menerimanya. Aku tidak bisa membiarkan dia membongkar semua rahasia ku." Guman Niesha menahan emosi.
__ADS_1
Setelah itu, ia pun keluar dari ruang kerja Waldo dan mukai berjalan menuju ke ruang tamu. Ia kemudian duduk di tempat yang sama ia duduki sebelumnya. Dengan perasaan campur aduk dan keterpaksaan ia berkata "Aku akan menerima lamaran mu." Ucap Niesha sedikit menurunkan egonya.
Semua keluarga yang mendengar persetujuan dari Niesha menghela nafas lega dan tentunya semua bahagia. Akhirnya ada juga yang akan menikah.
"But, bukankah mommy dan daddy bilang bahwa suprise ini untuk aku dan Kak Niesha, tapi kenapa aku merasa hanya kak Niesha saja yang mendapatkan suprise. Kenapa aku tidak? Naisha menunjukkan wajah kekecewaan nya.
Mendengar protes dari Naisha, semua orang pun menatap Naisha dengan tersenyum.
"Sayang, masih ada kok suprise nya." Ujar Noemi dengan lembut.
"Apa itu aunty? Aku sudah penasaran." Girang Niesha.
"Sebentar, Rigo kemarilah." Panggil Noemi. Muncullah sosok pria yang membuat Niesha terkejut bukan main.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤
THANK YOU
__ADS_1