My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 22


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Beberapa hari kemudian setelah pertengkaran Niesha dan Rigo. Hari ini adalah hari dimana ia akan melakukan fitting baju pengantin bersama kembarannya Naisha dan tentunya pasangan mereka masing-masing Marco dan Rigo.


Sejujurnya Niesha sangat malas untuk melakukan fitting baju pengantin. Tentu saja yang membuat nya malas adalah orang yang akan fitting dengannya adalah orang yang paling membuat nya sebal dan mudah marah. Tapi mau tidak mau Niesha harus melakukan fitting baju hari ini jika bukan paksaan dari sang mommy tercintanya.


Bayangkan saja pagi-pagi buta mommy nya sudah datang ke mansion nya hanya untuk membangunkan dirinya dan mengingatkan supaya tidak lupa untuk fitting baju pengantin pada hari ini.


Sebenarnya ini pertemuan mereka yang pertama setelah kejadian di mansion Donzelllo dan mansion miliknya. Niesha tidak terlalu mempedulikan pernikahan nya dengan Marco, ia lebih fokus melakukan misi yang masih harus ia kerjakan.


Sebelum ke tempat fitting baju, Niesha dan Marco akan bertemu terlebih dahulu di salah satu restoran yang cukup terkenal di kota Frankfurt untuk lunch bersama. Setibanya disana, Niesha segera memesan makanan, sedangkan Marco pun ikut memesan makanan. Pesanan mereka pun telah matang dan siap disantap.


Sejak tadi tidak ada perbincangan diantara mereka, hingga disela-sela makan Niesha berdehem "Ehem." Deheman Niesha yang ingin mengutarakan apa yang ada di hatinya.


Mendengar deheman itupun, Marco menghentikan makan dan menatap wajah Niesha seperti paham akan arti deheman itu.


"Katakan!" Ujarnya kemudian melanjutkan makannya.


"Keuntungan apa yang aku dapatkan saat menikah denganmu?" Tanyanya menatap Marco yang sedang makan.


Marco menghentikan makannya lagi dan menatap intens wajah Niesha "Apa yang kamu inginkan?"


Peluang. Batinnya sambil tersenyum kemenangan. "Chip yang ada di dalam kalung pada saat kau beli di pelelangan. Itu yang ku inginkan. Jika kau memberikannya kepada ku, maka aku akan menikah dengan senang hati bersamamu." Ujar Niesha dengan metode serius.


"Ck. Ternyata organisasi yang kita incar sama. Bagaimana kalau kita kerja sama?" Tawar Marco.


Mendengar tawaran Marco sejujurnya Niesha tidak merasa keberatan, ia akan dengan mudah menangkap organisasi tersebut. Dan tanpa pikir panjang Niesha menyetujui tawaran tersebut.


"Okay." Ujar Niesha sambil mengulurkan tangannya. Marco pun menerima uluran tangan Niesha.

__ADS_1


"Deal." Ucap Niesha dan Marco bersamaan. Entahlah apa yang akan terjadi dalam rumah tangga mereka nantinya.


Seusai membuat kesepakatan bersama, Marco dan Niesha sedang dalam perjalanan menuju butik dimana mereka akan melakukan fitting gaun pengantin dan setelan jas pengantin. Sedangkan Naisha dan Rigo sudah tiba lebih dulu di butik.


Sesudah menempuh perjalanan selama lima belas menit, Marco dan Niesha telah tiba di tempat tujuan. Turunlah mereka dari dalam mobil. Ya, Marco dan Niesha di dalam mobil yang sama. Tentunya ini adalah paksaan dari seorang Marco. Ia memaksa Niesha untuk satu mobil dengan dirinya. Bahkan di dalam mobil pun mereka tidak bicara sepatah katapun.


Kini mereka sudah masuk ke dalam butik bertemu Naisha dan Rigo yang tampak memilih beberapa gaun dan jas yang akan dikenakan.


"Kakak, kemarilah." Seru Naisha yang melihat kedatangan Niesha. "Bagaimana apakah gaun ini bagus?" Naisha meminta pendapat dari sang kakak.


"Bagus." Ujar Niesha tanpa basa-basi.


"Kak!" Sentaknya yang tidak senang dengan respon Niesha.


"Okay-okay. Ini sangat cocok denganmu. Apakah kamu sudah mencoba nya?" Tanya Niesha.


Niesha pun melihat sekeliling nya yang penuh dengan berbagai macam wedding dress. Sorot matanya menatap ke arah yang membuat nya tak bisa berpaling pada sebuah gaun berwarna putih dengan aksen bunga yang berada dibawah gaun.



"Aku akan mencoba ini." Ujar Niesha.


Bergegaslah Niesha dan Naisha masuk ke dalam ruang ganti dibantu oleh seorang pegawai yang memang bekerja di butik tersebut.


"Nona Niesha dan nona Naisha sangat cantik." Puji salah satu pegawai yakni Raisa.


"Terimakasih." Ucap Niesha dan Naisha yang saat ini tersipu malu dengan pujian yang dilontarkan Raisa.


"Nona, ayo perlihatkan kepada calon suami nona." Ujar Raisa bersiap-siap membuka korden yang menutupi ruang ganti tersebut.

__ADS_1


"Tidak! Sebaiknya tidak perlu, aku ingin ini akan menjadi suprise untuk mereka, bukan begitu adiku sayang." Niesha sedikit menekankan kata adiku sayang dan menatap tajam ke arah Naisha.


"Iya kak, aku setuju." Naisha pikir tidak buruk jika nantinya ini akan menjadi suprise untuk calon suaminya.


"Baiklah nona. Apa anda ingin mencoba yang lainnya?" Tanya Raisa.


"Menurut ku ini sudah bagus. Aku pilih ini saja." Niesha terus menatap kaca yang berada di depannya sambil tersenyum. "Cantik juga aku." Gumam nya dalam hati.


"Aku juga ambil gaun ini saja." Ujar Naisha yang sudah jatuh cinta terhadap gaun yang ia pakai. Gaun Naisha agak mirip dengan Niesha, namun warna gaun Naisha lebih ke pink white.



"Okay, nona." Segera Raisa mengurus gaun yang akan dikenakan oleh Niesha dan Naisha.


Sesudah mencoba gaun pernikahan, mereka pun melepaskan gaun tersebut dari tubuhnya. Kini mereka telah keluar dari ruang ganti.


"Kenapa enggak di pakai gaunnya?" Tanya Rigo kebingungan saat melihat Naisha maupun Niesha yang tidak menggunakan gaun pernikahan.


"Surprise. Kami engga mau memperlihatkan sekarang. Tunggu hari H saja." Jawab Naisha.


"Okaylah." Ucap Rigo yang semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi di hari pernikahan nanti.


Kini giliran Marco dan Rigo memilih setelan jas pernikahan. Sama halnya dengan Niesha dan Naisha, mereka berdua memutuskan untuk tidak menunjukkan setelan jas yang telah dipilih.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭

__ADS_1


__ADS_2