My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 32


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Matahari kian tenggelam, warna langit seketika berubah menjadi gelap menandakan malam hari telah tiba. Malam inilah Carlo akan menyerang Mafia Cosa de Demonio. Berbagai macam senjata sudah tersusun rapi di bagasi mobil. Semuanya telah siap, Carlo segera melajukan mobilnya menuju mansion Marco.


Kurang lebih tiga puluh menit berlalu, Carlo beserta Mafioso turun dari mobil. Mereka mengintai mansion Marco dengan jarak seratus meter.


Cukup lama mereka mengintai, Carlo memerintahkan kepada Mafioso untuk mengambil senjata api yang ada di dalam bagasi mobil. Semuanya membawa senjata tanpa terkecuali.


Kemudian Carlo dan mafioso berjalan dengan hati-hati untuk menyerang Mafia Cosa de Demonio. Hal ini merupakan sebuah rencananya, mobil terlalu berisik, maka dari itu mereka memilih berjalan dari kejauhan seratus meter.


Dor!


Satu peluru diluncurkan. Sontak saja membuat Carlo dan mafioso nya terkejut. Suara pistol siapa itu? Gumam Carlo saat mendengar bunyi nyaring itu.


Dor! Dor! Dor!


Tiga kali tembakan dan tiga orang mati tergeletak begitu saja di tanah lapang.

__ADS_1


Tanpa diketahui oleh Carlo dan mafioso nya. Marco, Niesha, dan Art sudah merencanakan hal ini terlebih dahulu. Marco hafal betul dengan sifat mafia seperti Carlo.


Menurut Marco, rencana Carlo sangatlah bodoh dan tidak berkelas. Hal ini sudah di duga dan ternyata itu benar-benar terjadi. Sebenarnya Marco dan Niesha sudah mengintai keberadaan Carlo dari perjalanan tadi menuju mansionnya.


Dor! Dor! Dor! Dor!


Baku hantam melalui senjata api mulai memanas saat Marco sudah muncul dihadapan Carlo.


"Ck! Ternyata kau muncul juga." Ucap Carlo dengan sinis.


"Apa mau mu, Carlo?" Tanya Marco yang masih sabar.


"Ck! Nyawaku terlalu mahal dibunuh oleh bajingan seperti mu!" Ujar Marco dengan ekspresi wajah meremehkan Carlo.


"Kau! Kalau saja daddy mu tidak membunuh daddy ku dan kakek menyerahkan semua kepimpinan mafia Cosa de Demonio ke daddy ku, hal ini tidak akan pernah terjadi." Ujar Carlo dengan raut wajah marah.


"Ck! Daddy mu pantas mati! Dia telah menculik dan membunuh Eloner." Dengan suara bergetar saat mengucapkan nama Eloner dan amarah yang bergejolak dihatinya.

__ADS_1


"Eloner? Siapa dia?" Tanya Carlo bingung.


"Ternyata kau lebih rendah dari kata bodoh. Bagaimana bisa kau balas dendam tanpa mengetahui kebenarannya?" Sinis Marco. "Ku beritahu, Eloner adalah adik kandung ku. Karena keserakahan bajingan itu, adiku jadi korbannya."


"What? Tidak mungkin, daddy ku tidak pernah membunuh siapapun!" Carlo tidak mau menerima kebenaran dan tetap berpegang teguh pada pendirian nya, yakni membunuh Marco. "Aku tidak peduli, yang terpenting saat ini kau harus mati." Carlo mengangkat pistol nya lagi dan bersiap menarik pelatuk pistol.


Dor!


Satu tembakan berhasil membuat Carlo tumbang. Di kuasai oleh amarah, Marco membunuh Carlo ditempat. Peluru itu berhasil mengenai jantung Carlo dan membuat nya mati dalam waktu sekejap.


"Pimpinan mu sudah mati!" Teriak Marco.


Seketika semua berhenti bertarung dan dengan sendirinya mafioso Carlo melarikan diri begitu saja.


Bau darah segar tercium di area tersebut, bau itu berasal dari Mafioso Parrot yang sudah mati tergeletak di atas tanah lapang.


...💜💜💜...

__ADS_1


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


__ADS_2