
...💜 HAPPY READING 💜...
Beberapa jam setelah beristirahat dari permainan yang begitu nikmat, kini Niesha mengerjabkan mata beberapa kali hingga tersadar bahwa dirinya harus segera pergi ke Amerika.
"Sial, aku ketiduran. Tapi..." Umpat nya, namun Niesha seketika tersipu malu mengingat kejadian beberapa jam lalu.
Niesha beranjak dari tempat tidur nya sambil menahan rasa sakit di bagian intinya. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seusai mandi, Niesha berjalan melewati Marco yang sedang tertidur.
Tanpa berpamitan dengan Marco, ia melangkah keluar dari kamar, hingga terdengar suara. "Pergilah. Aku tidak akan menahan mu." Ujar Marco yang sebenarnya sudah terbangun dari tadi.
Niesha spontan membalikkan badannya. Lalu melangkah maju, "Aku janji setelah semuanya selesai. I will be back. Only one month." Imbuh Niesha sambil memeluk Marco.
"Hmm. Aku menunggumu." Marco meregangkan pelukan Niesha, "Cup." Bunyi kecupan singkat di dahi Niesha.
Perasaan Niesha dan Marco benar-benar campur aduk. Kini Marco hanya bisa menatap punggung Niesha yang mulai memudar dihadapannya. Relakah mereka berpisah dan menanggung beban yang harus dihadapi bersama?
__ADS_1
Di dalam mobil Niesha hanya bisa menangis karena harus meninggalkan Marco, tapi hal yang membuatnya sedih yakni Niesha tidak tahu apakah dalam satu bulan ia benar-benar bisa kembali. Selama perjalanan menuju bandara ia hanya menangis dan menangis hingga tibalah ia di Bandar Udara Internasional Malta.
Empat belas jam kian berlalu, Niesha akhirnya telah tiba di Bandar Udara Internasional Washington Dulles. Tak menunggu waktu lama, segera ia menuju ke markas kebesaran FBI.
Setibanya di markas FBI, disambutlah ia oleh Kylie yang sejak tadi menunggu kehadiran dirinya. "Sha, jasadnya sudah dibawa ke forensik untuk tahu penyebab kematiannya." Jelas Kylie.
"Okay, tapi aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu." Ucap Niesha.
"Apa?" Tanya Kylie.
"Baiklah."
Seminggu kemudian, hasil forensik telah keluar. Dari hasil itu terpapar jelas penyebab kematian Carlo disebabkan oleh luka tembak yang ada di bagian kepalanya.
Kemudian Kylie mengirimkan hasil forensik kepada Niesha melalui email. Tidak lupa ia membuka amplop pemberian Niesha setelah menerima hasil forensik.
__ADS_1
"Ky, aku menulis ini karena terlalu takut berkata jujur kepada mu. Aku dan Marco telah menikah, tapi aku tidak bisa memberitahu mu kenapa aku menikah dengannya, cukup tahu bahwa aku sudah menikah dengannya. Tolong, jika dia menanyakan keberadaan ku, jangan pernah memberi tahunya." Pesan yang ditulis Niesha.
Spontan Kylie terkejut mengetahui fakta Niesha telah menikah dengan laki-laki kejam itu. "Aku harus menemui nya." Gumam nya dan bergegas menuju apartemen Niesha.
Tepat di depan pintu apartemen Niesha, Kylie menekan tombol bel. "Ting tong." Namun, beberapa kali Kylie menekan bel tidak mendapatkan respon apapun.
"Sha, ini aku, buka pintunya." Teriak Kylie sambil mengetuk pintu tanpa memencet bel lagi.
Di dalam apartemen, Niesha hanya bisa tersenyum tipis melihat ke arah pintu. Jujur saja ia ragu untuk membuka pintu itu. Niesha sudah menduga Kylie pasti akan marah terhadap dirinya.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤
__ADS_1