
...💜 HAPPY READING 💜...
Acara masih berlanjut hingga saat ini. Semua orang beranjak dari bangkunya dan mulai berjalan menuju ke tengah. Mereka semuanya berdiri untuk melakukan dansa bersama pasangan masing-masing.
Kini Marco dan Niesha saling berhadapan satu sama lain, hanya menyisakan jarak sekitar tiga puluh centimeter. Marco mulai memimpin dansa dengan menekuk siku kanan di bawah ketiak kiri Niesha dan meletakkan tangan kanan dengan lembut di belikat kiri Niesha sehingga bisa memandunya tanpa kesan memaksa. Marco menggenggam tangan Niesha dengan pelan untuk menyeimbangkan tubuh sepanjang dansa. Posisi kedua tangan Marco setinggi mata Niesha yang lebih pendek sehingga dansa tetap nyaman dan tidak canggung. Marco mengerakkan kakinya ke kiri dan ke kanan diikuti oleh Niesha.
Disaat berdansa Marco selalu menatap wajah Niesha tanpa mengalihkan pandangannya "You look very beautiful tonight." Puji Marco membuat Niesha tersipu malu.
"Kenapa jantungku malah berdetak kencang seperti ini? Kenapa rasanya nyaman berada disisinya?" Cecar Niesha dalam hati. "Oh No! Apa aku jatuh cinta padanya? Oh my goodness" Niesha sungguh dibuat bingung harus bersikap bagaimana di depan Marco saat ini.
Namun Niesha hanya bisa mengucapkan satu kata "Thanks." Setelah mendengar pujian dari Marco.
Mereka berdansa sesuai dengan irama lagu yang diputar berjudul A Thousands Years~Christina Perri. Lagu itupun mengiringi setiap gerakan demi gerakan. Disela-sela berdansa terdengar suara duar-duar yang berasal dari kembang api.
Dinyalakan kembang api itu yang menambah kemeriahan malam ini. Kembang api itu pun menyemburkan pijar-pijar api di udara berwarna-warni seketika semua orang mendongakkan kepalanya menatap ke atas langit sambil mengulas senyuman. Mereka juga menghentikan dansanya dan saling merangkul pasangan masing-masing menikmati kembang api yang penuh warna di atas langit.
"Kembang api itu sangat cantik kan, bee?" Tanya Naisha yang sejak tadi menikmati keindahan warna dari kembang api itu.
"Kamu lebih cantik, babe" Ujar Rigo menggoda Naisha.
Mendengar ucapan Rigo tentunya Naisha sangat tersipu malu. Ini adalah pertama kalinya ia merasakan bagaimana memiliki seorang pasangan hidup dan mencintainya. Bisa dibilang Rigo adalah orang pertama yang menjadi pacarnya walaupun pacaran hanya singkat yaitu satu bulan setelah acara lamaran.
Dibawah percikan api itu Rigo mencium bibir Naisha untuk pertama kalinya. Bibir berwarna peach itu sangat menarik perhatian Rigo sejak tadi. Hingga akhirnya Rigo memberanikan diri untuk mencium bibir Naisha.
Spontan Naisha terkejut mendapatkan serangan dadakan. "Inikah rasanya berciuman seperti di drakor?" Batin Naisha mulai menikmati bibir kenyal Rigo yang masih menyentuh bibirnya.
__ADS_1
"Manis." Ucap Rigo saat melepaskan ciuman. Lagi dan lagi Naisha tersipu malu. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Haruskah dirinya mencium balik bibir Rigo. Itulah yang sedang ada dibenaknya. Rigo dan Naisha kembali menikmati pertunjukan kembang api.
Kembang api yang terus menyala sebagai simbol penutupan acara a rehearsal dinner. Selesai sudah acara tersebut dengan meriah dan tak ada kendala sedikitpun. Canda dan tawa terus mengalir di acara ini. Pengalaman dan memori yang tak akan pernah terlupakan dalam kehidupan calon pengantin malam ini. Dimana detik-detik terakhir mereka merupakan seorang single akan menyandang status suami-istri keesokan harinya.
Semua tamu undangan sudah meninggalkan tempat dan kembali ke rumah masing-masing. Sedangkan keluarga Donzello dan Cleandro akan menginap di hotel tempat pernikahan besok diadakan.
Setibanya di hotel, seluruh keluarga menuju ke kamar yang sudah disediakan untuk mereka beristirahat. Namun Niesha menahan tangan Marco untuk tidak pergi.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" Ucap Niesha yang masih memegang tangan kanan Marco.
Tanpa berpikir panjang Marco menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Niesha. Mereka memilih mengobrol di kolam renang hotel yang kebetulan sepi tak ada seorang pun.
"Apa yang ingin kamu katakan?" Ujar Marco sambil mengerutkan keningnya.
"Huh." Hela nafas panjang Niesha. "Aku lupa bertanya ini kepada mu. Kenapa kamu ingin menjadikan aku istrimu? Apa tujuan mu sebenarnya?" Tanya Niesha.
"Kau akan tahu nanti." Ujar Marco dengan santainya.
"Tapi, aku ingin kejelasannya. Pernikahan bukan sebuah mainan. Pernikahan adalah janji suci yang diucapkan oleh calon mempelai yang saling mencintai. Bahkan kita saja tidak saling mencintai."
"Kau yakin tidak mencintaiku?" Tanya Marco dengan nada mengejek.
"Jangan mengalihkan pembicaraan!" Sentak Niesha yang mulai menggunakan nada tinggi. "Aku hanya ingin tahu tujuan ataupun alasan mengapa kamu ingin menikahi ku!! Aku tidak ingin pernikahan ini akan membuat keluarga Donzello dan Cleandro menjadi renggang jika suatu saat kita bercerai."
__ADS_1
"Jaga bicaramu! Kita tidak akan pernah bercerai!!" Ucap Marco sedikit meninggi.
"Kalau begitu beri aku kejelasan mengapa kau ingin menikah dengan ku?" Niesha terus mencecar Marco.
"Sudah kubilang, kamu akan tahu nanti."
"Kapan?" Tanya Niesha.
"Besok di acara pernikahan." Jawab Marco yang mulai jengah dengan pertanyaan Niesha.
"What? Dasar gila! Bagaimana jika aku tidak menerima alasan mu itu? Lebih baik beritahu sekarang, sebelum terlambat." Niesha terus bersikukuh mempertanyakan alasan mengapa Marco ingin menikahinya.
"Ck! Keras kepala!" Ucap Marco yang beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan Niesha.
"Kau yang keras kepala!" Teriak Niesha melihat Marco meninggalkan dirinya begitu saja. "Sial, baru saja aku merasa nyaman, sekarang aku malah merasa sebal saat di dekatnya." Umpat Niesha dalam hati.
Kemudian Niesha pun ikut pergi meninggalkan kolam renang yang amat sepi. Niesha berjalan ke arah lift dan menekan tombol ke lantai yang dituju. Setibanya di kamar hotel, ia segera membersihkan diri setelah acara dinner malam ini. Selesai membersihkan diri, Niesha duduk di kursi dan mengambil laptop nya untuk melihat apakah ada email masuk dari FBI.
Setelah cukup lama Niesha mengutik laptop nya, ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang super empuk dan nyaman hingga tak terasa dirinya sudah terlelap dalam tidurnya.
...💜💜💜...
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
__ADS_1
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤