
...💜 HAPPY READING 💜...
Akhirnya setelah perjalanan lumayan panjang, Rigo dan Naisha telah sampai di Charles de Gaulle International Airport, merupakan bandar udara terbesar di Perancis. Turunlah mereka dari jet pribadi disusul oleh beberapa mafioso membantu membawakan koper.
Rigo mengajak Naisha langsung ke salah satu hotel terbaik, karena pemandangan hotel tersebut langsung ke arah Menara Eiffel. Hotel yang dimaksud yakni Shangri-La Paris Hotel terletak tepat di seberang Sungai Seine, menghadap ke Menara Eiffel. Semua kamar dilengkapi ruang tamu, kamar mandi marmer elegan dengan bathtub dan shower, TV layar datar, dock iPod, dan kotak brangkas untuk laptop. Rigo memilih kamar suite dengan type Eiffel Tower view, tentunya hotel ini dibandrol dengan harga fantastis, satu malamnya saja sekitar Rp28juta.
Rencananya Rigo dan Naisha akan berada di Perancis selama satu minggu. Di Perancis ini mereka akan mengunjungi beberapa destinasi ikonik kota Paris seperti Louvre Museum, Menara Eiffel, Seine River, dan masih banyak lagi. Seusai berbulan madu, Rigo akan terbang ke Malta untuk membantu Marco menangani organisasi Parrot, sedangkan Naisha akan dipulangkan dulu ke Frankfurt.
Disisi lain Marco dan Niesha juga telah tiba di Malta Internasional Airport. Di sambutlah mereka oleh beberapa mafioso yang memang sudah berangkat terlebih dahulu sebelum Marco tiba. Mafioso ini ditugaskan untuk mengatur tempat penjebakan dan penangkapan organisasi Parrot.
"Selamat datang, Tuan." Ucap Mafioso secara serentak.
Kemudian Marco membukakan pintu mobil untuk mempersilahkan Niesha masuk. Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju sebuah mansion yang lumayan besar.
Sesampainya di mansion, Marco menyuruh mafioso untuk meletakkan koper di kamarnya. Kini Marco dan Niesha sudah berada di dalam satu kamar yang cukup besar. Niesha merapikan pakaian yang tadi ada di dalam koper ke lemari. Sedangkan Marco sedang membersihkan diri di kamar mandi.
"Astaga, kenapa aku bisa melupakannya?" Batin Niesha yang tiba-tiba teringat akan suatu hal.
Melihat Marco keluar dari kamar mandi, ia pun segera meminta Marco untuk duduk bersamanya. "Kau, kemarilah!" Pinta Niesha.
"Kenapa, sayang?" Goda Marco saat dirinya dipanggil Niesha.
Spontan saja Niesha bergidik ngeri mendengar panggilan sayang untuknya itu. "Sayang? Jangan membuat ku marah."
"Tidak masalah bukan aku memanggil sayang." Ucap Marco yang sudah duduk di sebelah kanan Niesha.
__ADS_1
"Okay, tak masalah kamu memanggil ku sayang. Tapi, kau berhutang penjelasan kepada ku!" Pungkas Niesha manatap tajam Marco.
"Penjelasan apa?" Ujar Marco sambil mengerutkan keningnya.
"Jangan pura-pura bodoh kau, Marco!" Geram Niesha ditambah melihat ekspresi wajah Marco seperti orang tanpa ada rasa salah.
"Panggil sayang dulu." Marco lagi dan lagi menggoda Niesha. Bagi Marco melihat wajah Niesha marah membuatnya gemas.
"Sayang, jelaskan padaku tujuan mu menikahi ku!" Ucap Niesha dengan nada lembut namun terlihat sangat terpaksa.
Marco mengulas senyuman mendengar dirinya dipanggil sayang. "Tidak buruk."
"Cepat! Jelaskan!"
"Okay-okay. Sebenarnya aku sudah lama memperhatikan mu dan menjaga mu dari jauh, semua itu bermula ketika kamu sudah membantu adikku melarikan diri dari para bajingan itu. Hingga aku merasa tertarik kepada mu. Beberapa bulan yang lalu aku dan Rigo mulai menyusun rencana saat mengetahui bahwa FBI mengincar organisasi Parrot. Aku memasukkan Rigo ke FBI menggunakan nama Art Leandro." Ucap Marco tepat dihadapan Niesha.
"Ada laporan dari salah satu panti asuhan dimana aku sering sekali menyumbangkan dana, ada beberapa anak panti yang tidak kunjung pulang saat mereka pergi ke sekolah. Mengetahui hal itu aku langsung menyelidiki kemana anak-anak itu pergi, sampai pada akhirnya aku mendapat laporan dari salah satu Mafioso yang memang pada saat itu sedang aku tugaskan mengintai anak-anak panti, mereka ternyata diculik oleh orang yang memiliki tato burung kakaktua, setelah ku selidiki lebih dalam lagi ternyata orang itu adalah anggota organisasi Parrot." Marco menjelaskan dengan detail.
"Ternyata organisasi itu tidak hanya aktif di Amerika tapi juga Germany." Ujar Niesha yang tidak habis pikir dengan organisasi Parrot. "Eh, jika kau memang tertarik kepada ku sejak awal, kenapa kau menikahi ku dengan cara mengancam diriku?" Niesha penasaran.
"Itu satu-satunya cara agar kau mau menikah dengan ku." Ucap Marco dengan santainya.
"Jika saja kau mendekati ku dengan cara halus, mungkin aku akan tertarik dengan mu. Em..apa kau sekarang mencintaiku?" Tanya Niesha menatap lurus ke mata Marco.
"Pertanyaan bagus. Bagaimana menurut mu?" Bukannya menjawab pertanyaan, Marco malah bertanya balik.
__ADS_1
"Iya?" Ucap Niesha dengan nada yang kurang yakin.
"Bingo. I love you, sayang." Bisik Marco tepat ditelinga kanan Niesha.
Ulah Marco membuat Niesha seketika merinding sekaligus terkejut dengan pengungkapan cinta Marco terhadap dirinya itu. "Ka-kalau begitu buat aku mencintaimu!" Pintanya dengan suara gugup.
"Of course, sayang! Dengan senang hati." Kemudian Marco mulai mencium bibir Niesha dengan perlahan dan penuh kelembutan. Tanpa ada penolakan dari sang pemilik bibir, Marco terus mencium bibir Niesha sangat lama.
Suasana kamar menjadi panas, desiran gairah Marco sudah tidak tertahankan, rasanya sangat ingin melahap Niesha, namun ia tahu ini bukan waktu yang tepat.
"Marco." Desis Niesha disela-sela ciuman. Niesha pun sama sudah terbakar gairah karena ulah Marco. Karena tak ingin melakukan lebih, Niesha segera melepaskan diri dari ciuman itu.
"Sial." Umpat Marco yang sudah terbakar gairah, ia pun memilih pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan apa yang perlu ia tuntaskan. Cukup lama ia di kamar mandi hingga terdengar suara gedoran pintu.
"Marco, buruan. Aku juga ingin mandi." Niesha terus menggedor pintu. Marco segara membuka pintu dengan handuk yang melilit tubuh bagian bawah. Dadanya sangat terlihat jelas polos tanpa pakaian.
Glek! "Kenapa keluar tanpa berpakaian?" Kejut Niesha saat melihat dada dan perut sixpack Marco. Baru kali ini ia melihat seorang laki-laki bertubuh bagus seperti ini
"Aku lupa membawa baju ganti." Ucap Marco lalu berangsur keluar tanpa mempedulikan Niesha yang terus mengomel karena dirinya begitu lama di kamar mandi.
Niesha pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena sejak tadi dirinya belum mandi setelah acara pernikahan.
"Kenapa rasanya begitu nikmat? Kenapa aku menginginkan lebih dari itu?" Gumam Niesha dalam hati. Satu hal yang ia tidak mengerti yakni apakah dirinya begitu cepat jatuh cinta kepada Marco? Pertanyaan itulah yang saat ini membuat pikiran nya kacau, apalagi ciuman panas tadi.
...💜💜💜...
__ADS_1
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤