My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 30


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Mereka telah kembali ke mansion yang berjarak tidak terlalu jauh dari kota Valetta. Disinilah mereka akan membahas rencana menjebak organisasi Parrot. Tak hanya mereka berdua saja yang membahas rencana ini, namun Rigo ikut bergabung melalui sambungan zoom.


"Lebih baik kau tetap bersama Naisha saja. Aku dan Marco bisa menghendel organisasi itu." Niesha tidak mau kembarannya itu merasa curiga dengan kepergian suaminya.


"Tapi aku tidak mau!" Tolak tegas Rigo.


"Sudahlah, kau tidak perlu ke Malta, lebih baik kita datangkan saja Art. Aku akan menyuruh nya datang untuk membantu." Saran Marco.


"Ide bagus." Rigo setuju mengenai saran Marco.


"Wait! Art? Apa maksudmu Art Leandro? Bukankah Rigo itu Art?" Cecar Niesha penuh kebingungan.


"Mereka dua orang yang berbeda. Art Leandro merupakan salah satu asisten pribadi yang membantu ku menangani perusahaan Cleandro. Aku menggunakan identitas diri nya untuk memasukkan Rigo ke FBI. Maka dari itulah FBI tidak menaruh kecurigaan terhadap Rigo." Jelas Marco membuat Niesha kaget.


Benar-benar tidak habis pikir, apa sebenarnya isi otak Marco itu. Niesha sungguh kagum dan mengakui kepintaran serta kelicikan Marco.


"Kau benar-benar gila." Ucap Niesha sambil menggelengkan kepalanya.


"Orang gila itu suami mu, sayang." Ujar Marco dengan senyumnya.


"Wow, ternyata kau bisa berkata manis, bro!" Ujar Rigo.

__ADS_1


"Tentu saja!" Ucap Marco dengan pedenya.


Setelah membahas rencana kedepannya, kini sambungan zoom telah terputus. Sesuai rencana, di malam harinya Marco mendatangkan Art Leandro.


Art Leandro terbang dari Spanyol menuju ke Malta pada malam itu juga saat Marco menelponnya, maka dari itu pada tengah malam Art telah tiba di Malta. Karena hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam sepuluh menit untuk tiba di Malta. Setibanya di Malta Art segera menuju ke mansion tempat Marco dan Niesha berada.


"Ini Art Leandro yang sesungguhnya, sayang." Marco memperkenalkan Art yang sudah berada di hadapannya.


"Jadi, ini Art Leandro, tidak jauh beda dengan Rigo." Ujar Niesha saat melihat Art berperawakan tinggi persis seperti Rigo. "Aku Niesha Donzello." Memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.


"Niesha Cleandro." Marco mengoreksi ucapan Niesha. "Tidak perlu bersalaman." Menarik tangan Niesha yang sudah terlebih dahulu mengulurkan tangan


"Maaf, Art." Ujar Niesha meminta maaf atas kelakuan tak sopan Marco.


"Tidak apa, nyonya." Art menunduk kepalanya sebagai tanda hormat. "Tuan, sudah biasa melakukan ini, nyonya." Gumam nya dalam hati, ia tidak berani melayangkan protes secara langsung, bisa bahaya nyawanya jika menentang seorang Marco Cleandro.


Ya, setelah acara pernikahan, Marco tidak jadi memberitahu ke publik, rencana itu diundur karena mereka harus mempersiapkan segala sesuatu di Malta, bahkan Marco tidak tahu kapan tepatnya organisasi Parrot datang menyerang. Maka dari itulah ia mengundur konferensi pers menjadi besok.


"Baik, Tuan." Art segera melaksanakan tugasnya, ia mempersiapkan berbagai hal untuk melakukan konferensi pers, seperti mengundang beberapa awak media untuk meliput dan menyebarkan berita ke seluruh penjuru dunia.


*


*

__ADS_1


Keesokan harinya, Niesha dan Marco sudah duduk di bangku yang disediakan, mereka memulai membuka percakapan di hadapan awak media.


"Selamat pagi semuanya, terimakasih atas kedatangan kalian, kami berdua disini ingin mengumumkan bahwa keluarga Cleandro dan Donzello sudah bersatu dalam ikatan pernikahan. Dan sekarang saya dan istri saya sedang berbulan madu di Malta." Jelas Marco lalu beranjak meninggalkan tempat itu bersama Niesha.


Marco tak mau terlalu lama duduk di situ apalagi menjawab berbagai macam pertanyaan dari awak media.


Setelah melakukan konferensi pers, berita pun secara cepat tersebar di belahan dunia dan tanpa menunggu waktu lama, organisasi Parrot sudah mengetahui hal itu. Menurutnya ini adalah kesempatan yang bagus, dengan sendirinya keluarga Cleandro menunjukkan diri dihadapan publik, bahkan mengekspos keberadaan nya. Selama ini organisasi Parrot selalu kesulitan mencari keberadaan putra keluarga Cleandro yang sangat diagungkan itu.


Bukankah ini sungguh kesempatan emas bagi organisasi Parrot? Maka dari itulah organisasi Parrot tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini dan tak perlu menunggu terlalu lama, organisasi itupun segera bertindak dan berangkat terbang menuju Malta.


"Aku akan menghabisi nyawa kalian!" Gumam Carlo dengan raut wajah marah.


Siapakah itu Carlo? Ada hubungan apa sebenarnya Carlo dengan keluarga Cleandro? Ya, Namanya adalah Carlo Cleandro, tetapi dirinya telah menggunakan nama marga ibunya yakni Carlo Exgo, menurutnya akan lebih mudah untuk membunuh Marco jika dirinya tidak menggunakan marga Cleandro.


Carlo merupakan anak keturunan keluarga Cleandro sekaligus pemimpin organisasi Parrot, namun karena kesalahan di masa lalu yang telah diperbuat oleh almarhum ayahnya membuat nya tak pernah dianggap di keluarga Cleandro.


Carlo ingin membalas dendam kepada Jacob, namun dengan cara membunuh Marco, karena dengan itulah Jacob akan merasakan rasanya kehilangan. Ha? Kehilangan? Bukankah Jacob sudah pernah merasakan kehilangan? Bukankah Carlo terlalu bodoh karena buta akan balas dendamnya?


Sebenarnya Carlo telah dipengaruhi oleh almarhum ibunya yakni Gladis Exgo Cleandro yang telah pergi meninggalkan dirinya dengan cara bunuh diri saat usia Carlo tujuh belas tahun. Gladis selalu berkata bahwa orang yang membunuh ayah nya itu adalah adiknya sendiri dengan alasan ingin merebut hak waris Calvin.


Tanpa mengetahui kebenaran Carlo sudah dibutakan oleh kebohongan, rasa benci, dan dendam mendalam di hati dan pikirannya. Menurutnya Jacob adalah orang yang telah membuat ke dua orang tuanya mati meninggalkan dirinya.


...💜💜💜...

__ADS_1


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


__ADS_2