My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 33


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


"Marco!" Teriak Niesha yang dari tadi menunggu Marco pulang. Niesha tidak diperbolehkan untuk ikut dalam pertempuran itu, walaupun dirinya sempat berdebat panjang ingin ikut andil dalam pertempuran itu, namun mau tidak mau Niesha hanya bisa menunggu kedatangan Marco di mansion. "Bagaimana?" Tanya Niesha menatap nanar ke arah Marco.


Pakaian yang saat ini Marco kenakan penuh dengan lumuran darah, bukan darahnya melainkan darah Carlo muncrat saat dilayangkan tembakan.


"Aku berhasil, aku sudah membunuh keturunan bajingan itu." Ujar Marco dalam dekapan Niesha.


"Bajingan?" Bingung Niesha.


"Kau tahu, Eloner dulu di culik oleh bajingan itu, dan aku berhasil membunuh keturunannya. Dia dan anaknya benar-benar tidak berperasaan." Jelasnya.


"Carlo? Dia keturunannya?" Tanya Niesha sedikit ragu.


"Iyaa, dia keturunan bajingan itu." Ujar Marco tersenyum kemenangan mengingat dirinya berhasil membunuh Carlo.


"Kau membunuh buronan FBI?" Tanya Niesha dengan nada sedikit terkejut, lalu mengurai dekapannya.


"Hmm." Dehem Marco.

__ADS_1


"Kau gila, Marco!" Pekik Niesha. "Bagaimana kalau kau dikejar oleh FBI?"


"Asal kamu tutup mulut, FBI tidak akan pernah tahu." Marco menatap tajam Niesha.


Bukan Niesha namanya jika tidak menatap tajam balik ke arah Marco. "Mana jasadnya. Berikan padaku!" Pinta Niesha.


Tidak mendapatkan jawaban dari Marco, Niesha pun berlari keluar. Di depan mansion, dia melihat tumpukan mayat hendak dibakar.


"Tunggu!" Pekik Niesha menghentikan mafioso yang mulai melempar mayat ke kobaran api.


"Nyonya." Ujar Art saat melihat Niesha berjalan ke arahnya. "Ada apa, nyonya?" Tanya Art.


"Mana jasadnya Carlo? Berikan padaku!" Titahnya sambil menatap tajam.


Mendengar penolakan dari Art, sontak membuat Niesha tersulut amarah. "Tuan mu, sudah memberikan ku izin." Bohong Niesha.


"Berikan jasad bajingan itu!" Saut Marco yang baru saja keluar dari mansion menyusul Niesha.


"Baik, Tuan." Art segera menyuruh mafioso untuk membawa jasad Carlo dihadapan Niesha. Sejak tadi jasad Carlo sudah di tempatkan dalam ruangan untuk dimutilasi dan dijual organnya.

__ADS_1


Jasad Carlo kini sudah ada dihadapan Niesha. Dengan cekatan Niesha menghubungi Kylie untuk datang ke Malta pada malam itu juga dan kemungkinan sampai pada keesokan harinya.


Kini Marco dan Niesha berada di dalam kamar yang sama. Mereka berdua hanyut dalam pemikiran masing-masing. Lega, khawatir, dan kecewa itulah yang saat ini mereka renungankan.


"Marco." Lirih Niesha menatap penuh sayang. Rasanya Niesha ingin sekali memeluk Marco dan merasakan kehangatan sebagai suami-istri.


"Hmm." Saut Marco tanpa menatap mata indah Niesha.


"Besok, a-aku" Gugup Niesha. "Aku akan kembali ke Amerika." Kembali memberanikan diri. Entahlah apa yang membuat dirinya begitu takut untuk mengutarakan hal ini.


"Berapa lama?" Tanya Marco dengan suara dingin dan enggan menatap wajah Niesha.


"Satu bulan. Ku mohon!" Pinta Niesha. Lalu ia pun mendekati Marco dan memeluknya. "Sorry, aku harus meninggalkan mu. Ak-aku harus menyelesaikan semua ini. Aku janji setelah satu bulan, aku akan kembali." Ujar Niesha dengan buliran air mata yang mulai menetes di pipinya. Rasanya sangat berat mengutarakannya dan meninggalkan Marco untuk sementara waktu.


"Pergilah." Satu kata yang terucap dari mulut Marco membuat Niesha menelan salivanya dengan susah. Bukan karena kata itu, melainkan suara Marco yang begitu dingin dan berat.


Niesha menguraikan pulukannya dan bersiap-siap memasukkan pakaian ke dalam koper. Sedangkan Marco memilih keluar dari kamar tersebut. Melihat kepergian suaminya itu, Niesha hanya bisa tersenyum.


...💜💜💜...

__ADS_1


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


__ADS_2