My Beloved Mafia

My Beloved Mafia
BAB 8


__ADS_3

...💜 HAPPY READING 💜...


Niesha duduk dikursi kebesarannya, sambil melihat kearah laptop. Dibacanya lagi informasi dari sang kakak. Dan benar saja dia melewatkan hal penting.


"Sial, kenapa aku baru sadar. Tidak, orang itu tidak boleh melihat informasi itu. Aku harus merebut nya." Niesha dengan tekatnya dan keberanian.


Setelah memikirkan berbagai hal, ia pun memutuskan sesuatu yang membahayakan nyawanya sendiri. Turunlah ia ke ruang tamu untuk menemui Kylie.


"Ky, sorry lama." Niesha duduk di sofa dekat dengan Kylie.


"It's okay, Sha." Ucap Kylie dengan senyum manisnya.


"Btw, kapan kamu pulang ke Amerika?" Tanya Niesha.


"Seperti nya, aku akan tinggal lebih lama. Bolehkan menginap disini?" Ucap Kylie memasang wajah melasnya.


"Good, tapi aku sarankan kamu tinggal di apartemen aku saja, kamu dan Art. Bagaimana?" Tawar Niesha.


"Ha? Ngapain juga disana, mending disini sajalah." Bingung Kylie.


"Mansion aku bukan penampungan, udah nanti aku antar kamu sama Art ke apartment, tidak ada bantahan." Tegas Niesha.


Ada alasan sendiri bagi Niesha tidak membiarkan Kylie tinggal dirumahnya. Secara tidak langsung Niesha akan membuka rahasia nya jika Kylie menetap disini, karena Kylie merupakan salah satu agen terbaik. Art? Sedangkan Art masih pemula, jadi Niesha tidak khawatir akan hal itu, tapi lebih baik Art ikut tinggal bersama Kylie.


"Baiklah, terserah kamu saja." Pasrah Kylie.

__ADS_1


"Nah, gitu dong, sebentar, Art!!" Teriak memanggil Art yang ada di dalam kamar.


Mendengar teriakan Niesha, buru-buru ia turun menuju ke suara itu berasal.


"Ada apa, Sha? Are you okay?" Tanya Art khawatir.


"Everything gonna be okay. Jadi, gini, kamu dan Kylie akan tinggal bersama di apartement yang sudah ku siapkan." Jelas Niesha.


Tanpa bantahan, Art mengiyakan perkataan Niesha. "Okay." Art mengacungkan jempolnya.


"Oh, sebelum kalian pergi, ada hal yang ingin ku sampaikan." Niesha yang mengubah ke metode serius. Kylie dan Art yang melihat itu seketika mendengar dengan baik apa yang mau dikatakan Niesha.


"Apa, Sha?" Tanya serentak Art dan Kylie.


"Pelelangan kemarin malam, aku sudah tahu siapa yang menawar kalung itu. Tapi, ini masalahnya, ia bukan sembarangan orang. Kalian tahukan? Kalau mafia Zello Blood adalah mafia terkejam. Tapi, ada yang lebih kejam lagi. Aku tahu pasti kalian mengerti maksudku." Niesha menekuk kedua tangannya.


"Benar apa yang dikatakan oleh, Kylie. Walaupun aku pemula, tapi aku tahu betul mafia itu..." Art menggeleng-gelengkan kepalanya.


"TIDAK!" Seru Niesha yang tidak mau menyerah begitu saja. "Guys, kita sudah sejauh ini, dikit lagi kita bisa mendapatkan kalung itu. Tahanlah sebentar lagi." Lanjutnya.


"Apa rencana mu?" Tanya Kylie to the point.


"Pergi bernegosiasi dengannya langsung." Itulah ide yang ia dapatkan saat merenung di ruang kerjanya tadi.


"Kamu gila, Sha. Apa kamu cari mati? Kita saja tidak tahu bagaimana bentuknya. Kamu justru mau cari mati. Kita saja tidak tahu bagaimana mukanya dan identitas dari pimpinan mafia itu." Kylie benar-benar tidak habis pikir apa yang ada di kepala Niesha sebenarnya.

__ADS_1


"Ini satu-satunya cara, enggak mungkin juga kita masuk ke markas ataupun mansion nya secara diam-diam, pasti akan ketahuan. Penjagaan pasti ketat sekali." Jelas Niesha.


"Memang nya kamu sudah mendapatkan alamat markas ataupun mansion mafia itu dan identitas siapa pemimpin mafia itu?" Tanya Kylie.


"Sudah, ada seorang informan yang membantu ku mencari alamat itu." Syukurlah, aku ada Kak Nardo dan Kak Naela. Gumam Niesha sambil tersenyum tipis.


"Siapa informan itu? Kenapa bisa dengan mudah mendapatkan informasi mafia itu? Kita saja sulit mendapatkan nya." Kylie yang mulai penasaran dengan sosok informan yang dimaksud Niesha.


"Rahasia." Ujar Niesha.


"Kapan kamu akan bernegosiasi?" Art yang dari tadi mendengar percakapan Niesha dan Kylie.


"Besok, pagi hari, sekitar jam sepuluh. Jadi, aku minta, kamu dan Kylie bantu aku persiapkan pistol dan stock peluru. Kalian berdua harus ikut!" Perintah Niesha.


"Sial, menyesal aku menetap disini." Gumam Kylie dalam hati. Walaupun dia agen terbaik, tapi nyawa tetap nomor satu.


"Okay, boss." Kylie mengangkat tangan kanannya memberi hormat.


"Ky, Art, kamu malam ini tidur disini saja, besok setelah selesai bisa langsung ke apartemen." Ujar Niesha.


Setelah berdiskusi panjang lebar, mereka segera menyiapkan keperluan yang akan dibawa besok tentunya mempersiapkan diri, fisik, dan mental.


...💜💜💜...


Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_

__ADS_1


Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.🤭


THANK YOU


__ADS_2