
...💜 HAPPY READING 💜...
Mentari pagi sudah menyinari bumi pertanda pagi hari telah tiba. Pagi hari inilah Niesha akan bertemu dengan Kylie. Sejujurnya pertemuan ini dapat membokar semua rahasia yang telah ditutup rapat-rapat oleh Niesha. Namun, mau tidak mau Niesha harus mendatangkan Kylie di mansion yang saat ini ia dan Marco tempati.
Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya Kylie telah tiba di mansion. Dengan langkah mantap berjalan masuk ke dalam mansion tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Sha." Ujar Kylie yang sudah dihadapan Niesha.
"Ky, ayo masuk." Niesha mempersilahkan Kylie untuk masuk ke dalam mansion. Kini mereka berdua telah duduk di sofa ruang tamu.
"Ada apa kau menyuruhku datang ke sini?" Tanya Kylie dengan raut wajah bingung. Saat bertelepon kemarin, Niesha tidak mengatakan alasan yang sebenarnya.
"Ky, aku janji setelah semuanya selesai akan aku ceritakan." Ujar Niesha, perasaannya saat ini benar-benar campur aduk.
Tak, tak, tak. Suara langkah kaki menuruni anak tangga. Sontak membuat Kylie mengalihkan pandangannya. Betapa terkejutnya melihat laki-laki yang sangat ditakuti ada di mansion itu.
"Bukankah itu?" Kejut Kylie. "Kenapa dia berada di sini?" Masih terkejut.
__ADS_1
"Di-dia." Niesha berhenti sejenak. "Ky, aku sudah bilang. Aku janji akan cerita kan semuanya nanti." Menegaskan kembali.
"Tapi..."
"Sst, ayo ikut denganku ke belakang." Niesha menutup mulut Kylie. Kemudian ia berjalan menuju belakang mansion diikuti oleh Kylie dan tentunya Marco.
"Apa ini?" Tanya Kylie saat melihat sebuah peti mati.
"Ketua mafia yang selama ini jadi buronan FBI." Ujar Niesha membuat Kylie lagi dan lagi terkejut.
"What? Are you kidding?" Kejut Kylie yang tidak percaya begitu saja.
"Sha!" Sentak Kylie. "Kamu tahu kan konsekuensi membunuh buronan FBI? Aku tahu kamu seorang agen FBI tapi buronan ini tidak boleh mati begitu saja." Ujar Kylie mengingatkan Niesha. (Fyi : Please, Jangan di anggap nyata yaa, author cuman berimajinasi saja.)
"Aku tahu betul konsekuensinya. Maka dari itu, ayo kita pergi ke Amerika saat ini juga dan bawalah jasad ini." Ucap Niesha.
"Bawa juga aku." Ujar Marco yang sejak tadi hanya diam.
__ADS_1
"Tidak! Lebih baik kau di sini saja Marco." Ucap Niesha penuh makna.
"Kau membantahku?" Sentak Marco menatap tajam istrinya.
"Ky, bawalah peti ini sekarang. Aku akan menyusul mu." Pinta Niesha.
Tanpa ba-bi-bu lagi, Kylie segera menuju bandara untuk terbang ke Amerika di bantu oleh mafioso yang membawa jasad Carlo.
Di sisi lain, Marco dan Niesha sedang berdebat panjang, mereka berdua sama-sama keras kepala tidak mau mengalah. Perdebatan ini sebenarnya merupakan bentuk khawatir mereka terhadap masing-masing.
"Marco, aku mohon. Bukankah kau sudah mengizinkan ku?" Ucap Niesha penuh harap.
"Aku memang mengizinkan mu, tapi ada syaratnya. Aku harus ikut!" Ujar Marco tanpa boleh dibantah. "Satu bulan bukan waktu yang sebentar, Niesha! Kamu bahkan belum memenuhi kewajiban mu sebagai istri. Lihatlah sekarang, kau bahkan membantah suami mu!" Marco berkata seperti itu bukan ingin memenuhi hasrat nya, namun Marco berharap dengan dirinya berbicara seperti itu, Niesha tidak membantah nya.
"Kalau begitu lakukan lah sekarang juga dan biarkan aku pergi satu bulan. Aku akan memenuhi kebutuhan mu sekarang!" Ucap Niesha tanpa ragu.
...💜💜💜...
__ADS_1
Yuk follow IG author : @Vanesaefkm_
Jangan lupa di masukin ke list baca yah, favorit, like, comment, hadiah, dan vote.ðŸ¤