
BAB 9
HAPPY READING….
Dikantor…..
Fisha dan sahabatnya pun sampai depan ruang kantor Pak Robi. Mereka pun berebut untuk siapa yang duluan ketuk pintunya.
“ Kamu aja ya Sha ketuk pintunya. “ ucap si Aqilla yang berada di belakang Fisha dengan perasaan ketakutan.
“ Eh… enak aja, kamu aja lah Frans.“ jawab Fisha sambil menunjukkan kearah Frans.
“ Kalian aja lah beb, di sini kan aku pria sendiri.“ kata Frans dengan suara yang lemah gemulai demi membujuk sahabatnya itu.
“ Dasar kamu Frans, masa sih kami yang perempuan disuruh. Ada- ada saja kamu ya.“ ucap Aqilla dengan tangan yang di pinggang sambil menunjuk kea rah Frans.
“ Kamu saja yaa Sha… pleaseeee “ ucap Fran dan Aqilla serentak.
Karena tidak ada yang mau mengetuk pintu terlebih dahulu, akhirnya Fisha pun mengalah.
Tok tok tok ( suara pintu )
“ Assalamualaikum, permisi Pak Robi “ ucap Fisha.
“ Masuk “ ucap Robi yang terdengar dingin oleh Fisha dan sahabatnya itu.
Fisha dan sahabatnya itu pun langsung masuk ke ruangan Pak Robi dan menghadap langsung ke tempat duduk Pak Robi dengan pandangan menunduk.
__ADS_1
“ Saya bukan di lantai “ jawab Pak Robi dengan muka datar dan dingin.
Karena merasa tersindir dengan ucapan Pak Robi barusan , Fisha dan sabahatnya itupun langsung mengangkat kepalanya dan melihat kearah Pak Robi.
“ Maa...a..af Pak. “ jawab Fisha dan sahabatnya dengan gugup.
“ Sudah tahukan alasan saya memanggil kalian ke sini. “ kata Pak Robi dengan suara dingin sambil menatap tajam ke arah Fisha dan sabahatnya itu.
“ Tidak tau Pak. “ jawab Frans dengan berani.
“ Siapa yang menyuruh kamu berbicara” ucap Pak Robi.
“ Tadi Bapak kan bertanya “ jawab Frans dengan santai.
“ Saya akan menghukum kalian bertiga karena telah berbuat salah. Untuk Frans dan Aqilla, kalian berdua di hukum untuk membersihkan ruangan saya ini selama 1 minggu. “ jelas Pak Robi dengan serinci- rincinya.
“ Dan untuk Fisha, kamu di hukum sebagai asisten saya selama 1 bulan. “ lanjut Pak Robi.
“ karena kalian telah menghina saya. Dan untuk kamu Fisha telah mencemarkan nama baik saya “ jawab Pak Robi dengan suara dingin khasnya.
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaa” jawab Fisha dan sahabatnya itu dengan perasaan terkejut dengan keadaan mulut yang ternganga.
“ Hemmm “ dehem Pak Robi untuk menetralkan suasana.
Fisha dan sahabatnya itu yang mendengarkan deheman Pak Robi pun langsung mengubah posisi ke semula.
“Kok bisa Pak” jawab Frans yang terkejut.
__ADS_1
“ Pokoknya saya tidak mau tau lagi. Kalian bertiga harus menerima hukuman. “ ucap Pak Robi dengan tegas sembari menatap tajam kearah Fisha dan sahabatnya.
“ Mana bisa gitu Pak. Kami kan tidak sengaja melakukan itu, dan juga massa hukuman say berbeda dengan sahabat saya Pak. “ kata Fisha dengan perasaan geram , sembari menatap tajam kearah dosen killernya tersebut.
“ Pokoknya ini tidak adil…” teriak Fisha.
“ Emang saya peduli, pokoknya kalian harus di hukum atau kalian saya laporkan ke pihak Rektor supaya kalian betiga ini dikeluarkan dari kampus ini. “ kata Pak Robi dengan tegas.
Fisha dan sahabatnya itu pun geram dan marah dengan keputusan dosen killer itu yang hanya secara sepihak tanpa mendengarkan perkataan mereka.
“ Hukuman kalian di mulai besok pukul 6:00 pagi dan saya tidak mau ada yang telat.” Lanjut Pak Robi lagi.
“ Dan untuk kalian bertiga keluar dari dari ruangan saya. “ ucap Pak Robi dengan suara dingin.
Karena sudah bercampur perasaan marah, kesal dan geram , Fisha pun langsung keluar tanpa mengucap kata permisi meninggalkan terlebih dahulu dosen killernya itu dan disusul oleh Frans dan Aqilla.
“ Permisi Pak “ ucap serentak Frans dan Aqilla.
.
.
.
.
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan, jangan lupa di like dan komen ya teman- teman.
__ADS_1
Di tunggu episode selanjutnyaaa…..
TERIMA KASIH😊😊