
BAB 29
HAPPY READING
π·π·π·π·
Bagaimana? Kalo tidak bisa ya tidak masalah tapi...β ucap Robi yang langsung terpotong oleh 3 sekawan sengklek.
β Bisa Pak. β jawab serentak 3 sekawan sengklek
β Tapi disini saya tidak ada unsur memaksa kalian ya β jelas Robi santai.
β What demi apa... pengen ku bejek- bejek ni dosen β Fisha menatap dengan perasaan kesal.
β Ti..tidak Pak β 3 sekawan sengklek dengan serentak.
Tanpa di suruh lagi, 3 sekawan sengklek itu langsung mengerjakan apa yang di suruh dan jelaskan oleh Robi.
Marah, kesal dan di permainkan itulah perasaan yang ada di dalam 3 sekawanan sengklek tersebut. Mau menghindar tidak bisa lagi karena sudah terlanjur setuju ya mau gimana lagi gitu kan.
Waktu pun terus berjalan dengan cepat, tak terasa sudah setengah ja, 3 sekawan sengklek berkutat pada berkas kesayangan Pak Robi dosen yang ter ter lah pokoknya ( menurut mereka ya bukan menurut author hehehe)
β Beb... gimana ya dengan mata kuliah Bu Sinta? Soal tau kan kalo Ibu ini kan tidak suka kalo salah satu mahasiswa nya tidak ikut mata kuliahnya.β jelas Fisha sedikit berbisik yang sedikit takut dan khawatir.
β Itulah beb, dari tadi tuh aku kepikiran terus.β Sahut Aqilla juga.
β Pokoknya kita harus ngomong sama Pak Robi tentang hal ini! β ujar Fisha berbisik semangat. Ia berharap bisa keluar dari situasi yang membuat otak mereka mau pecah, namu nihil tanpa di sangka Pak Robi langsung menjawabnya.
β Kalian tenang saja, perkuliahan kalian bertiga sudah saya urus. Jangan coba-coba kalian mau kabur dari tugas yang saya kasih. β Robi berbicara dengan tegas dengan tatapan tajam.
Fisha langsung kesal dengan pertanyaan yang keluar dari dosen sengkleknya itu.
β HAAAAAA pengen ku cekik kau Robiiiii β umpat Fisha dalam hati. Ia mengepalkan tangannya sebagai bukti kekesalannya.
β Tidak usah mengumpat dalam hati. Ini adalah kelanjutan hukuman untuk kalian yang sudah mengolok-olok saya. β jelas Robi.
β OMG... dia ini jangan- jangan punya indra keenam β gerutu Fisha dalam hati.
Sedangkan Aqilla dan Frans hanya terdiam saat sahabatnya dan dosennya itu berdebat mulut.
Setelah berdebat, 3 sekawanan sengklek kembali melanjutkan pekerjaan yang sudah sedikit berkurang itu. Mereka terus mempercepat pekerjaannya supaya bisa istirahat di kantin kampus.
β HUHHH... akhirnya selesai juga.β Frans menghembuskan nafasnya dan menggoyangkan tangan untuk menghilangkan penat hampir 3 jam berkutat pada berkas.
β Untung kita kerja nya cepat, bisa istirahat kekantin kita...yesssssβ ucap Aqilla bersemangat.
Fisha melihat kedua sahabatnya hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya. Ia juga bahagia karena sudah tidak terjerat lagi sama dosen yang selalu bikin naik darah.
Tring...tring...tring
Suara telepon Robi berbunyi, melihat layar tertera nama ayahnya, ia langsung mengangkat telepon yang sudah bergetar itu.
β Assalamualaikum Pa β Ucap Robi di telepon
β Waalaikumsalam Bang, Abang ke perusahaan sekarang ya! β ucap Papa Robi di sebrang sana.
β Baiklah Pa, Robi akan ke perusahaan sekarang β jawab Robi. Sedangkan 3 sekawanan sengklek hanya bisa melongo sangat dosennya berbincang di telepon.
__ADS_1
β Papa tutup dulu, ya Bang... Assalamualaikum. β ucap Papa Robi lagi.
β Waalaikumsalam Pa β balas Robi dan ia mematikan teleponnya.
β Kalian bertiga, sudah boleh keluar dari ruangan saya β ucap Robi yang langsung di sambut suka cita oleh 3 sekawanan sengklek tersebut.
Fisha dan kedua sahabatnya langsung mengemaskan pekerjaan mereka dan mengambis tas nya masing- masing. Mereka langsung keluar dan memutuskan untuk ke kantin.
Sesampainya di kantin, mereka langsung memesan makanan untuk mengganjal perut yang dari tadi sudah ingin di isi.
β Akhirnya selesai juga berurusan sama tuh dosen β ucap Fisha dengan raut wajah bahagia.
β Sama tuh beb, sekarang sudah lega rasanya. β Aqilla menimpali perkataan Fisha.
β Tumben kamu Frans dari tadi diam terus sejak Pak Robi nyuruh kita keruangannya? β tanya Fisha yang penasaran dengan sahabat somplak yang selalu bikin ulah.
βKepala aku tuh masih sakit beb, habis ke jedug sama pintu tadi β Frans buka suara sambil mengusap keningnya.
β Hahaha... makanya berjalan tuh pake mata beb β ucap Aqilla menertawakan si Frans.
β Ini udah pake mata jalannya β Frans yang berusaha menggoda Aqilla dengan mendekatkan wajahnya dan menunjuk mata.
β Apaan sih kamu β ucap Aqilla risih yang berusaha untuk menghindari Frans.
β Ini...ini..ini β Frans terus menggoda Aqilla
Karena kesal dengan sahabat somplak, Aqilla langsung menampar pipi Frans cukup keras.
Plakkk
β Aduhhhhh...sakit tau beb β ucap Frans kesakitan sambil mengusap pipi yang habis di tampar.
β Sudah-sudah kalian ini, bisa gak sih tidak usah cekcok terus. Nanti jodoh baru tahu lho β Fisha berusaha menengahi kedua sahabat sengklek.
β Ihh gak mau gak suka gelay, gue mah ogah sama si Somplak bin sengklek ini. β tolak Aqilla dengan ekspresi di buat- buat.
Frans dan Fisha hanya bisa tertawa melihat ekspresi sahabatnya itu.
β Gue juga ogah sama perawan tua cap mangkok β tolak Frans seketika membuat Aqilla tambah kesal.
β What... perawan tua katamu, gini- gini banyak yang mau keles yang untuk ngajak nikah. Wleeee β kata Aqilla menjulurkan lidah ke arah Frans.
Tak berapa lama, pesanan merek bertiga sampai. Fisha langsung memberhentikan debat kedua sahabat sengklek.
β Udah...udah makan sekarang, jangan ada yang debat lagiβ perintah Fisha menengahi perdebatan yang terjadi.
β Siap boosssβ ucap serentak Frans dan Aqilla sambil mengangkat jempol tangannya.
Akhirnya mereka bertiga langsung menyantap makanan yang sudah di pesan tadi dengan lahap tanpa mengeluarkan suara sepatah pun.
Heeeekkk ( anggap saja suara orang bersendawa )
β Dasar jorok β olok Frans kepada Aqilla yang bersendawa tanpa malu.
β Emang masalah buat lho? β balas Aqilla dengan sinis.
Fisha yang geram dengan tingkah sahabatnya tersebut, langsung mengertak meja. Seketika Frans dan Aqilla langsung terkejut melihatnya. Syukurnya di kantin tersebut, para mahasiswa tidak begitu banyak.
__ADS_1
β Kalian bertiga bisa diam gak sih! Kita kan lagi makan gak boleh berantem di depan rejeki tau. β nasehat Fisha pada kedua sahabatnya.
β Maafkan kami beb β ucap Frans dan Aqilla.
β Hemmβ balas singkat Fisha, ia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda tadi.
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga selesai makan. Karena tidak ada lagi mata kuliah akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Di Perusahaan RN
Sehabis di telefon papanya, Robi langsung bergegas untuk ke perusahaan. Sesampainya di perusahaan semua karyawan menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada pemimpin perusahaan.
Sesampainya di ruang kesayangannya, Robi di sambut oleh sekretaris sekaligus tangan kanan.
β Selamat siang Pak β sapa sekretaris.
β Selamat siang juga bro, santai aja sama aku. β Robi menyapa balik dengan senyum cerahnya.
" Baik Pak " jawab sang sekretaris. selepas itu ia langsung menuju ruang kerja untuk melanjutkan pekerjaannya.
" Selamat siang Pa." sapa Robi pada ayahnya yang menunggu di sofa.
" Selamat siang juga Bang" sapa balik Papanya.
" Gini Bang, Papa mau kasih tau ada perusahaan sahabat Papa ingin bekerja sama dengan perusahaan kita ini." jelas Papa Robi.
" Sahabat Papa yang mana? " tanya Robi.
" Sahabat kuliah Papa dulu, Pak Susanto. Anaknya nanti lah yang akan jadi calon istri kamu Bang." jelas Papa Robi lagi.
" Ooohh... Boleh Pak, yang penting bisa menguntungkan perusahaan kita. Nanti kita adakan pertemuan dengan Perusahaan Pak Susanto" ujar Robi sebagai tanda setuju.
" Baik lah Bang, Papa bangga sama kamu Bang. Papa pulang dulu ya mau makan masakan mama kamu..hahaha" ucap Papa Robi sambil tertawa.
" Titip salam sama Mama ya Pa, soalnya nanti Abang tidak pulang kerumah. Abang ingin nginap di apartemen malam ini." ucap Robi.
" Oke Bang... Papa pulang dulu ya Assalamualaikum!" ucap Papa Fisha.
" Waalaikumsalam Pa." balas Robi.
sehabis berbincang-bincang dengan Papanya, Robi melanjutkan kembali pekerjaannya.
.
.
.
.
Bersambung....
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan. Jangan lupa Like, Komen dan Vote yaππ
Ditunggu ya episode selanjutnyaππ
Terima kasih guysssππ
__ADS_1
......#salamdaripenulisamatiran......