
BAB 13
HAPPY READING…..
Tiba- Tiba ……..
Kruyuk…kruyuk ( bunyi perut Fisha lagi )
“ Aduh ada- ada aja ni perut, bikin malu bener “ ucap Fisha
-----------------------------
“ Hahaha, baru kali aku dengar suara perut perempuan yang tak mau ngaku “ batin Pak Robi sembari menahan tawa.
“ Hemm” Pak Robi berdehem untuk menetralkan suasana. Fisha yang mendengarka deheman itu langsung melanjutkan pekerjaanya yang sempat tertunda.
“ Kamu kalo lapar langsung ke kantin. Toh sekarang sudah jamnya istirahat” ucap Pak Robi tanpa menatap Fisha.
Seketika Fisha langsung berbalik badan dan langsung ceria mendengar ucapan dari sang dosen.
“ Beneran Pak, saya boleh kekantin? “ tanya Fisha balik untuk memastikan ucapan Pak Robi.
“ Enggak “ jawab Pak Robi dengan singkat.
Muka Fisha langsung cemberut mendengar perkataan dari Pak Robi.
“ Kalo enggak kenapa harus nyebut kantin sih “ gerutu Fisha pelan, tapi masih terdengar oleh Pak Robi.
“ Saya dengar “ ucap Pak Robi. Fisha pun langsung terdiam, ia meremas kain yang dipegangnya.
“ Idiihh… tajam benar tu telinga “ gerutu Fisha dalam hati. Ia pun langsung melanjutkan pekerjaan supaya cepat selesai agar bisa istirahat.
__ADS_1
“ Kenapa ya dengan jantungku jika melihat gadis ini “ batin Pak Robi tersenyum diam- diam memperhatikan Fisha yang mebersihkan rak buku dengan muka cemberut.
“ Lebih baik aku belikan saja dia makanan “ ucap Pak Robi dalam hati.
Pak Robi langsung bangkit dari kursi dan berjalan keluar menuju kantin.
“ Kemana lagi tu dosen “ gerutu Fisha yang penasaran. Ia pun langsung melanjutkan pekerjaannya dengan cepat.
“ Semangat Fisha “ menyemangati dirinya sendiri.
20 menit kemudian…….
“ Akhirnya selesai juga “ ucap Fisha dengan kesenangan. Ia pun langsung mengemaskan alat kebersihan dengan senyum- senyum.
Sambil menunggu sang dosen, ia pun duduk di lantai meluruskan kakinya.
“ Aduh pegelnya pinggang dan kakiku “ ucap Fisha yang masih menggerakkan pinggang dan kakinya untuk menghilangkan rasa sakit.
5 menit kemudian….
Cleck ( anggap saja suara pintu )
“ Haa “ langkah Pak Robi terhenti, dan ia terkejut dengan penampakan yang barusan dilihatnya.
“ Baru saja aku tinggal sebentar
langsung tidur dia, emang tidak ada sopan- sopannya tu gadis “ ucap Pak Robi dengan senyum geli melihat kelakuan Fisha tidur.
Pak Robi langsung meletakan makanan yang ia beli di meja. Tanpa pikir panjang ia pun langsung mendekat kearah .
“ Dasar gadis aneh “ ucap Pak Robi yang langsung mengangkat tubuh Fisha ke sofa yang ada di dalam ruangannya itu. Fisha yang tidur bagai orang mati pun tak merasakan bahwa dirinya sudah di pindah ke sofa oleh sang dosen.
__ADS_1
Setelah mengangkat Fisha, Pak Robi pun langsung melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk, ia pun langsung menuju kursi kesayangannya itu.
Detik berganti menit, menit berganti jam, sudah 2 jam Fisha tertidur di ruangan dosen killernya itu.
2 jam berlalu…..
Tiba tiba….
Brukkk
Fisha terjatuh dari sofa tempat ia tidur, seketika Fisha langsung terbangun sambil mengucek matanya.
“ Kok aku di sofa “ tanya Fisha dalam hati. Fisha menatap di sekelilingnya dan ia langsung melihat Pak Robi yang masih fokus dengan laptopnya.
Sebenarnya pas Fisha terjatuh, Pak Robi terkejut mendengar suara itu dan ia langsung melihat Fisha yang sudah terjatuh dari sofa. Seketika Pak Robi langsung tertawa dengan pelan agar tidak di dengar oleh Fisha. Ia pun mengalih pandangan ke laptop agar tidak ketahuan oleh Fisha bahwa ia sedang menertawakan asistennya itu.
“ Hahahahahahhahah emang dasar aneh tu gadis “ ucap Pak Robi dalam hati. Ia pun terus menertawakan kecerobohan Fisha dalam hati, agar tidak ketahuan ia pun memasang muka datar di depan Fisha.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan ceritanya tidak nyambung. Jangan lupa like dan komen ya teman- teman.
Tunggu episode selanjutnya ya….
__ADS_1
Terima kasih.😊😊