My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 6


__ADS_3

HAPPY READING....


Sehabis pulang dari kampus , robi pun langsung pergi kerumah mamanya untuk makan malam. Sebelum sampai ia pun menyempatkan membeli buah tangan untuk keluarga. Sesampainya dirumah ia pun langsung turun dari mobilnya dan langsung masuk kerumah.


“ assalamualaikum ma.” Ucap robi langsung masuk kerumah. Mamanya yang sudah menunggu kedatangan anak tersayangnya pun langsung berdiri dan memeluk anaknya tersebut.


“ waalaikumsallam anak mama” jawab mama robi. Merekan pun langsung duduk di sofa sambil bercanda riang melepas kangen karena robi jarang pulang kerumah. Sehabis berbincang robi pun meminta izin ke mamanya untuk pergi kekamarnya.


‘’ ma, aku izin pamit kekamarnya, soalnya badan abang ni udah lengket, mau bersih-bersih dulu. ” Ucap robi semari mecium tangan mamanya tersebut.


‘’ ya udah sana gih, bersihkan diri setelah kalau capek langsung istirahat bang.” Jawab mama robi. Robi pun berjalan ke arah kamar tidurnya itu. Sesampai di kamarnya robi pun langsung membersihkan diri . sehabis membersihkan diri ia pun langsung melaksanankan shalat ashar dan langsung istirahat. Di dapur mama robi pun menyiapkan makan malam keluarganya sambil menunggu suami tercintanya pulang dari kantor.


Malam pun tiba...


semua keluarga robi pun berkumpul untuk melaksanakan shalat maghrib bersama. Sehabis shalat robi dan papanya pun murottal ayat suci al-qur’an, sedang mamanya menyiapkan makan malam tersebut. Setelah semuanya siap mama robi pun langsung memanggil anak dan suaminya tersebut.


Setelah sampai di meja makan, keluarga robi pun langsung menyantap hidangan yang sudah disiapkan. Tidak ada kata- kata yang keluar dari mulut keluarga robi melainkan hanya suara senduk dan garpu yang menghiasi makan malam keluarga mereka. Sehabis makan malam keluarga robi pun langsung berkumpul di ruang tamu sambil menonton tv dan bercanda gurau. Sambil menikmati waktu berkumpul ayah robi membuka pembicaraan dengan serius.


“ Robi , ada yang ingin papa sampaikan sama kamu” ucap ayah robi sembari menoleh ke arah anak dan istrinya tersebut.


“ Iya pa, papa mau bicara tentang apa? “ jawab robi penasaran.


“ bagaimana dengan kerjaan kamu sebagai dosen bi ? “ tanya papa robi


“ lumayan pa, emang ada apa? “ tanya robi kembali ke ayahnya.


“ papa rasa kamu sudah saat nya harus mengurus perusahaan kita “ jawab ayah robi


“ papa ingin kamu yang memimpin perusahaan kita bi, papa sudah tua” jawab ayah robi

__ADS_1


“ heammmm..baik pa, tapi dengan satu syarat “ ucap robi menghela nafas


“ apa syaratnya robi “ tanya ayah robi


“ robi ingin tetap menjadi dosen pa, walaupun sudah menjadi CEO di perusahaan kita. “ jawab robi


“ Baiklah bi, terserah kamu papa serah semuanya kantor ke kamu mulai dari sekarang “ ucap ayah robi


“ dan satu lagi ada yang ingin papa sampai ke kamu bi. “ ucap ayah robi


“ apa tu pa” tanya robi yang penasaran.


“ papa ingin menjodohkan kamu sama anak sahabat papa bi.” Jawab ayah robi


DEG


Bagai tersambar petir robi dan mamanya pun terkejut dengan apa yang baru di ucapkan oleh ayahnya.


“ ma, umur robi kan sudah 25 jadi sepantasnya sudah harus menikah “ jawab papa robi


“ maksud papa apa “ tanya robi yang masih mencerna ucapan ayahnya tersebut.


“ papa ingin menjodohkan kamu dengan anak sahabat papa bi, mereka dari keluarga baik-baik. “ jelas ayah robi


“ robi kan bisa memilih pasangan sendiri pa, kenapa harus di jodohkan. Lagi pula robi kan tidak kenal sama anak sahabat papa. Bagaimana robi cinta dengan anak sahabat papa itu kenal saja tidak “ tanya robi panjang lebar.


“ 1 minggu lagi kita akan kerumahnya bi, disana kamu akan dikenal dengan calon istri mu. Untuk masalah cinta lama-lama akan tumbuh bi bila kalian tinggal serumah nantinya” jawab ayah robi


“ kenapa mendadak pa “ tanya robi

__ADS_1


“ papa sudah tidak muda lagi bi, papa ingin menimang cucu. “ jawab robi


Mam robi yang merasa mengerti dengan ide suaminya tersebut pun tersenyum seolah menyetujui rencana suaminya tersebut.


“ tapi pa “ ucap robi


“ tidak ada tapi - tapian robi keputusan papa sudah mutlak di bisa di bantah lagi “ jawab ayah robi dengan tegas.


Robi pun menghelas nafas dan mengannguk pertanda menerima keputusan ayahnya tersebut.


Di rumah sakit....


Pelan- pelan fisha pun mengerjapka mata dan melihat sekelilingnya dengan tatapan yang lemah.


“ mama” ucap fisha lirih


.


.


.


.


.


*BERSAMBUNG


mohon maaf teman- teman jika ada salah pengetikan kata, saya minta maaf🙏.

__ADS_1


Jangan lupa di like dan komen ya teman- teman😊😊*


__ADS_2