My Dosen Killer Jodohku

My Dosen Killer Jodohku
BAB 20


__ADS_3

BAB 20


HAPPY READING....


🌷🌷🌷🌷


“Mungkin Pak Robi tidak datang hari ini karen ia takut ketemu sama mantanya Bu Livia mungkin, ha…ha…ha “ canda Frans yang membuat mereka bertiga tertawa ngakak.


“ SIAPA BILANG SAYA TIDAK DATANG “ ucap datar Pak Robi yang tiba-tiba datang dengan tatapan yang tajam kearah Fisha dan sahabatnya .


Flashback


Robi yang sudah sampai di kampus langsung memarkirkan mobilnya di parkiran. Ia terlambat datang karena ada urusan sama Papanya terlebih dahulu tentang masalah perusahaan. Ia pun mempercepat langkah untuk sampai di ruangannya. Saat ia sampai di ruangnnya ia mendengar Fisha dan kedua sahabatnya itu menyebutkan diri dengan Livia. Seketika langkahnya terhenti dan terus mendengarkan perbincangan mereka tadi. Saat itu pula rahang Robi pun langsung mengeras mendengar perbincang Fisha dan kedua sahabatnya yang menghina dirinya.


Kembali lagi keceritanya…..


Fisha dan kedua sahabatnya mendengar suara Pak Robi langsung menoleh ke sang dosen dengan perasaan terkejut dan panik. Seketika mereka bertiga pun membeku di tempat menerima tatapan yang sangat tajam dari dosen killernya itu.


“ Aduuhhhh mampus gue, semoga dosen sengklek ini tidak mendengarkan apa yang kami tadi bicarakan “ ucap Fisha dan sambil berdoa di dalam hati.


“ Mampusss guueeee “ ucap Frans dalam hati. Ia pun menjadi panik saat melihat wajah dosen mereka berada tepat didepannya.


“ Mamaa tolong akuuu “ ucap Aqilla dalam hati. Ia pun langsung menundukkan wajahnya dan mere**s tangannya dengan perasaan takut.


“ KALIAN BERTIGA “ Teriak Pak Robi kepada Fisha dan sahabatnya.


“ Si…siap Pak “ ucap serentak mereka yang di hantui perasaan takut.


“ Hukuman kalian cukup sampai hari ini saja, dan saya tidak mau lagi melihat muka kalian lagi” ujar Pak Robi dengan suara tegas bercampur marah. Tatapan tajamnya tak lepas dari penglihatan Fisha dan sahabatnya.


“ Dan untuk kalian tidak boleh ikut kelas saya dan nilai kalian akan saya kasih E “ ucap Pak Robi dengan sedikit berteriak.


Pak Robi memberikan ancaman kepada 3 sekawanan itu supaya jera dan tidak menghina dosennya yang lebih tua.


" Itulah pembalasan untuk kalian bertiga,terutama kamu Fisha yang selalu ngatain saya batu dan sengklek" ucap Pak Robi dalam hati dengan tersenyum seperti joker.


Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Pak Robi langsung membuat 3 sekawanan itu terkejut.


“ WHATTT…” ucap serentak Fisha dan kedua sahabat.


Fisha pun langsung tak habis pikir dengan keputusan sang dosen. Ia langsung membantah keputusan Pak Robi.

__ADS_1


“ Keputusan macam apa ini Pak? “ tanya Fisha kepada dosennya.


“ KEPUTUSAN SAYA SUDAH BULAT, DAN KALIAN BERTIGA KELUAR DARI RUANGAN SAYA SEKARANG “ bentak Pak Robi kepada 3 sekawanan itu.


Mereka bertiga yang mendengar bentakan dari Pak Robi akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut.


Di sepanjang jalan menuju kelas Aqilla dan Fisha pun menangis dengan keputusan sang dosen, mereka berdua tidak menyangka bahwa tidak bisa lulus dari mata kuliah Pak Robi. Sedangkan Frans terus menenangan kedua sahabatnya itu. Ia terus mencari cara agar mereka bertiga bisa lulus mata kuliah Pak Robi.


Akhir mereka bertiga pun masuk kedalam kelas dan mengikuti jam pertama pembelajaran pada hari ini. Dan kebetulan yang mengajar adalah Bu Livia. Bu Livia menerangkan materi dengan suara tegas dan berwibawa sehingga menambah aura keanggunan dirinya.


Fisha melamunkan terus perkataan dari Pak Robi tadi, sehingga apapun yang Bu Livia jelaskan pun tak masuk kedalam otaknya.


Bu Livia yang melihat Fisha melamun pun langsung menegurnya.


“ Fisha Nameera “ panggil bu Livia. Karena tidak ada tanggapan akhirnya Bu Livia pun berteriak memanggil Fisha.


“ FISHA NAMEERA “ Panggil Bu Livia dengan nada berteriak. Karena mendengar teriakan Bu Livia, Fisha langsung terkejut sadar dari lamunannya dan langsung menoleh ke sang dosen.


“ Saya Bu “ ucap Fisha kepada sang dosen.


“Jika kamu tidak berniat mengikuti kelas saya, lebih baik kamu keluar dari sini. Saya tidak butuh mahasiswa yang kerjaannya hanya melamun disaat saya menjelaskan materi “ Perintah Bu Livia dengan suara tegas dan tidak terbantahkan.


“ Maafkan saya bu, saya tidak akan ulangi lagi bu” sahut Fisha sambil meminta maaf.


Mendengar perintah dosennya yang terdengar tak bisa dibantah, akhir ia pun memilih untuk keluar dari kelas. Ia pun langsung berjalan menuju ke parkiran. Ia tidak mungkin lagi mengikuti kelas hari ini karena mata kuliah hanya 2 yaitu mata kuliah bu Livia dan Pak Robi. Karena tidak memungkin ia pulang kerumah takut di tanya sama mamanya, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ketaman yang di dekat danau. Tempat dimana ia meluapkan seluruh kesedihannya.


Sesampainya di taman, Fisha pun langsung duduk di kursi yang ada di sana dengan pemandangan menghadap ke danau.


Ia pun menangis, mengeluarkan semua air mata kesedihan. Ia terus menangsi sampa membuat kedua matanya bengkak.


30 menit berlalu…


Setelah mengeluarkan seluruh kesedihan yang menghinggapi didirinya sehingga membuat kedua matanya bengkak. Fisha bergegas meninggalkan taman tersebut. Ia pun belum ingin untuk pulang. Karena perutnya lapar, ia pun memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu di sebuah warteg langganan Fisha dan kedua sahabatnya itu yang tak jauh dari taman tadi. Ia pun langsung memesan makanan yang ada di sana.


“ Assalamualikum Mbah murni “ sapa Fisha kepada pemilik warteg.


“ Waalaikumsalam…eh Neng Fisha. Bagaiman kabar kamu neng? “ tanya Mbah Murni kepada Fisha


“ Alhamdulillah baik Mbah. Kabar Mbah gimana atuh? Tanya Fisha kepada Mbah Murni.


“ Alhamdulillah baik neng. Ohh iya neng mau pesan apa ya? “ tanya Mbah Murni.

__ADS_1


“ Seperti biasanya ya Mbah, dan untuk minunnya air putih saja ya Mbah “ ucap Fisha kepada Mbah Murni.


“ Okeyy siapp neng. Di tunggu ya “ ucap Mbah Murni.


“ Siap Mbah “ ucp Fisha sambil mengacung kedua jempolnya sembari tersenyum.


Sambil menunggu pesanan, Fisha pun langsung memilih tempat duduk yang berada di pojok. Tanpa menunggu lama pesanannnya pun datang.


“ Ini neng, selamat menikmati “ ucap Mbah Murni sambil meletakkan pesanan Fisha di meja


“ Terima kasih Mbak “ ucap balik Fisha kepada Mbah Murni.


Tanpa menunggu lama dan basa basi Fisha pun langsung melahap makannan yang ada di meja tempat ia duduk. Tanpa ia sadari datang sepasang kekasih yang tak lain adalah dosennya itu yaitu Pak Robi dan Bu Livia. Karena berada di pojokan Pak Robi pun tidak melihat keberadaan Fisha. Pak Robi dan Bu Livia pun langsung memesan makanan yang ada di sana.


Mendengar suara yang sangat ia kenali akhirnya Fisha pun menoleh kebelakang ( posisi Fisha menghadap temboknya jadi membelakangi Pak Robi) alangkah terkejutnya ia melihat keduanya dosen yang tidak membuat dirinya bersemangat untuk berkuliah. Ia Pun langsung mengambil jaket untuk menutupi tubuh bagian belakangnya agar tidak dikenali oleh sang dosennya itu.


“ Sedang apa mereka berdua kesini“ tanya Fisha dalam hati.


" Bukan nya mereka kan sudah putus kata Frans. Kok mereka malah bersama?" tanya Fisha dalam hatinya lagi.


Tak ingin memikirkan yang membuat pikirannya sakit Fisha langsung melanjutkan acara makannya kembali.


Tanpa ia sangka Pak Robi dan Bu Livia duduk di meja yang ada di belakangnya.


.


.


.


.


Bersambung


Mohon maaf jika adalah kata atau pengetikan dan alur ceritanya tidak nyambung. Jangan lupa like, komen dan vote ya teman-teman


Di tunggu episode selanjutnya ya💐


Terima kasih semuanya……..


Follow ig siti_fatimah_azzahro25

__ADS_1


#salamdaripenulisamatiran


__ADS_2