
BAB 37
πΉπΉπΉπΉ
1 Minggu kemudianβ¦
Tak terasa 1 minggu telah berlalu semenjak lamaran Fisha dan Robi terjadi. Dalam kurun waktu tersebut banyak hal yang tak terduga terjadi antara Robi dan Fisha. Walaupun sudah lamaran tak membuat hubungan mereka tambah dekat dan malah membuat mereka seperti cuek satu sama lain.
Waktu pernikahan 3 minggu lagi, semua urusan pernikahan Fisha dan Robi yang di pegang oleh Mama Fisha dan Mama Robi. Mereka mempersiapkan sejak awal mulai dari mencari WO dan lain-lainnya. Sedangkan Fisha dan Robi hanya di suruh untuk beristiharat dan bersantai tanpa terlibat sedikit pun dalam persiapan acara mereka.
Berhubung hari ini hari minggu dimana semua insan manusia beristirahat dan bersantai meluangkan waktu bersama keluarga.
Robi yang berada di apartemen berniat mengajak Fisha untuk bertemu di taman dekat tepi danau tempat biasa mereka nongkrong. Ia menelpon ke nomor HP Fisha yang sudah dia dapatkan dari Mamanya.
Tak lama kemudian Fisha mengangkat telpon dari Robi.
β Assalamualaikum hey kamu.β Ucap Robi di telpon.
β Waalaikumsalam, Maaf kalau boleh tahu ini siapa ya?β tanya di seberang sana yang tidak mengetahui no hp Robi sama sekali.
β Hantu! β jawab singkat Robi yang ingin jahil
β Hantu?? Emang di kuburan hantu punya hp ya?β tanya Fisha lagi di seberang sana.
Mendengar ke polosan Fisha, ingin sekali Robi menentawakan Fisha, akan tetapi ia menahannya.
β Ada.β Jawab singkat Robi lagi.
β Heyy kamu hantu kepala botak, gigi ompong, siapa sih kamu? Darimana kamu dapatkan no hp aku.β Ucap kesal Fisha.
β Bagus ya ucapan kamu sekarang. Tidak ada sopan-sopannya lagi pada orang.β teriak Robi
β Kamu itu aneh ya atau kamu gila. Tadi orang tanya malah kamu jawab yang tidak masuk akal. Aku tanya sekali lagi kamu ini siapa?β tanya Fisha lagi di seberang sana.
β CALON SUAMI KAMU.β Jelas Robi.
β Whaaattt, PAK ROBI!!β teriak Fisha di telfon, membuat Robi menjauhkan hp dari telinganya.
β Dasar mulut nenek lampir.β Olok Robi pada Fisha
β Terserah.β Jawab Fisha santai.
β Bapak nelpon saya ada apa?β tanya Fisha penasaran.
__ADS_1
β Hari ini saya ingin mengajak kamu ke taman dekat tepi danau jam 10 pagi ini.β Ujar Robi
β Kenapa Pak?β tanya Fisha di seberang sana.
β Jangan bertanya lagi. Pokoknya saya tunggu jam 10 pagi di taman!!β jelas Robi tak ingin di bantah.
β Baiklah Pak. Sayβ¦tut tut tutβ jawab Fisha tapi sudah di matikan oleh Robi terlebih dahulu.
Di Rumah Fishaβ¦
Fisha begitu kesal saat Robi memutuskan panggilan secara sengaja. Ia juga kesal dengan Robi yang memaksanya untuk bertemu di taman. Padahal yang di inginkan Fisha adalah ingn menjauh dari Robi dan tidak ingin melihat Robi sama sekali.
β Kenapa harus kamu Robi yang menjadi suami ku kelak!! β teriak Fisha dalam kamar yang kedap suara itu sehingga tidak kedengaran oleh orang- orang diluar.
Ia melihat jam yang menunjukkan jam 9 Pagi. Ia bergegas mandi dan memakai setelan simple tapi modis untuk bertemu calon suami yang tidak di inginkannya.
Selesai berkemas, ia turun kebawah menyapa Papa dan Mamanya sekaligus untuk minta izin untuk bertemu calon suaminya.
β Ma..Pa, kakak izin keluar dulu yaβ sebelum selesai Fisha berkata langsung di potong oleh Mamanya.
β Keluarlah Kak, pasti Robi sudah menunggu kami di taman.β Jelas Mama Fisha membuat Fisha sedikit terkejut dengan apa yang ia barusan dengar.
β Mama kok tahu? β tanya Fisha sedikit kebingungan.
Sesampainya di taman, Fisha langsung memarkirkan mobilnya di parkiran kosong. Ia melihat jamnya 5 menit lagi mau jam 10.
Dia berjalan dan menyusuri tempat, tiba-tiba arah matanya terfokus sesosok yang sudah mengajak ketemuan di hari minggu dimana Fisha malas untuk melakukan kegiatan apapun di hari tersebut. Ia mendekati pria tersebut dan langsung berada di depan pria tersebut tak lain Robi.
Robi yang fokus sama Hp nya tidak tahu kalau Fisha sekaligus calon istrinya sudah berada tepat di depannya. Sehingga suara deheman menyadarkan dirinya dan melihat kedepan.
β Hemmβ dehem Fisha menyadarkan Robi. Seketika mata mereka saling menatap satu sama lain.
Deg
Jantung Fisha bergemuruh saat melihat Robi. Ia terpana dengan ketampanan yang dimiliki oleh calon suaminya dengan bibir merah yang tak pernah tersentuh rokok sama minuman haram itu. Begitu pula dengan Robi, ia juga terpana dengan kecantikan istrinya yang memiliki pipi chubby dan bibir yang merah. Keduanya salah tingkah dan mengalihkan pandangan kelain arah, sedangkan Robi berdehem untuk menghilangkan rasa salah tingkah tersebut.
β Apa yang ingin Bapak sampaikan?β tanya Fisha to the point.
β Saya ingin memastikan supaya kita tidak menyesal kedepannya nanti.β Jelas Robi sambil menatap kearah Fisha.
β Apa yang ingin Bapak pastikan?β tanya Fisha lagi pada Robi.
β Saya ingin bertanya, apakah kamu sudah punya pacar?β tanya Robi dengan serius. Fisha sedikit terkejut dengan pertanyaan dari Robi. Ia menghela nafas dan berusaha untuk tenang.
__ADS_1
β Saya tidak pernah pacaran sama sekali. Dan saya tanya Bapak, apakah bapak sudah punya pacar.β Tanya Fisha pada Robi.
β Sebenarnya saya suka sama seseorang dan ingin menikahinya. Akan tetapi itu pasti mustahil karena sebentar lagi kita menikah.β Jelas Robi.
Sakit
Sakit itulah yang di rasakan oleh Fisha saat mendengarkan penjelasan dari Robi. Sakit yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.
β Kenapa hatiku sakit sekali? Apakah aku sudah mulai mencintainya?β tanya Fisha dalam hati.
Ia menghela nafasnya dan berusaha untuk tenang. Ia kembali menatap Robi .
β Kalau begitu kita batalkan saja Pak. Saya akan berbicara sama Mama dan Papa untuk membatalkan pernikahana kita.β Jelas Fisha dengan tenang.
β Dan Bapak tidak perlu khawatir, akan saya bantu juga kok untuk ngomong sama Tante dan Om nanti. Supaya bapak bisa menikah dengan perempuan yang bapak cintai.β Jelas Fisha lagi.
Robi sedikit terkejut mendengar penjelasan Fisha dan menatap tajam kearah Fisha.
β Tidak boleh, pernikahan ini harus tetap terjadi. Saya enggak mau buat orang tua sakit akibat pernikahan kita batal.β Tegas Robi pada Fisha.
β Kenapa tidak boleh Pak. Saya enggak mau terjerat dengan dengan pria yang mencintai wanita lain. Karena saya ingin menikah seumur hidup sekali Pak. " jelas Fisha dengan sabar dan tenang.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon maaf jika ada salah kata atau pengetikan dan author minta maaf jika cerita nya tidak nyambung karna author hanya penulis amatir π 8
Jangan lupa
like π
komen π¬
vote β€οΈ
TO BE CONTINUED
__ADS_1
...#salamdaripenulisamatiran...